MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)– Tim Pengabdi Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Pulau Lakkang dengan mengangkat potensi lokal sebagai penggerak ekonomi kreatif.
Program tersebut mengusung tema “Penguatan Ekonomi Kreatif Masyarakat Pulau Lakkang melalui Inovasi Kursi Bambu Ramah Lingkungan dan Produksi Abon dengan Pendekatan Desain Partisipatif dan Teknologi Tepat Guna.”
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dipimpin oleh Dr. Ir. H. Ayuddin, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., ACPE, dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Negeri Makassar yang didampingi anggota tim Dr. Agus Syam, S.Pd., M.Si., Ir. Sudarmanto Jayanegara, S.T., M.T., serta Munawwarah, S.Pd., M.Pd.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi memberikan pelatihan kepada kelompok pengrajin bambu untuk menghasilkan kursi bambu yang lebih berkualitas, memiliki desain menarik, serta ramah lingkungan.
Sementara itu, kelompok rumah tangga dibekali keterampilan mengolah ikan bandeng menjadi abon yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk mentah.
Kepada awak media, Dr. Ayuddin menegaskan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya melalui pelatihan keterampilan, tetapi juga harus didukung dengan penguatan kapasitas usaha, mulai dari inovasi produk, pengemasan, hingga pemasaran.
“Jadi perlu saya sampaikan bahwa melalui pendekatan desain partisipatif dan teknologi tepat guna, kami berharap masyarakat mampu mengembangkan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki,”tegas Dr. Ayuddin yang juga sebagai Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) ini.
Sementara itu, Lurah Lakkang, Burhan, S.Sos., memberikan apresiasi atas kontribusi LP2M UNM yang dinilai mampu memberikan solusi nyata dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
“Program ini memberikan manfaat besar karena masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga wawasan tentang bagaimana mengembangkan usaha yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi pelatihan. Para pengrajin bambu dan kelompok rumah tangga berharap program pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut agar produk lokal Pulau Lakkang semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut, Dosen UNM kelahiran Salobulo, Kab. Wajo, 30 Mei 1977 ini menyatakan bahwa melalui kegiatan pengabdian ini, LP2M Universitas Negeri Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Pulau Lakkang. (Why/Ans)


























