MAROS, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Hima LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Unhas dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 2-3 Mei 2026 di Desa Benteng Gajah Kabupaten Maros dengan tema Awardee Mengabdi 7.0 : Bersama Mengabdi, Mewujudkan Desa Sehat dan Mandiri.
Kegiatan tersebut terdiri atas dua kegiatan yaitu Penyuluhan & Pemeriksaan Gratis dan Workshop Ekonomi Kreatif Desa.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan kampus berdampak dan berkontribusi terhadap kemajuan desa, ucap Aditya Idris, dalam sambutannya sebagai Wakil Lurah LPDP Unhas.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dian Meylani melaporkan bahwa jumlah peserta pada kegiatan tersebut berjumlah 50 orang untuk kegiatan Penyuluhan Kesehatan dan Pemeriksaan Gratis dan dihadiri 50 orang untuk Workshop Ekonomi Kreatif Desa.
Kegiatan dilakukan dalam bentuk edukatif dan partisipatif.
Selain itu, Kepala Desa Benteng Gajah, Anshar menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kemajuan desa karena memang mereka punya program untuk Desa Sehat dan Memanfaatkan Sumber Daya Alam untuk penopang ekonomi kreatif di desa. Sesebagaiu sebagai penopang bagi desa wisata di sekelilingnya, apabila ada wisatanya datang ke desa tetangga maka pasti akan singgah untuk membeli ole-ole di desanya karena memiliki produk unggulan berupa kripik pisang “Cavendish”
Pada kegiatan penyuluhan kesehatan menghadirkan salah awardee LPDP Unhas sebagai narasumber yaitu dr. Irwan Anugrah ZD. Penyuluhan Kesehatan difokuskan pada Mengenali Gejala dan cara penanggulangan Penyakit Tidak Menular.
Sedangkan pemeriksaan kesehatan gratis dengan pemeriksaaan tekanan darah, pemeriksaan asam urat, dan pemeriksaan gula darah.
Sedangkan Workshop Ekonomi Kreatif Desa narasumber adalah Lurah LPDP Hima Unhas Muhammad Taufik.
Materi yang disampaikan bagaimana menciptakan potensi lokal yang ada menjadi produk yang bernilai tambah dan menciptakan produk olahan. Selain itu, langsung praktik pengolahan pisang menjadi kripik berbagai rasa dengan teknik pengepakan yang menarik.
Di sela kegiatan, adanya sosialisasi dari OJK (Otomatis Jasa Keuangan) yang mengedukasi warga agar tidak melakukan pinjaman online, dan mengatur keuangan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya bersama keluarga. (Rls/Ans/Why)


























