MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) — Tim pengabdi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Barat (FKIP Unsulbar) bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Majene menyelenggarakan kegiatan “Gelar Karya Sains Siswa” di Ruang Teater Unsulbar pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025.
Kegiatan ini merupakah hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui DPPM tahun anggaran 2025. Ajang ini menampilkan proyek-proyek sains inovatif hasil bimbingan guru peserta Pelatihan Integrasi Teknologi berbasis TPACK yang sebelumnya dilaksanakan pada 24 Juli 2025.
Kegiatan Pelatihan TPACK dirancang untuk memperkuat kompetensi guru IPA dalam memadukan pengetahuan konten, pedagogi, dan teknologi agar pembelajaran makin kontekstual dan bermakna. Pelatihan dipandu dosen-dosen FKIP Unsulbar dengan bahasan strategi kontekstual di Biologi dan Fisika, penerapan Project-Based Learning (PjBL), serta pemanfaatan media digital seperti simulasi interaktif (mis. PhET).
Antusiasme peserta tinggi dan pelatihan ditutup dengan komitmen tindak lanjut berupa pameran karya siswa.
Pada hari pameran, 23 Agustus 2025, 30 siswa SMP yang didampingi 20 guru IPA dari berbagai kecamatan di Majene mempresentasikan karya sains mereka secara langsung di hadapan pengunjung. Proyek yang ditampilkan beragam mulai biopori, detektor hujan sederhana, deterjen ramah lingkungan, plastik dari kulit pisang, bioetanol, hingga roket air. Presentasi membuat siswa terlatih berkomunikasi ilmiah, berpikir kritis, dan memecahkan masalah berbasis konteks kehidupan sehari-hari.
Ketua pelaksana, Meili Yanti, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya wahana gelar karya sebagai ruang berlatih kompetensi abad ke-21: “Gelar karya project sains ini merupakan wadah yang sangat baik untuk melatih siswa dalam berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan sekaligus berlatih berbicara di depan publik ketika mempresentasikan karyanya.”
Dari sisi guru, Ketua MGMP IPA Majene Ibu Syarifah Fadillah Abbas, S.Si., M.Pd. menyampaikan bahwa pelatihan memudahkan pengajaran IPA terpadu lintas latar belakang keilmuan, khususnya bagi guru yang harus mengampu materi di luar bidang asal.
Sebagai penyelenggara akademik, Tim pengabdi dari FKIP Unsulbar menegaskan komitmen untuk memfasilitasi program yang berdampak langsung ke kelas dan komunitas sekolah.
Dengan sinergi Tim pengabdi dari FKIP Unsulbar dan MGMP IPA Majene, dan dukungan hibah dari DPPM, pameran ini diharapkan menjadi model berkelanjutan: guru makin terampil merancang pembelajaran berbasis proyek dan siswa makin percaya diri mengekspresikan sains yang dekat dengan kehidupan mereka. (Rls/Ans/Why)


























