KabarPROFESIANA.c.id. Makassar– Unit Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (JBSI FBS UNM) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Bahan Ajar BIPA, Rabu (28/5/2025) secara daring dan luring.
Pematerinya Prof. Dr. Liliana Muliastuti. Dia mengemukakan ada empat hal penting dalam pembelajaran BIPA, yaitu bahasa pengantar (bahasa Inggris tidak selalu tepat), media dan metode, kompetensi kebahasaan dan berbahasa pengajar, dan karakteristik pemelajar.
“Bahan ajar adalah segala sesuatu yang membantu pelajar untuk belajar, dapat berupa buku teks, buku kerja, kaset, CD, video, koran, dan lainnya yang memberikan informasi kepada siswa,” jelas Dekan FBS Universitas Negeri Jakarta.
Ketua Unit Pembelajaran BIPA JBSI FBS UNM, Dr. Nurhusnah, M.Pd. menyampaikan tujuan workshop untuk meningkatkan kualitas dan relevansi materi pembelajaran BIPA.
Dr. Nurhusnah, M.Pd. lanjut menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk memberikan wadah bagi para pengajar dan pengembang bahan ajar dalam memperbarui pengetahuan, berbagi pengalaman, serta mengembangkan bahan ajar yang kontekstual, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan serta latar belakang budaya pembelajar asing.
“Selain itu, workshop ini juga bertujuan memperkuat kompetensi profesional tenaga pengajar BIPA di lingkungan FBS UNM, sehingga mereka mampu menghasilkan materi ajar yang mendukung proses pembelajaran yang efektif, komunikatif, dan berstandar internasional,” ungkap alumni S-2 Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
Nurhusnah berharap workshop ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas akademik dan profesional para pengajar dalam merancang bahan ajar yang inovatif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan pembelajar asing.
Melalui kegiatan ini, tambah Nurhusnah, diharapkan terjalin kolaborasi yang produktif antara dosen, peneliti, dan praktisi BIPA dalam menciptakan bahan ajar yang tidak hanya mendukung pencapaian kompetensi bahasa, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia secara efektif.
“Workshop ini juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Unit Pembelajaran BIPA JBSI FBS UNM sebagai pusat unggulan dalam pengembangan dan penyelenggaraan program BIPA yang berkualitas di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya. (Ans/Why)


























