UNM Laksanakan Benchmarking ke UNNES, Bahas Percepatan Program Fast Track dan Pengembangan Akademik

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, JAWA TENGAH (Kabar PROFESIANA.co.id) — Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan kegiatan benchmarking ke Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarkedua perguruan tinggi sekaligus menggali informasi strategis terkait pengembangan program fast track, tata kelola akademik.

Rombongan UNM dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., bersama tim yang terdiri atas para dekan dari Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Pendidikan, Ketua LPMP2M, serta Direktur Pascasarjana UNM.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa senang atas kunjungan UNM yang disebutnya sebagai “saudara tua” bagi UNNES.

Ia menjelaskan bahwa UNNES saat ini telah berstatus PTNBH sejak Oktober 2022. Selain itu, UNNES juga terus menunjukkan capaian membanggakan, di antaranya peringkat ke-4 tingkat nasional dan ke-28 tingkat dunia sebagai kampus hijau dan konservasi. Saat ini UNNES memiliki 1.300 dosen, 167 profesor, 528 doktor, 693 tenaga kependidikan, serta 49.941 mahasiswa. Secara akademik, UNNES memiliki 124 program studi, 1 sekolah pascasarjana, 9 fakultas, 2 lembaga utama yakni LP3 dan LP2M, serta 15 jurnal terindeks Scopus.

Baca Juga :  Guru Besar FBS UNM Tulis Buku Mata Pelajaran Bahasa Makassar, Langsung Diterbikan PT Yudhistira Ghalia Indonesia

Sementara itu, Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari UNNES. Ia menegaskan bahwa tujuan kunjungan ini selain mempererat hubungan kelembagaan, juga untuk memperoleh masukan mengenai strategi percepatan program fast track.

Menurut Prof. Andi Aslinda, UNM memilih UNNES sebagai mitra benchmarking karena dinilai tepat dalam memberikan pengalaman dan strategi pengembangan fast track. UNM sendiri saat ini memiliki sekitar 52.000 mahasiswa, dengan 44 program studi magister dan doktor di pascasarjana, termasuk lima program multidisiplin. Ia juga menyampaikan bahwa UNM sejatinya telah bersiap menuju PTNBH, namun masih menunggu momentum dan pertimbangan tertentu.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Program PMDSU UNNES, Dr. Fadli, yang juga menjabat Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menjelaskan bahwa UNNES telah dua kali memperoleh program PMDSU dari pemerintah. Ke depan, UNNES akan terus mengajukan proposal untuk memperluas kesempatan pengembangan sumber daya akademik unggul.

Sesi berikutnya diisi pemaparan dari Ketua Tim Fast Track UNNES, Mbak Desi. Ia menjelaskan bahwa program fast track di UNNES kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Tim fast track secara aktif memantau perkembangan data mahasiswa, melakukan sosialisasi ke seluruh fakultas, serta memasukkan program ini dalam rangkaian kegiatan PKKMB.

Baca Juga :  Rektor UNM Me-launching Aplikasi Penginputan Nilai

Selain itu, tim fast track juga berperan sebagai narahubung dan pemberi rekomendasi kepada pimpinan universitas maupun fakultas terkait perkembangan program. Berbagai inovasi sosialisasi terus dilakukan, seperti kegiatan open day di Fakultas MIPA. Saat ini program fast track telah berjalan di seluruh fakultas di UNNES, meskipun tetap menghadapi dinamika dalam implementasinya.

Kegiatan benchmarking kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara tim UNM dan jajaran pimpinan UNNES. Dalam sesi ini, peserta memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai mekanisme pelaksanaan, strategi sosialisasi, sistem monitoring, hingga tantangan dan solusi dalam pengembangan program fast track di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan benchmarking ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi UNM dalam memperkuat tata kelola akademik, mempercepat program fast track, serta mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi yang semakin unggul dan berdaya saing nasional maupun global. (Rls/Ans/Why)

Berita Terkait

Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal
Dihadapan Ribuan Peserta PKKMB, FIKK UNM Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi
FBS UNM Sambut 1.352 Mahasiswa Baru 2026, Dekan: Jaga Harapan Orang Tua
Pendampingan Nelayan : Merokok Dikendalikan, Senyum Sehat Dipertahankan Berbasis Kearifan Bugis
PKKMB Pascasarjana FBS UNM, Dekan Tegaskan Integritas Akademik dan Tolak Praktik Gratifikasi di Hadapan 140 Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor
Sebanyak 100 Mahasiswa S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga Serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga Resmi Diterima Dalam Kegiatan PKKMB di FIKK UNM
Unismuh Makassar Perluas Jejaring ke Thailand, Targetkan 600 Mahasiswa Dapat Pengalaman Internasional
BIPA FBS UNM Sambut Sembilan Pebelajar Internasional dari Empat Negara

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Dihadapan Ribuan Peserta PKKMB, FIKK UNM Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:47 WIB

FBS UNM Sambut 1.352 Mahasiswa Baru 2026, Dekan: Jaga Harapan Orang Tua

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Pendampingan Nelayan : Merokok Dikendalikan, Senyum Sehat Dipertahankan Berbasis Kearifan Bugis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:21 WIB

PKKMB Pascasarjana FBS UNM, Dekan Tegaskan Integritas Akademik dan Tolak Praktik Gratifikasi di Hadapan 140 Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor

Berita Terbaru