MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- Mahasiswa Program Doktor (S-3) Ilmu Pendidikan Bahasa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) Wahida, sukses menjalani promosi doktor di Ruang Rapat DA Lantai 2 FBS UNM, Kamis (21/5/2026). Dalam sidang tersebut, ia mempertahankan disertasinya yang berjudul Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi Digital di SMK.
Sidang promosi dipimpin langsung oleh Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., selaku ketua sidang. Turut hadir Prof. Dr. Mantasiah R., M.Hum. sebagai sekretaris sekaligus penguji internal, Prof. Dr. Ramly, M.Hum. selaku promotor, Prof. Dr. Ambo Dalle, M.Hum. sebagai kopromotor I, Dr. Syamsu Rijal, S.Pd., M.Hum. sebagai kopromotor II, serta penguji internal Dr. Usman, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Hasriani, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. hadir sebagai penguji eksternal dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Promosi doktor tersebut tidak hanya menjadi penanda capaian akademik Wahida, tetapi juga menghadirkan gagasan strategis mengenai masa depan pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dalam penelitiannya, Wahida mengembangkan model pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi digital yang dirancang untuk menjawab perubahan pola belajar generasi muda. Model tersebut menekankan kemampuan peserta didik dalam memahami, mengelola, hingga memproduksi informasi digital secara kritis dan kreatif.
Penelitian dan pengembangan itu dinilai relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, ketika pembelajaran tidak lagi bertumpu pada teks konvensional, tetapi juga pada kemampuan menavigasi arus informasi digital yang semakin masif.
Ketua sidang promosi, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., menilai disertasi Wahida memiliki kontribusi penting terhadap pengembangan inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah vokasi.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia harus mampu bergerak mengikuti perkembangan zaman. Literasi digital bukan lagi pelengkap, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama dalam proses pendidikan saat ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Anshari juga menekankan komitmen FBS UNM dalam memberikan layanan akademik yang maksimal kepada mahasiswa, termasuk pada jenjang Pendidikan Magister dan Doktor.
Menurutnya, FBS UNM terus berupaya menghadirkan iklim akademik yang mendukung mahasiswa untuk berkembang, berinovasi, dan menyelesaikan studi secara berkualitas.
“Kami di FBS UNM berkomitmen memberikan layanan akademik yang baik bagi mahasiswa. Kami ingin memastikan seluruh proses akademik berjalan secara profesional, suportif, dan mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang bermanfaat,” tuturnya.
Sementara itu, penguji eksternal, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., menilai model pembelajaran yang dikembangkan Wahida memiliki kekuatan pada aspek kontekstual dan relevansi dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
“Disertasi ini menarik karena tidak hanya berbicara teori, tetapi juga menawarkan model pembelajaran yang aplikatif dan dekat dengan realitas siswa SMK saat ini. Pendekatan literasi digital seperti ini sangat dibutuhkan dalam pembelajaran bahasa,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan literasi digital harus menjadi bagian integral dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena siswa saat ini hidup di tengah ekosistem informasi digital yang berkembang sangat cepat.
Selama sidang berlangsung, Wahida memaparkan hasil penelitiannya secara komprehensif di hadapan tim penguji. Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan kritis terkait implementasi model pembelajaran, efektivitas penerapan di sekolah vokasi, hingga tantangan penguatan literasi digital di lingkungan pendidikan. (Den/Ans/Why)


























