MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Para peserta Seleksi Mandiri tahun 2026 calon mahasiswa baru Universitas Negeri Makassar (UNM) yang memilih jalur prestasi diharapkan memiliki integritas atau kejujuran. Jujur pada dokumen yang disetor, jujur dalam menjawab pertanyaan penilai, dan jujur dalam menjalani proses seleksi. Kejujuran sangat penting dimiliki sebagai bekal penting dalam mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan ketika telah menyandang status mahasiswa UNM.
Demikian arahan Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Prof.Dr. Hj. Aslinda, M.Si. ketika memberi sambutan pembukaan Verifikasi dan Wawancara bagi peserta Seleksi Mandiri UNM Tahun 2026. Sebanyak 302 peserta, satu di antaranya penyandang disabilitas tuna rungu.
Jalur prestasi terdiri atas tahfidz Quran diikuti 54 orang, juara diikuti 152 orang, dan organisasi diikuti 96 orang. Penilai atau verifikator yang diberi amanah, yaitu dosen Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab, para Wakil Dekan Bidang Akademik, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
“Saya perlu tegaskan kepada anak-anakku, peserta seleksi bahwa tidak ada biaya dalam seleksi. Jika ada orang atau oknum yang memberi harapan dapat meluluskan, maka dapat dipastikan sebagai modus penipuan. Yang dibayar hanya biaya UKT kalau sudah dinyatakan lulus,” tegas Prof. Aslinda.
Seusai membuka kegiatan seleksi jalur prestasi, Prof. Aslinda melakukan pemantauan di masing-masing ruangan untuk memastikan kegiatan verifikasi dan wawancara berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Turut membersamai Prof. Aslinda, Ketua Panitia, Prof.Dr.Anshari, M.Hum., Wakil Ketua, Prof.Dr. Ir. Jamaluddin, MP., Prof.Dr. Ahmad Razak, S.Psi., M.Psi., Sekretaris, dan Koordinator TIK. Prof. Hj. Aslinda mengamati secara khusus peserta disabilitas tuna rungu yang memilih jalur prestasi juara.
Sesuai penetapan lini masa Seleksi Mandiri UNM tahun 2026, pengumuman hasil kelulusan jalur prestasi, termasuk jalur skor UTBK pada Selasa, 23 Juni 2026. Bagi peserta jalur prestasi dan skor UTBK yang belum lulus,
dibuka kesempatan mendaftar di jalur ujian tulis Tes Potensi Akademik (TPA) yang akan berakhir masa pendaftaran pada Jumat, 26 Juni 2026.
Untuk menjaga integritas, akuntabilitas, dan mutu penilaian, panitia Seleksi Mandiri UNM tahun 2026 telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan instrumen penilaian jalur tahfidz, prestasi, dan organisasi. Narasumber yang diundang, yaitu Pengurus DPP IMMIM Sulawesi Selatan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Ketua Umum PGRI Sulawesi Selatan, dan Sekjen Persatuan Sepak Takraw Indonesia Sulawesi Selatan.
Kegiatan FGD dibuka Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof.Dr. Farida Patittingi, M.Hum. yang diikuti semua wakil rektor, dekan dan direktur, ketua senat akademik, ketua majelis profesor, ketua lembaga, kepala biro, Ketua SPI, dan para panitia.
Prof. Farida Patittingi dalam arahannya menekankan agar pelaksanaan Seleksi Mandiri UNM tahun 2026 dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
” FGD penyusunan instrumen penilaian sangat dibutuhkan demi menjamin kualitas penilaian. Narasumber yang dihadirkan adalah pakar yang sangat kompeten memberi pengetahuan dan pemahaman terhadap indikator penilaian setiap jalur, baik tahfidz Quran, prestasi juara, dan organisasi,” pungkasnya. (ans/why)


























