MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar menggelar Workshop Penulisan Buku Referensi Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya pada Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen JBSI FBS UNM dalam memperkuat budaya akademik sekaligus mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan karya ilmiah berbentuk buku referensi.
Workshop yang dilaksanakan secara daring dan luring tersebut menghadirkan narasumber Prof. Dr. Maman Suryaman, M.Pd. yang bergabung melalui Zoom. Kegiatan ini turut dihadiri Dekan FBS UNM Prof. Dr. Anshari, M.Hum., Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Prof. Dr. Kembong Daeng, M.Hum., serta Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Baharman, S.S., S.Pd., M.Hum. Sejumlah dosen dan mahasiswa juga mengikuti kegiatan, baik secara langsung di Ruang Seminar JBSI maupun melalui platform virtual.
Dalam sambutannya, Dekan FBS UNM Prof. Dr. Anshari, M.Hum. menegaskan bahwa penulisan buku referensi menjadi salah satu prioritas akademik yang penting bagi dosen maupun mahasiswa.
Menurutnya, kemampuan menulis buku tidak hanya mendukung pengembangan akademik, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Penulis yang baik adalah penulis yang spesifik,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Prof. Anshari menjelaskan bahwa buku referensi menjadi bukti kepakaran seseorang dalam bidang tertentu sekaligus memperkuat reputasi dan identitas akademik. Selain itu, karya buku juga berkontribusi pada pengembangan karier akademik dosen melalui penambahan poin untuk kenaikan jabatan fungsional.
Menurutnya, buku referensi dapat menjadi media publikasi hasil penelitian yang lebih luas dan mendalam. Proses penulisannya pun membantu dosen menyusun materi ajar secara sistematis sehingga kualitas pembelajaran di kelas semakin meningkat. Tidak hanya memiliki nilai akademik, buku referensi juga dinilai memiliki manfaat ekonomi melalui royalti penerbitan. Lebih dari itu, buku menjadi dokumentasi ilmiah yang mampu melestarikan gagasan penulis lintas generasi.
“Buku referensi menjadi jejak ilmiah. Meskipun penulisnya telah wafat, pemikirannya tetap hidup dan dapat dibaca dari generasi ke generasi. Tulisan yang menjadi buku juga dapat bernilai amal jariyah,” ajak Prof. Anshari.
Di akhir sambutannya, Prof. Anshari menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah mengikuti workshop, baik secara daring maupun luring. Melalui kegiatan ini, FBS UNM berharap lahir lebih banyak buku referensi di bidang bahasa, sastra, dan pengajarannya dari lingkungan akademik UNM. (Den/Ans/Why)


























