MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)— Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), kembali menegaskan eksistensinya di panggung internasional. Lima delegasi UNM berhasil meraih penghargaan dalam ajang 2026 Chinese Bridge – South Sulawesi Regional Final yang digelar di Aula Stella Gracia School Makassar, Sabtu (25/4/2026).
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Mandarin (PBM) Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan Stella Gracia School Makassar. Ajang tersebut menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk mengasah kompetensi bahasa Mandarin sekaligus memperdalam pemahaman terhadap budaya Tiongkok.
Delegasi UNM yang terdiri atas Novitaria Musa, Dirly Putra, Maya, Intan Pasomba, dan Dea Caroline tampil kompetitif dan berhasil meraih predikat Juara Harapan. Capaian ini memperlihatkan konsistensi kualitas akademik mahasiswa UNM dalam bidang bahasa asing di tingkat regional.
Prestasi individu juga ditorehkan oleh Dirly Putra yang dinobatkan sebagai peraih penghargaan Pidato Terbaik. Ia dinilai unggul dalam aspek pelafalan, intonasi, serta penguasaan materi saat menyampaikan pidato di hadapan dewan juri.
Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., menegaskan bahwa capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga indikator meningkatnya daya saing mahasiswa di level global. Ia mengapresiasi semangat berprestasi yang ditunjukkan para delegasi.
“Pimpinan fakultas senantiasa mendorong mahasiswa untuk mengaktualisasikan talenta dan kompetensinya, khususnya dalam keterampilan berbahasa, sehingga mampu terus menorehkan prestasi dan mengharumkan nama fakultas serta universitas,” ujar Prof. Anshari, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan ini diharapkan menjadi katalis bagi mahasiswa lain untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai ajang kompetisi, baik nasional maupun internasional, sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan wawasan lintas budaya.
Partisipasi aktif UNM dalam ajang Chinese Bridge juga memperkuat jejaring kolaborasi antar-institusi pendidikan di Sulawesi Selatan, sekaligus mendorong peningkatan literasi bahasa dan budaya internasional di kalangan generasi muda. (Den/Ans/Why)



















