Makassar, Kabar PROFESIANA,co,id:
Ke empat mahasiswa yang akan melakukan Praktek Profesi selama 18 hari, seminggu dua kali–Kamis dan Jumat– itu masing masing Julkurnain Putra Bethan, Nirwana Dwi Apsari, Mama Rayhan, dan Andi Mutmainnah.
Julkurnain Putra Bethan mengemukakan, selama berpraktek di BAZNAS Makassar bersama rekan rekannya akan menjadikan lembaga pemerintah nonstruktural itu bukanlah sekadar tempat menimba nilai nilai yang berkaitan dengan distribusi zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS semata, melainkan sekaligus menjadikannya sebagai laboratorium sosial yang mempertemukan teori manajemen moderen dengan nilai-nilai filantropi Islam yang mereka peroleh di kampus.
Selama ini, jelas Julkurnain, banyak yang menyangka bahwa mahasiswa Manajemen Dakwah hanya berkutat seputar ceramah, dakwah lisan, atau retorika di atas mimbar mimbar masjid. Padahal, yang mereka pelajari, sebenarnya kurikulum Manajemen Dakwah jauh lebih luas.
“Jadi, sebenarnya cakupan manajemen Islam, psikologi massa, sosiologi komunikasi, hingga administrasi dakwah modern—termasuk di dalamnya tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah lebih luas. Di BAZNAS ini juga kami melihat bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga melalui aksi nyata pelayanan umat,” ujarnya, seraya menambahkan, di BAZNAS Makassar ini pula, mereka akan melihat langsung bagaimana teori itu diterapkan untuk mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan kaum dhuafa.
Selama Praktek Profesi, mahasiswa juga dilibatkan dalam berbagai divisi strategis. Mulai dari divisi pengumpulan yang mengajarkan seni komunikasi persuasif untuk menarik para muzaki, divisi pendistribusian dan pendayagunaan yang melatih kepekaan sosial dalam menyalurkan bantuan tepat sasaran, hingga divisi administrasi dan pelaporan yang menuntut transparansi serta akuntabilitas tinggi—pilar penting dalam mengelola kepercayaan publik. (din pattisahusiwa).


























