Raih Doktor Akuntansi Teseng Aras Prabowo Dikukuhkan Menag

- Penulis

Sabtu, 27 September 2025 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Serang, Kabar PROFESIONA,co,id;

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (FEB UNTIRTA) menyelenggarakan sidang terbuka promosi doktor Ilmu Akuntansi atas nama Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak dengan disertasi berjudul “Nilai-Nilai Teseng dalam Konstruksi Akuntabilitas di Sektor Pertanian”. Sidang berlangsung di Ruang Teleconference Lt. 3 FEB UNTIRTA pada Sabtu (27/9) pukul 13.00–15.00 WIB, dipimpin oleh Prof. Dr. Tubagus Ismail, SE., MM., Ak., CA., CMA., Dekan FEB UNTIRTA, dengan sekretaris sidang Dr. Munawar Muchlish, Ak., M.Si., CA., ACPA., ASEAN CPA., CAPM.

Dalam penelitiannya, Dr. Muhammad Aras Prabowo mengungkap bagaimana masyarakat Bugis Bone memaknai nilai-nilai teseng dalam membangun akuntabilitas berbasis budaya lokal. Penelitian ini mengkonstruksi akuntabilitas modern yang berorientasi pada teori agensi dan pendekatan mekanistik, lalu menawarkan perspektif alternatif berupa akuntabilitas integratif-kolektif yang berakar pada kearifan lokal Bugis.

“Penelitian saya menegaskan bahwa akuntabilitas tidak sekadar prosedur administratif, tetapi merupakan praktik sosial dan spiritual yang bersumber dari nilai-nilai budaya. Nilai teseng mencerminkan prinsip kepercayaan, kesetaraan, dan tanggung jawab kolektif yang relevan untuk membangun tata kelola sektor pertanian yang lebih berkeadilan,” ujar Dr. Muhammad Aras Prabowo dalam sidang terbuka.

Baca Juga :  UNM Kunjungan Benchmarking ke UPI Bandung, Diskusi Tatakelola Fast Track dan PDMSU

Menurutnya, nilai siri, lempu, paccé, dan reso na mappesona RI Dewata Sewwae menjadi fondasi akuntabilitas berbasis komunitas yang non-kontraktual, namun mampu menjaga legitimasi sosial dan moral. Kerangka akuntabilitas berbasis budaya ini, lanjutnya, dapat memperkaya wacana akuntansi dengan dimensi spiritual, sosial, dan etis yang khas ke-Indonesia-an.

Prof. Dr. Tubagus Ismail selaku Ketua Sidang menegaskan kebaruan disertasi ini.

“Kontribusi penelitian ini sangat penting, karena menawarkan kerangka akuntabilitas yang berpijak pada budaya bangsa. Ini menjadi warna baru dalam pengembangan ilmu akuntansi, sekaligus memberikan arah reformasi kebijakan sektor pertanian yang sesuai dengan nilai-nilai lokal,” jelasnya.

Penguji eksternal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA Menteri Agama RI, memberikan apresiasi mendalam.

“Penelitian ini membuktikan bahwa budaya Bugis dengan nilai teseng mampu melahirkan model akuntabilitas yang humanis dan transendental. Temuan ini tidak hanya memperkaya akuntansi, tetapi juga menjadi refleksi spiritualitas dan tanggung jawab sosial dalam tata kelola publik,” ujarnya.

“Riset ini menghubungkan akuntansi dengan relasi sosial budaya. Temuan teseng dapat menjadi jembatan antara disiplin ekonomi, akuntansi, dan sosiologi, sehingga melahirkan tata kelola yang kontekstual dan sesuai karakter bangsa Indonesia,” kata Menteri Agama RI.

Baca Juga :  Empat Jabatan Strategis Lantamal VI Makassar Diserahterimakan

Selain itu, sejumlah pejabat dan akademisi turut memberikan apresiasi, di antaranya Faried F. Saenong, MA,. M.Sc., Ph.D. Staf Khusus Menteri Agama RI dan juga Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Muhammad Ishom (Rektor UIN SMH Banten), Dr. H. Amrullah, M.Si Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Fatkhu Yasik, M.Pd Wakil Rektor I UNUSIA, Dr. Fira Mubayyina, M.H Wakil Rektor II UNUSIA,

serta jajaran promotor: Prof. Dr. Meutia, SE., MP, Dr. Windu Mulyasari, SE., M.Si., CSRS., CSRA, dan Dr. Agus Sholikhan Yulianto, SE., Ak., M.Si.

Menurut Prof. Dr. Meutia, SE., MP selaku Promotor menyampaikan bahwa penelitian ini memiliki nilai kebaruan (novelty) dalam merumuskan model akuntabilitas berbasis kepercayaan dan kolektivitas budaya yang belum pernah dikaji sebelumnya. Secara praktis, hasil riset ini membuka peluang penerapan akuntabilitas berbasis kearifan lokal di berbagai sektor, khususnya dalam tata kelola pertanian berkelanjutan.

Dengan penemuan ini, Dr. Muhammad Aras Prabowo resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Akuntansi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, menambah daftar akademisi yang berkontribusi dalam memperkaya paradigma akuntansi berbasis budaya di Indonesia. (Relise/din pattisahusiwa)

Berita Terkait

Kukuhkan 1.065 Lulusan UNM, Prof. Farida Patittingi Dorong Bina Talenta Guna Cari Peluang Kerja
Delegasi Unismuh Makassar Hadiri Sosialisasi Program Plantationpreneurs Festival 2026
HUT Kodaeral VI Tahun 2026, TNI AL Kodaeral VI Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Pangkep
Hasilkan Produk Bahan Ajar BIPA Berbasis Ekologi Bahasa Antar Peneliti BRIN Ratnawati Raih Doktor di FBS UNM, Riset Disertasinya Dipuji Penguji Eksternal dari Chiang Mai University Thailand
Prodi Spesialis Kedokteran Emergency Unismuh Makassar Resmi Terakreditasi LAM-PTKes
Ramah Tamah Wisuda FIKK UNM, Dekan Tegaskan Pentingnya Ilmu Pengetahuan, Memiliki Karakter, Integritas, Kemampuan Beradaptasi, dan Semangat Terus Belajar
Plt. Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi Semangati Wisudawan FIKK UNM Dalam Ramah Tamah Wisuda
Ramah Tamah FBS UNM, Dekan: Gelar Akademik Dicapai melalui Doa, Peluh, dan Perjuangan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:02 WIB

Kukuhkan 1.065 Lulusan UNM, Prof. Farida Patittingi Dorong Bina Talenta Guna Cari Peluang Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:05 WIB

Delegasi Unismuh Makassar Hadiri Sosialisasi Program Plantationpreneurs Festival 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:03 WIB

HUT Kodaeral VI Tahun 2026, TNI AL Kodaeral VI Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Pangkep

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:25 WIB

Hasilkan Produk Bahan Ajar BIPA Berbasis Ekologi Bahasa Antar Peneliti BRIN Ratnawati Raih Doktor di FBS UNM, Riset Disertasinya Dipuji Penguji Eksternal dari Chiang Mai University Thailand

Senin, 13 Juli 2026 - 19:43 WIB

Prodi Spesialis Kedokteran Emergency Unismuh Makassar Resmi Terakreditasi LAM-PTKes

Berita Terbaru

POLITIK BAHASA

Jati Diri Bahasa Indonesia di Tengah Ledakan Akal Tiruan

Rabu, 15 Jul 2026 - 08:34 WIB