BONE, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- Desa Pattiro Bajo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, menjadi pusat kegiatan pengabdian mahasiswa melalui program Himaprodi PBSI Mengabdi 2026 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM), pada 27 April hingga 2 Mei 2026 lalu.
Mengusung semangat kolaborasi dan pemberdayaan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi masyarakat. Berbagai program dirancang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari penguatan literasi, pengembangan kreativitas pelajar, hingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Di bidang kebahasaan, panitia menggelar lomba puisi tingkat SMP dan SMA serta lomba mendongeng yang menjadi wadah ekspresi sekaligus penguatan karakter literasi generasi muda. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi pelajar yang turut meramaikan kegiatan tersebut.
Sementara itu, semangat kebersamaan juga tercermin dalam pertandingan olahraga yang meliputi sepak bola mini, takraw, voli putra, dan voli putri. Seluruh rangkaian lomba dan pertandingan dipusatkan di Lapangan Desa Pattiro Bajo, yang selama kegiatan berlangsung menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat.
Puncak kegiatan intelektual ditandai dengan pelaksanaan seminar kebahasaan dan workshop media pembelajaran pada 29 April 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, yang dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kontribusi nyata mahasiswa di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya menghadirkan seminar, tetapi juga menghadirkan kegiatan nyata di tengah masyarakat. Kegiatan seperti ini sudah seharusnya mendapat dukungan dan fasilitasi dari pemerintah agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui program pengabdian seperti ini menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Tak hanya berfokus pada edukasi, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi dengan meningkatnya aktivitas pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan area kegiatan. Interaksi langsung antara mahasiswa, pelajar, dan masyarakat menciptakan pengalaman baru yang memperkuat nilai kebersamaan.
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Pattiro Bajo, Muhammad Akil, pada malam penutupan kegiatan. Ia menilai program yang dijalankan tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga berdampak nyata.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi dan dedikasi yang ditunjukkan, khususnya oleh mahasiswa dan pelajar, sangat luar biasa. Saya melihat langsung hasilnya, baik dari pertandingan maupun pelatihan yang diberikan kepada warga, serta meningkatnya antusiasme UMKM dan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui Himaprodi PBSI Mengabdi 2026, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun ruang belajar, berkarya, dan berkembang bersama. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan nyata yang memberi makna dan dampak berkelanjutan. (Den/Ans/Why)


























