BARRU, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)– Upaya peningkatan kualitas pembelajaran terus diperkuat oleh SMAN 1 Barru melalui pelaksanaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Guru dalam Pembelajaran Kokurikuler dalam Program Generasi Terampil yang berlangsung pada 23–25 April 2026, lalu. Kegiatan ini diikuti 70 guru sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan berorientasi pada kebutuhan siswa di era abad ke-21.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran kokurikuler berbasis proyek yang mampu mengintegrasikan penguatan karakter dan keterampilan hidup siswa. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta terlibat aktif dalam berbagai sesi pelatihan, diskusi kolaboratif, serta praktik langsung dalam menyusun desain pembelajaran yang kontekstual.
Kepala SMAN 1 Barru, Rosman, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menegaskan pentingnya transformasi pendekatan pembelajaran di sekolah.
“Pembelajaran saat ini tidak cukup hanya menekankan pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Melalui Program Generasi Terampil, kami ingin memastikan seluruh guru memiliki kapasitas untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dan berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Hasbullah, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan implementasi pembelajaran kokurikuler di sekolah. “Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi ruang penguatan kapasitas dan refleksi bersama bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih partisipatif dan berpusat pada siswa. Harapannya, implementasi kokurikuler di SMAN 1 Barru semakin terarah dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pengembangan keterampilan siswa,” jelasnya.
Program Generasi Terampil sendiri merupakan inisiatif yang mendorong pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Pelaksanaan kegiatan ini oleh SMAN 1 Barru menjadi langkah konkret dalam mendukung transformasi pendidikan yang lebih adaptif dan inovatif.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru mampu mengimplementasikan pembelajaran kokurikuler secara lebih optimal, sehingga dapat menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi yang terampil, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Den/Why/Ans)













