MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) — Peluang kerja bagi lulusan Bahasa Mandarin di sektor industri kembali terbuka. PT Detian Coking Indonesia (DCI) menawarkan berbagai posisi karier bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), bahkan bagi mereka yang belum memiliki kemampuan bahasa Mandarin yang sepenuhnya fasih.
Sosialisasi ini digelar di FBS UNM, pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri pimpinan fakultas serta perwakilan perusahaan. Dari pihak kampus hadir Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Pengembangan FBS UNM,
Samsidar, S.Pd., M.Ed., TESOL., Ed.D., serta Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Prof. Muh. Anwar. Sementara dari DCI hadir pimpinan Departemen General Han Wei bersama tim HRD.
Dalam pemaparannya, HRD DCI Alfian Pratama menegaskan bahwa peluang karier bagi lulusan Mandarin tidak terbatas pada posisi penerjemah.
“Bukan hanya menjadi translator, tetapi juga bisa berkembang di bidang lain dengan jenjang karier yang cukup terbuka,” ujarnya.
DCI sendiri merupakan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, yang bergerak di bidang produksi kokas untuk industri besi dan baja.
Menariknya, perusahaan juga membuka peluang bagi pelamar dengan kemampuan bahasa Mandarin dasar. HRD DCI, Karissa Aprilia, menyebut kemampuan tersebut dapat berkembang seiring pengalaman kerja.
“Tidak masalah jika masih dasar, karena kemampuan itu bisa berkembang melalui lingkungan kerja dan kemauan individu,” jelasnya.
Saat ini, kata Alfian, sudah ada dua alumni FBS UNM yang bergabung dengan perusahaan tersebut. Ia berharap jumlah tersebut terus bertambah seiring meningkatnya minat mahasiswa.
Dalam sesi diskusi, pihak DCI juga menekankan bahwa penempatan kerja di perusahaan mereka lebih fleksibel dibandingkan perusahaan lain.
“Posisi disesuaikan dengan minat pelamar dan tidak dipindahkan secara sembarangan,” tambah Alfian.
Selain itu, mahasiswa yang belum lulus juga tetap memiliki peluang untuk melamar, meski perusahaan tetap menyarankan penyelesaian studi terlebih dahulu.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran lebih jelas mengenai kebutuhan industri serta kesiapan menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor yang berkaitan dengan bahasa Mandarin. (Den/Why/Ans)


























