MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Riset ini bertujuan menghasilkan pengembangan model pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan experiental learning di sekolah menengah kejuruan (SMK). Metode riset yang digunakan adalah research and development (R&D) melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan model, validasi ahli, uji coba lapangan, revisi, dan finalisasi model.
Hal itu disampaikan Andi Budiharsono ketika mempertahankan riset disertasinya berjudul: “Pengembangan Model Pembelajaran Menulis Puisi dengan Pendekatan Experiental Learning di Sekolah Menengah Kejuruan Kabupaten Bone” di depan Tim Penguji dalam Sidang Ujian Promosi Doktor untuk meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia di Program Pascasarjana Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (24/6/2026) di Ruang DA Kampus Parangtambung.
Tim penguji diketuai Dekan FBS UNM, Prof.Dr. Anshari, M.Hum. juga selaku promotor, Prof.Dr. Mantasia, M.Hum. (Sekretaris/Koorprodi S-3), Prof.Dr. Kembong Daeng, M.Hum. dan Prof.Dr. Muh. Anwar, M.Hum. (Kopromotor), Prof.Dr. Juanda, M.Hum., Dr. Syamsu Rijal, M.Hum., Dr. Hajrah, M.Pd. (Penguji Internal), dan Prof.Dr. Andi Syukri Syamsuri, M.Hum. (Penguji Eksternal).
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMK Negeri 5 Bone memaparkan hasil risetnya bahwa model pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan experiental learning dinyatakan efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi. Siswa tidak hanya mampu menulis puisi dengan baik, tetapi juga menunjukkan peningkatan dalam kreativitas, kepekaan terhadap lingkungan.
“Model ini juga mendapatkan respon positif dari guru yang menilai bahwa pendekatan ini mempermudah proses pembelajaran dan membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam pembelajaran,” tegasnya.
Andi Budiharsono menyimpulkan bahwa model pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan experiental learning memberikan inspirasi kepada siswa dalam belajar dan meningkatkan keterampilan menulis puisi karena proses pembelajarannya berdasarkan pengalaman langsung dan dialami di lingkungan sekitar, kemudian direfleksikan, dianalisis sehingga meningkatkan pemahaman secara mendalam. Tidak hanya itu, memberikan dapat pengiring dalam meningkatkan literasi dan gaya komunikasi dalam pembelajaran.
Andi Budiharsono yang juga guru penggerak dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83 dan predikat kelulusan Cumlaude atau pujian dengan masa studi 2 tahun dan 10 bulan. Ia tercatat sebagai lulusan doktor ke-126 Program Studi S-3 Ilmu Pendidikan Bahasa.
Prof. Anshari selaku promotor memuji ketangguhan mental Dr. Andi Budiharsono, S.Pd., M.Pd. dalam mengikuti proses akademik di Program Doktor FBS UNM. Dengan kesibukan yang banyak, baik sebagai kepala sekolah maupun guru, Andi Budiharsono sanggup menyelesaikan studi dengan cepat dan prestasi akademik tinggi.
“Andi Budiharsono dapat menjadi contoh bagi guru lainnya. Di tengah kesibukan sebagai kepala sekolah, perjalanan pergi pulang dari Bone ke Makassar, tidak pernah menyurutkan niat, langkah, dan perjuangannya untuk meraih gelar doktor,” puji Prof. Anshari. (Ans/Why)


























