UNM Kunjungan Benchmarking ke UPI Bandung, Diskusi Tatakelola Fast Track dan PDMSU

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, JAWA BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) — Tim Kunjungan Benchmarking Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan pertemuan dan pembahasan terkait tatakelola akademik dan keuangan penyelenggaraan fast track dan Program Doktor Magister Sarjana Unggul (PDMSU) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang telah berpengalaman menyelenggarakan kedua program akademik tersebut.

Rombongan Tim UNM dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof.Dr. Farida Patittingi,S.H., M.Hum. didampingi Prof.Dr. Anshari, M.Hum. (Dekan FBS), Prof.Dr.Ir. Jamaluddin, M.TP. (Dekan FT), Dr. Andi Ihsan, M.Sn. (Dekan FSD), Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D. (Dekan FMIPA), Dr.dr. Nurussyariah Hammado, M.AppSci, SP.N(K), FIPM AIPO-K. (Dekan FK), Syamsi, M.Si. (Karo Akademik), Ahmad Fudhail Majid, M.Si. (Staf WR1), dan Hajrah Hasani, M.Pd. (Staf Rektor). Kunjungan Benchmarking UNM ke UPI Bandung berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026 di Gedung Perkuliahan Pendidikan Profesi Guru.

Tim tuan rumah UPI Bandung menyambut hangat dipimpin Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof.Dr. Vanessa Gaffar, S.Ak., MBA., didampingi Dr. ret. nat. Asep Supriatna, M.Si. (Direktur Direktorat Pendidikan), Prof.Dr. Ahmad Yani, M.Si. (Direktur Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta), Prof.Dr. ret.nat. Ahmad Mudzakir, M.Si. (Kepala Divisi Rekruitmen Mahasiswa Baru), Agus Setiawan, S.E. (Kepala

Divisi Layanan Pendidikan), Prof.Dr. Yulianeta, M.Pd. (Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu FPBS), dan beberapa Ketua Program Magister dan Doktor.

Prof. Vanessa Gaffar dalam sambutan penerimaan menyatakan bangga dan senang atas kedatangan UNM untuk berdiskusi praktik baik dalam pengelolaan fast track dan PDMSU. Ia mengatakan bahwa program magister dan doktor sudah terintegrasi dengan fakultas bagi monodisiplin dan sekolah pascasarjana hanya mengelola transdisiplin. Program fast track sudah dilaksanakan 4 tahun dan PDMSU telah berjalan dan sekarang di Batch 10.

Baca Juga :  UNSULBAR Gelar The 1st Mandar International Conference, Rektor: Perkuat Jejaring Internasional dan Tingkatkan Kualitas Akademik

Sementara itu, Prof. Farida Patittingi menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan benchmarking di UPI Bandung, yaitu untuk terus melakukan penguatan akademik, terutama setelah alih tatakelola program studi monodisiplin di fakultas. Pemilihan UPI Bandung karena sudah lama menerapkan program percepatan studi yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan untuk melakukan pengembangan.

“Selain UPI Bandung, pimpinan UNM juga menyambangi Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kita memilih berdiskusi sesama LPTK karena memiliki karakter sama. Kita berharap segera UNM juga menyiapkan mekanisme tatakelola program fast track dan PDMSU,” harapnya.

Ia menambahkan bahwa program ini harus diwujudkan karena mahasiswa sangat menunggu dan memiliki harapan agar diberi kebijakan bagi mereka yang berprestasi. Karena itu, penerapan program ini merupakan langkah strategis untuk dapat melayani dengan baik dan memberi penguatan akademik dari perspektif hukum dan kebijakan pimpinan.

Fast track (jalur cepat) adalah program akselarasi studi yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan jenjang S1 dan S2 secara terintegrasi dalam waktu lebih singkat, umumnya 5 tahun. Program ini menggabungkan matakuliah S1 dan S2 di tahun-tahun akhir studi, sehingga mahasiswa bisa lulus S2 lebih cepat dari jalur reguler.

Sedangkan PDMSU adalah percepatan penyelesaian studi dari jenjang S2 ke S3 dengan tujuan agar kedua jenjang itu juga diselesaikan dengan secepatnya. Hanya saja program PDMSU masih bersifat non-reguler. Peserta PDMSU harus bersinergi dengan pemerintah karena peserta terlebih dahulu dinyatakan memperoleh beasiswa.

Baca Juga :  STMIK Kharisma Makassar Lakukan Pendampingan Pemanfaatan Financial Technology dan Kecerdasan Buatan

Dalam diskusi, pengelola fast track dan PDMSU UPI Bandung memberi banyak informasi. Pengelolaan program ini tetap mengacu pada peraturan menteri dan ditopang kuat oleh peraturan rektor. Mahasiswa yang berminat mengikuti fast track, telah berada di Semester 6 atau 7, sudah melulusi semua matakuliah dan sisa skripsi. Pada saat itu, mahasiswa sudah memprogramkan matakuliah semester 1 di jenjang S2. Setelah selesai skripsinya, lanjut lagi ke semester 2. Fast track diselesaikan dalam 2 semester.

Mengenai pembayaran UKT, nanti selesai skripsi dan memasuki semester 2 di jenjang S2, mahasiswa fast track baru diberi NIM baru dan pembayaran UKT yang berlaku di jenjang S2. Dalam hal ini, mahasiswa memiliki “tabungan” matakuliah yang dapat ditarik ke PDDIKTI setelah ada NIM baru. Pengelolaan akademik dalam masa transisi itu masih bersifat manual.

Kurikulum harus diubah dengan menyesuaikan S1 dan S2. Bagi mahasiswa S1 yang akan mengikuti fast track diarahkan memilih program studi yang linear. Strategi yang dilakukan oleh UPI Bandung adalah sosialisasi ketika penyambutan mahasiswa baru.

Berbeda halnya dengan program PDMSU, terpisah dengan kelas reguler karena terbatas diperuntukan bagi mahasiswa yang menerima beasiswa dari pemerintah. Khusus di UPI Bandung sudah berjalan dalam Batch 10 dan terbatas hanya program studi tertentu. Berdasarkan penyampaian pengelola di UPI Bandung, PDMSU berjalan baik dan rata-rata penyelesaian studi S2 dan S3 hanya 4 tahun. (Ans/Why)

Berita Terkait

Dosen FIS-H UNM Bahas Sinergi Keilmuan dalam Penguatan Usaha Masyarakat Desa Lawallu : Kewirausahaan, Digitalisasi, Pemasaran, dan Literasi Keuangan
Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal
Dihadapan Ribuan Peserta PKKMB, FIKK UNM Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi
FBS UNM Sambut 1.352 Mahasiswa Baru 2026, Dekan: Jaga Harapan Orang Tua
Pendampingan Nelayan : Merokok Dikendalikan, Senyum Sehat Dipertahankan Berbasis Kearifan Bugis
PKKMB Pascasarjana FBS UNM, Dekan Tegaskan Integritas Akademik dan Tolak Praktik Gratifikasi di Hadapan 140 Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor
Sebanyak 100 Mahasiswa S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga Serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga Resmi Diterima Dalam Kegiatan PKKMB di FIKK UNM
Unismuh Makassar Perluas Jejaring ke Thailand, Targetkan 600 Mahasiswa Dapat Pengalaman Internasional

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:06 WIB

Dosen FIS-H UNM Bahas Sinergi Keilmuan dalam Penguatan Usaha Masyarakat Desa Lawallu : Kewirausahaan, Digitalisasi, Pemasaran, dan Literasi Keuangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:47 WIB

FBS UNM Sambut 1.352 Mahasiswa Baru 2026, Dekan: Jaga Harapan Orang Tua

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Pendampingan Nelayan : Merokok Dikendalikan, Senyum Sehat Dipertahankan Berbasis Kearifan Bugis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:21 WIB

PKKMB Pascasarjana FBS UNM, Dekan Tegaskan Integritas Akademik dan Tolak Praktik Gratifikasi di Hadapan 140 Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor

Berita Terbaru