Malassar, Kabar PROFESIANA,co,id:
Suasana kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Jumat, 10 Juli pagi ini terasa lain. Sebelumnya, lingkungan depan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar itu terkesan kaku bertransformasi menjadi ruang kolaborasi tanpa sekat. Parkiran kendaraan, hingga tanaman yang menganggu keindahan halaman.
Jumat bersih kali ini bukan hanya melibatkan staff amil pelaksana, melainkan juga lima pimpinan baru periode 2026/2031, masing masing Dr.H.Usman Sofian,MA, Yusran Sofyan,SE,S.Kom,M.Si, Dr.Abd.Aziz Ilyas,S.Ag,MH,H.Ahyar Amnur,S.Pd.M.Pd, dan Prof.Yusriani,S.KM.M.Kes (Ketua, Wakil Ketua I,II,III,dan IV).
Di hari yang mubarakah kali ini juga, pimpinan baru membawa pesan mendalam. Pasalnya, tidak ada jarak jabatan dengan staff amil pelaksana. Para pimpinan BAZNAS dalam aksi ini menunjukkan bahwa, mereka bukan sekadar pengambil keputusan, melainkan juga pelayan. Bahkan, mereka kepingin memastikan bahwa, sebelum duduk di kursi kepemimpinan, telah mengenal setiap sudut kantor yang akan digunakan untuk mengabdi.

BAZNAS Makassar ini tidak bisa membangun program besar dengan fondasi yang berantakan. Itulah mengapa para pimpinan juga berada di garis depan, memegang sapu, memberi aba aba, dan bahu-membahu menyingkirkan tumpukan kardus dan rerumputan.
Pekerjaan fisik itu mungkin terlihat sepele. Misalnya mencabut rumput liar di halaman. Namun, bagi para staf BAZNAS Makassar, aksi ini membawa pesan mendalam. Para pimpinan ingin menunjukkan bahwa mereka juga adalah pelayan, dan bukan sekadar pengambil keputusan semata.
“Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan kantor ini adalah rumah kita untuk melayani umat. Bagaimana kita bisa memberikan kenyamanan kepada para muzakki dan mustahik, jika tempat kita sendiri tidak nyaman dan bersih,” ujar Ketua BAZNAS Makassar, Dr.H.Usman Sifian,MA di sela-sela aktivitasnya.
Didampingi Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi,SDM, dan Umum–Prof.Yusriani, Dr.H.Usman Sofian MA mengakui, Kantor BAZNAS Makassar haruslah menjadi tempat yang paling bersih, nyaman, dan penuh berkah. Karena kantor ini merupakan tempat para muzakki datang untuk menyerahkan zakat, infak, maupun sedekah. Mereka tentunya akan kembali lagi ke sini, jika mereka nyaman,” tutur Dr.H.Usman Sofian,MA.
Menurutnya, BAZNAS Makassar saat ini memilih cara yang tak biasa untuk “berkenalan” dengan kantor. Karenanya, ia menyebut Jumat bersih bukan sekadar agenda untuk memenuhi standar kebersihan, melainkan sebuah simbolisasi pembersihan diri sebelum memikul amanah yang besar.
Pernyataan senada dikemukakan Prof.Yusriana. Ia menambahkan, kegiatan kerja bakti ini bukan sekadar agenda kebersihan biasa, melainkan momentum untuk meleburkan sekat antara pimpinan dan staf. Pimpinan baru kepingin menanamkan filosofi bahwa, kerja di lembaga zakat adalah kerja pelayanan—sebuah pengabdian yang dimulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga kebersihan lingkungan kantor, dan lingkungan kerja.
Dengan begitu, jelasnya, semangat kekeluargaan pun akan tumbuh. “Jumat hari ini, menjadi simbol bagi wajah baru BAZNAS Makassar. Bersih lingkungannya, bersih hatinya, dan siap melayani umat dengan semangat yang lebih segar. Sebuah awal yang sederhana, namun sarat akan makna bagi sebuah lembaga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ini adalah langkah awal yang sangat positif,” ujar Prof.Yusriani. (din pattisahusiwa/tim media banzas makassar)


























