MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Sebanyak lima tim mahasiswa FBS UNM dinyatakan lolos sebagai penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemendiktisaintek tahun 2026.
Capaian ini menjadi bagian dari keberhasilan Universitas Negeri Makassar yang secara keseluruhan meloloskan 14 tim dalam pendanaan PKM tahun ini. Dari jumlah tersebut, lima tim berasal dari FBS, menjadikan FBS sebagai salah satu fakultas dengan kontribusi signifikan dalam capaian PKM UNM.
Berdasarkan surat Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, seleksi PKM 2026 dilakukan setelah Belmawa menerima 25.253 usulan proposal dari perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Proposal tersebut kemudian melalui proses evaluasi dan penilaian oleh tim dan reviewer PKM 2026.
Dari proses seleksi nasional itu, sebanyak 1.121 proposal dari 740 perguruan tinggi ditetapkan sebagai penerima pendanaan. Skema yang didanai meliputi Riset Eksakta, Riset Sosial Humaniora, Karsa Cipta, Karya Inovatif, Pengabdian kepada Masyarakat, Penerapan Iptek, Kewirausahaan, dan Video Gagasan Konstruktif.
Dekan FBS UNM, Prof. Anshari, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurut dia, keberhasilan lima tim FBS dalam ajang nasional ini menunjukkan bahwa mahasiswa FBS memiliki daya saing akademik dan kreativitas riset yang terus berkembang.
“Ini patut kami apresiasi. Kami memang selalu memberikan pembinaan kepada mahasiswa agar terus menunjukkan prestasi dan berani berkompetisi di tingkat nasional,” ujar Prof. Anshari.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lahir secara tiba-tiba. FBS UNM selama ini mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan gagasan, menulis proposal, serta mengaitkan keilmuan bahasa dan sastra dengan isu-isu aktual di masyarakat.
Lima proposal FBS yang lolos pendanaan PKM tahun ini memperlihatkan kecenderungan tema yang kuat dan relevan dengan problem kontemporer, mulai dari disinformasi, konflik global, linguistik forensik, krisis iklim, hingga pemberdayaan anak dengan Autism Spectrum Disorder.
Adapun lima tim FBS UNM yang lolos pendanaan PKM 2026 adalah sebagai berikut.
Pertama, proposal PKM-RSH berjudul “Ketika Bahasa Menjadi Alat Disinformasi: Strategi Tindak Tutur Manipulatif dalam Berita Hoaks Kebijakan Pemerintah dan Implikasinya terhadap Erosi Kepercayaan Politik.” Proposal ini diketuai oleh Alfi Zahra Syakila, mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman, dengan dosen pendamping Yusri, S.Pd., M.A.
Kedua, proposal PKM-RSH “Bahasa Konflik Global dan Produksi Kepanikan Publik: Studi Wacana Linguistik dalam Pemberitaan Konflik Timur Tengah dan Implikasinya bagi Komunikasi Krisis.” Tim ini diketuai oleh Praskaliska Glodia Tangdiaga, mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman, dengan dosen pendamping Yusri, S.Pd., M.A.
Ketiga, proposal PKM-RSH “Pemodelan Linguistik Forensik Bahasa Manipulatif pada Child Grooming sebagai Ancaman Seksual di Media Sosial untuk Deteksi Dini.” Proposal ini diketuai oleh Nurhikmah Hidayah, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan dosen pendamping Asri Ismail, M.Pd.
Keempat, proposal PKM-RSH “Representasi Iklim dalam Narasi Tradisional dan Media Modern: Perspektif Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Simbol dan Retorika Lingkungan.” Tim ini diketuai oleh Fitra Novilani, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan dosen pendamping Asri Ismail, M.Pd.
Kelima, proposal PKM-PM “Pemberdayaan Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) melalui Strategi Intervensi Smart-ABA dalam Mengembangkan Repertoar Komunikasi Fungsional di Klub Belajar Sipatokkong.” Proposal ini diketuai oleh Febrianingsih Alsa Putri, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan dosen pendamping Ade Yustina, S.Pd., M.Pd.
PKM merupakan salah satu ajang akademik paling bergengsi bagi mahasiswa Indonesia. Program ini tidak hanya menguji kemampuan mahasiswa dalam menyusun gagasan ilmiah, tetapi juga mendorong keberanian mereka untuk menawarkan solusi atas persoalan sosial, pendidikan, teknologi, budaya, dan kemanusiaan.
Bagi FBS UNM, capaian lima tim dalam pendanaan PKM 2026 menjadi bukti bahwa bidang bahasa dan sastra memiliki ruang kontribusi yang luas. Kajian kebahasaan tidak lagi berhenti pada teks semata, tetapi bergerak ke wilayah yang lebih strategis: membongkar manipulasi informasi, membaca konflik global, mencegah kekerasan digital, merawat lingkungan, dan memperkuat komunikasi kelompok rentan. (Asr/Why/Ans)


























