MAKASSAR, SULAWESI SELATAN ( KabarPROFESIANA.co.id)– Pendidikan tinggi bukan sekadar ruang transfer ilmu pengetahuan, melainkan kawah candradimuka tempat karakter, integritas, dan peradaban bangsa ditempa. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara intelektual dan berkarakter luhur.
Salah satu pilar utama yang memegang peranan krusial dalam misi besar ini adalah pelaksanaan Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK). Melalui sistem monitoring dan evaluasi perkuliahan yang berjalan ketat serta terpadu, MKWK di UNM kini tampil lebih segar, adaptif, dan berorientasi mutu. Keberhasilan ini tentu bukan hasil kerja instan, melainkan wujud nyata dari sinergi luar biasa seluruh elemen sivitas akademika yang menjalankan fungsinya dengan penuh dedikasi.
Arah Kebijakan Strategis: Fondasi Mutu dari Pimpinan Universitas
Kualitas pembelajaran yang prima berawal dari visi kepemimpinan yang kuat. Prof. Dr. Hj. Aslinda, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, secara konsisten mengawal dan mendorong transformasi mutu akademik di lingkungan universitas. Dukungan kebijakan strategis ini memastikan setiap mata kuliah, termasuk MKWK, dirancang tidak hanya untuk memenuhi standar kurikulum nasional, tetapi juga menjawab tantangan era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.
Langkah strategis tersebut dieksekusi dengan sangat baik di tingkat operasional oleh Dr. Mustari, M.Hum selaku Kepala Pusat Layanan MKU, MKK, dan Pendidikan Karakter UNM. Di bawah kepemimpinannya, fungsi monitoring perkuliahan berjalan secara sistematis, transparan, dan berkelanjutan. Pusat layanan ini memastikan bahwa setiap kelas MKWK tidak kehilangan esensi pembentukan karakter, berjalan sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta memanfaatkan fasilitas digital dan metode interaktif yang relevan.
Dedikasi di Ruang Kelas: Menghidupkan Nilai dalam Setiap Sesi Perkuliahan
Monitoring yang efektif tidak akan bermakna tanpa eksekusi kelas yang hidup dan inspiratif. Di sinilah peran para pengajar menjadi ujung tombak utama. Sosok dosen seperti Hadyan Hashfi MS, S.Pd., M.Pd, menjadi representasi nyata bagaimana perkuliahan MKWK dihidupkan secara kontekstual di dalam kelas.
Sebagaimana terlihat dalam aktivitas pembelajaran interaktif di kelas, materi-materi fundamental seperti Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Dasar Negara, Konstitusi Negara, dan Peraturan Perundang-undangan disampaikan bukan sekadar sebagai hafalan teori hukum belaka. Beliau mampu merangsang daya kritis mahasiswa untuk memahami esensi konstitusi dan tanggung jawab warga negara secara mendalam, memanfaatkan media visual modern yang membuat suasana kelas menjadi dinamis dan partisipatif.
Semangat serupa juga digelorakan oleh Seluruh Dosen Personalia MKWK yang Menjalankan Tugasnya dengan penuh integritas. Para dosen pengampu ini bahu-membahu menjaga standar kualitas pengajaran, membimbing mahasiswa dengan pendekatan humanis, serta memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila, kewarganegaraan, dan agama terinternalisasi secara utuh di setiap benak mahasiswa UNM.
Sinergi Tim: Memastikan Fungsi Berjalan Menuju UNM Unggul
Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan mutu pembelajaran MKWK di UNM saat ini merupakan bukti otentik bahwa seluruh elemen tim telah menjalankan fungsinya masing-masing dengan sangat baik.
• Pimpinan universitas dan pusat layanan hadir sebagai pengarah kebijakan dan pengawas mutu.
• Para dosen hadir sebagai fasilitator inspiratif yang mentransformasi ruang kelas menjadi ruang dialog yang mencerahkan.
• Mahasiswa menyambutnya dengan antusiasme tinggi dalam menyerap ilmu dan nilai moral yang diajarkan.
Monitoring perkuliahan bukanlah bentuk “pengawasan yang membebani”, melainkan sebuah bentuk pendampingan kolektif untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga di puncak tertinggi. Melalui sistem yang transparan dan kolaboratif ini, Universitas Negeri Makassar sekali lagi membuktikan kapasitasnya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak tenaga terdidik, tetapi juga membangun manusia Indonesia yang bermartabat, beretika, dan berwawasan kebangsaan yang kuat.
Mari terus dukung dan jaga kualitas pendidikan ini demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang dari bumi Kampus Oranye tercinta. (Rilis/Why/Ans)


























