Kepala BRIN Tekankan Riset Peradaban sebagai Fondasi Strategis Masa Depan Indonesia

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, JAWA TIMUR (KabarPROFESIANA.co.id)— Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Arif Satria, menegaskan pentingnya riset sejarah dan kebudayaan sebagai fondasi strategis dalam membangun arah masa depan bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Diskusi Panel mengenai riset peradaban Nusantara-Indonesia pada kegiatan Forum Rector’s Expression (REx) Chapter 3, Sabtu (9/5/2026) di Auditorium Lantai 11 Kantor Rektorat Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Sebelum dimulai sesi diskusi panel, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTNI), Prof.Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. menyampaikan bahwa penyelenggaraan REx Chapter 1 di Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, REx Chapter 2 di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, dan REx Chapter 3 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kegiatan REx dilaksanakan setiap sebagai ajang berbagi pendapat untuk memberikan kontribusi positif dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas.

Dalam paparan Prof. Arif Satria yang bertajuk “Sejarah dan Budaya sebagai Rute Peradaban dan Energi Potensial Bangsa”, Prof. Arif menekankan bahwa Indonesia tidak dapat lagi dipandang semata sebagai wilayah geografis di kawasan Asia Tenggara, melainkan sebagai titik temu peradaban dunia yang memiliki posisi strategis secara historis, budaya, dan geopolitik.

“Indonesia bukan sekadar ‘Far East’, tetapi sebuah nexus dan crossroads peradaban dunia,” tegasnya. Menurutnya, posisi Nusantara yang berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik telah menjadikan Indonesia sebagai jalur utama pertukaran budaya, perdagangan, hingga perkembangan ilmu pengetahuan sejak ribuan tahun lalu.

Baca Juga :  Dian Firdiani, Sekretaris LPM UNIMEN Raih Gelar Doktor di UIN Alauddin Makassar Kaji Pembelajaran Biologi Berbasis Augmented Reality

Prof. Arif juga menyoroti kekayaan antropologis Indonesia yang disebutnya sebagai salah satu terbesar di dunia. Dengan lebih dari 1.340 kelompok etnis dan 718 bahasa daerah, Indonesia memiliki modal peradaban yang sangat besar untuk dikembangkan melalui pendekatan riset yang terintegrasi dan berbasis bukti ilmiah.

Dalam forum tersebut, BRIN memperkenalkan agenda besar “Riset Rute Peradaban Nusantara-Indonesia”, yakni program penelitian sejarah dan kebudayaan yang dirancang secara ekstensif, komprehensif, integratif, lintas disiplin, serta berjangka panjang. Riset ini diarahkan untuk merekonstruksi perjalanan panjang peradaban Nusantara dalam berbagai aspek, mulai dari politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, maritim, hingga jaringan global Nusantara.

Menurut Prof. Arif, riset sejarah tidak boleh lagi diposisikan sebagai kajian romantisme masa lalu, melainkan instrumen strategis untuk membaca arah masa depan bangsa. Ia menilai bangsa yang kehilangan memori sejarah berpotensi kehilangan orientasi pembangunan dan identitas kebangsaannya.

“Menulis masa depan Indonesia harus dimulai dari pengetahuan tentang diri sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Dr.Aras Prabowo dapat Pengakuan Internasional

Lebih lanjut, Kepala BRIN menegaskan bahwa penelitian sejarah dan budaya harus dibangun di atas empat prinsip utama, yakni perspektif orang dalam (insider perspective), pendekatan multidisiplin, basis scientific evidence, serta orientasi kebangsaan dan masa depan.

Ia juga mengungkapkan sejumlah temuan penting yang memperkuat posisi Indonesia dalam peta peradaban dunia, antara lain jejak awal peradaban Nusantara sejak 1,8 juta tahun lalu, keberadaan Homo floresiensis sebagai spesies endemik, hingga temuan amputasi dan lukisan tertua di dunia.

Dalam konteks penguatan ekosistem riset nasional, BRIN mendorong kolaborasi lintas lembaga dan disiplin sebagai kekuatan utama pengembangan riset humaniora strategis. Upaya tersebut didukung dengan keberadaan 52 kampus riset berbasis open platform yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan penelitian nasional.

Menutup paparannya, Prof. Arif menegaskan bahwa riset peradaban harus diarahkan tidak hanya untuk penguatan identitas nasional, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi budaya dan transformasi pengetahuan menjadi kebijakan publik yang berdampak nyata.

Diskusi panel ini menjadi momentum penting dalam mendorong lahirnya paradigma baru pembangunan Indonesia yang tidak hanya bertumpu pada ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada kekuatan sejarah, budaya, dan pengetahuan peradaban bangsa sendiri. (Den/Ans/Why)

Berita Terkait

FBS UNM Sambut 1.352 Mahasiswa Baru 2026, Dekan: Jaga Harapan Orang Tua
Pendampingan Nelayan : Merokok Dikendalikan, Senyum Sehat Dipertahankan Berbasis Kearifan Bugis
PKKMB Pascasarjana FBS UNM, Dekan Tegaskan Integritas Akademik dan Tolak Praktik Gratifikasi di Hadapan 140 Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor
Sebanyak 100 Mahasiswa S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga Serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga Resmi Diterima Dalam Kegiatan PKKMB di FIKK UNM
Unismuh Makassar Perluas Jejaring ke Thailand, Targetkan 600 Mahasiswa Dapat Pengalaman Internasional
BIPA FBS UNM Sambut Sembilan Pebelajar Internasional dari Empat Negara
Dosen Gizi FIKK UNM Edukasi Gizi Seimbang bagi Lansia di Kampung Beru Takalar
FBS UNM dan FKIP UNIB Sepakat Jalin Kerja Sama sebagai Penguatan IKU Kelembagaan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:47 WIB

FBS UNM Sambut 1.352 Mahasiswa Baru 2026, Dekan: Jaga Harapan Orang Tua

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Pendampingan Nelayan : Merokok Dikendalikan, Senyum Sehat Dipertahankan Berbasis Kearifan Bugis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:21 WIB

PKKMB Pascasarjana FBS UNM, Dekan Tegaskan Integritas Akademik dan Tolak Praktik Gratifikasi di Hadapan 140 Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Sebanyak 100 Mahasiswa S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga Serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga Resmi Diterima Dalam Kegiatan PKKMB di FIKK UNM

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Unismuh Makassar Perluas Jejaring ke Thailand, Targetkan 600 Mahasiswa Dapat Pengalaman Internasional

Berita Terbaru