MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- English Fair 2026 yang digelar Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menjadi panggung pengembangan talenta mahasiswa. Mengusung tema “Empowering Students through English for Global Competence”, kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Mei 2026 ini menghadirkan semangat kompetisi akademik sekaligus upaya nyata membangun kompetensi global generasi muda.
Sebanyak 497 mahasiswa ambil bagian dalam enam cabang kompetisi yang diperlombakan, yakni Speech Contest dengan 51 peserta, Debate Competition 22 peserta, Essay Writing 60 peserta, Grammar Competition 279 peserta, Scrabble Competition 87 peserta, dan Video Contest 68 peserta. Tingginya partisipasi mahasiswa menjadi sinyal kuat bahwa kemampuan bahasa Inggris kini tidak lagi dipandang sekadar pelengkap akademik, melainkan sebagai kebutuhan utama untuk bersaing di tingkat global.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., di ruang senat pada Kamis, 7 Mei 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa English Fair merupakan wadah strategis untuk mengembangkan kompetensi akademik, kemampuan berbahasa Inggris, serta daya saing mahasiswa di tengah tantangan global yang semakin kompetitif.
“Saya sangat bangga atas partisipasi mahasiswa. Kita telah masif melakukan branding positif untuk fakultas kita sehingga mendorong pihak-pihak luar untuk bekerja sama dengan kita. Semua jurusan kita dorong untuk terus melakukan perbaikan, termasuk sarana dan prasarana. Saya bangga Jurusan Bahasa Inggris berkontribusi positif. Peningkatan kompetensi dan talenta mahasiswa terus kita upayakan. Yang pasti, kita terus mendukung kegiatan mahasiswa yang berbasis akademik maupun non-akademik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Bahasa Inggris, Dr. La Sunra, S.Pd., M.Hum., menyebut English Fair 2026 sebagai ruang pembentukan mental kompetitif mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini lahir dari keresahan terhadap masih minimnya pemahaman mahasiswa mengenai makna prestasi dan pentingnya pengalaman kompetitif.
“Terima kasih kepada Bapak Dekan yang selalu mendukung kegiatan yang kami laksanakan. Ini adalah English Fair yang kedua. Kami menggagas kegiatan ini dalam rangka mendorong semangat juang mahasiswa. Banyak mahasiswa yang bingung ketika ditanya apa itu prestasi, itulah semangat dasar kami menciptakan kegiatan ini. Kami ingin mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam mengikuti berbagai kompetisi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Pelaksana English Fair 2026, Mansyur, S.Pd., M.Pd. Ia menilai English Fair bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wadah strategis untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi mahasiswa dalam bahasa Inggris.
“Kegiatan ini hadir sebagai wadah nyata untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengembangkan kapasitas berbahasa Inggris, berpikir kritis, sekaligus mempersiapkan mahasiswa mengikuti berbagai ajang perlombaan,” jelasnya.
English Fair 2026 tidak sekadar menjadi agenda tahunan kampus, tetapi juga cerminan keseriusan FBS UNM dalam mencetak mahasiswa yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global. Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan bahasa Inggris dan daya pikir kritis menjadi modal penting yang terus diperkuat melalui ruang-ruang akademik seperti ini. (Den/Why/Ans)


























