Riset BRIN Dorong Pelestarian Budaya Toraja melalui Pendidikan Multilingual Berbasis Kearifan Lokal

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Sulawesi Selatan (KabarPROFESIANA.co.id)— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra mengembangkan riset pendidikan multilingual berbasis kearifan lokal Toraja melalui program “LAKIPADADA: Pengembangan Bahan Ajar Multilingual Berbasis Kearifan Lokal Toraja”. Riset tersebut merupakan bagian dari Rumah Program Budaya Berkelanjutan tahun 2026 dengan keluaran utama berupa model pendidikan multilingual berbasis bahasa ibu. Kegiatan ini berlangsung tanggal 21 Agustus hingga tanggal 3 September 2026.

Riset yang diketuai Dr. Besse Darmawati, S.S., M.Pd. tersebut melibatkan enam peneliti dari BRIN dan satu akademisi dari Universitas Kristen Indonesia Toraja sebagai mitra. Tim memiliki kepakaran yang mencakup sastra interdisipliner, linguistik terapan, pendidikan multilingual, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, serta pendidikan bahasa Inggris.

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya keberlanjutan budaya dalam pembangunan berkelanjutan. Proposal riset menempatkan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus membangun keseimbangan ekologis, sosial, dan ekonomi. Dalam konteks tersebut, budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai pengetahuan dan praktik yang perlu tetap hidup dan relevan bagi generasi berikutnya.

Salah satu fokus utama riset adalah pemanfaatan bahasa Toraja dan kearifan lokal Toraja sebagai fondasi pengembangan bahan ajar multilingual. Model yang dikembangkan akan memadukan bahasa ibu atau bahasa Toraja, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris dalam pembelajaran. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan peserta didik sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya lokal.

Lakipadada menjadi salah satu sumber penting dalam pengembangan materi. Dalam proposal penelitian, Lakipadada diposisikan sebagai tokoh panutan masyarakat Toraja yang mewariskan berbagai nilai dan keteladanan hidup. Kisahnya berkaitan dengan norma adat, sistem kepercayaan, hubungan manusia dengan alam dan sesama, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan antargenerasi.

Baca Juga :  Perkuat Khazanah Keilmuan Hukum Islam, Unismuh Makassar Resmi Buka Program Magister (S2) Prodi Ilmu Syariah

Nilai-nilai yang dikaji antara lain penghormatan terhadap leluhur, keseimbangan kosmos, etika bermasyarakat, harga diri, harmoni, kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah adat. Nilai tersebut akan ditempatkan dalam konteks pembelajaran agar peserta didik tidak hanya mengenal bahasa Toraja, tetapi juga memahami budaya dan nilai yang melekat di dalamnya.

Riset dilaksanakan di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara, yang menjadi basis penutur bahasa Toraja. Kedua wilayah tersebut juga dikenal sebagai kawasan dengan potensi wisata alam dan budaya. Proposal mencatat bahwa perkembangan pariwisata dan industri perkebunan kopi di wilayah Toraja membuat penguatan kearifan lokal menjadi semakin penting agar pengetahuan budaya tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pengembangan bahan ajar akan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri atas lima tahapan, yakni Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap awal, tim akan menganalisis kebutuhan peserta didik, situasi pembelajaran, persepsi guru dan pemangku kepentingan, serta harapan pemerintah terhadap pendidikan multilingual berbasis kearifan lokal Toraja.

Produk bahan ajar selanjutnya akan dikembangkan untuk peserta didik Sekolah Dasar kelas IV, V, dan VI. Tahap implementasi dilakukan melalui uji coba terbatas, sedangkan efektivitas produk diukur menggunakan pretes dan postes. Produk juga akan melalui validasi yang melibatkan pakar bahasa, pakar kearifan lokal Toraja, dan pakar pendidikan multilingual.

Baca Juga :  Ketua BAZNAS Makassar Sebut KKP Unismuh tak Sekadar Jadi Bekal Akademis

Pada tahap pengambilan data awal, penelitian menargetkan sedikitnya 40 sekolah dasar, dengan sekitar 1.000 peserta didik, 40 guru, dan tiga pemangku kepentingan pendidikan. Sementara itu, uji coba terbatas direncanakan melibatkan tujuh sekolah di Tana Toraja dan tujuh sekolah di Toraja Utara.

Riset ini juga memiliki relevansi dengan kebijakan pendidikan daerah. Proposal mencatat adanya Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/116/DIKNAS/XII/2025 dari Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara mengenai penggunaan bahasa di lingkungan sekolah. Dalam kebijakan tersebut, bahasa Indonesia digunakan pada Senin dan Selasa, bahasa Inggris pada Rabu, bahasa ibu atau bahasa daerah Toraja pada Kamis, sedangkan Jumat memberikan ruang penggunaan ketiga bahasa tersebut.

Melalui riset tersebut, BRIN menargetkan lahirnya desain dan buku bahan ajar multilingual berbasis kearifan lokal Toraja serta model pendidikan multilingual berbasis bahasa ibu. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman pembelajaran bagi peserta didik sekaligus memberikan dasar ilmiah bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan kebijakan pendidikan yang berakar pada kearifan lokal.

Pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan bahasa peserta didik, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Toraja. Dengan demikian, pendidikan menjadi salah satu ruang untuk menjaga bahasa, nilai, dan pengetahuan lokal agar tetap hidup sekaligus membuka wawasan peserta didik terhadap lingkungan nasional dan global. (Rls/Ans/Why)

 

Berita Terkait

PkM Inovasi Teknologi Tepat Guna Solar Dryer System (SDS) Berbasis Energi Surya untuk Meningkatkan Mutu dan Nilai Tambah Produk Bunga Telang pada Komunitas Kebun Tetangga di Kota Makassar
Kaji Pengajaran Multikultural di Kelas Bahasa Inggris di SMP Antar Dosen Universitas Madako Tolitoli Raih Doktor di FBS UNM
Tembus Publikasi di IJOLE Terindeks Scopus Q1, Guru SMA Islam Athirah Makassar Raih Doktor di FBS UNM
PKM Edukasi Responsible AI Dorong Mahasiswa Gunakan AI Secara Etis
Dorong Lansia Aktif dan Mandiri, Tim PKM Universitas Negeri Makassar Implementasikan Digitalisasi Kebugaran Berbasis QR Code di Yayasan Batara Hati Mulia
Membanggakan, Gagasan Inovatif Dosen FIKK UNM Menangkan Madaya Sustainable Fund 2026, Gandeng Koperasi Kospermindo Berdayakan Petani Rumput Laut
Kolaborasi Prodi Pendidikan IPS dan Sekolah, Asistensi Mengajar UNM Hadir di SMPN 7 Kota Makassar
Kepala SMAN 3 Makassar Resmi Terima Mahasiswa Asistensi Mengajar Prodi Pendidikan Ekonomi FEB UNM

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Riset BRIN Dorong Pelestarian Budaya Toraja melalui Pendidikan Multilingual Berbasis Kearifan Lokal

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Kaji Pengajaran Multikultural di Kelas Bahasa Inggris di SMP Antar Dosen Universitas Madako Tolitoli Raih Doktor di FBS UNM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Tembus Publikasi di IJOLE Terindeks Scopus Q1, Guru SMA Islam Athirah Makassar Raih Doktor di FBS UNM

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:47 WIB

PKM Edukasi Responsible AI Dorong Mahasiswa Gunakan AI Secara Etis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Dorong Lansia Aktif dan Mandiri, Tim PKM Universitas Negeri Makassar Implementasikan Digitalisasi Kebugaran Berbasis QR Code di Yayasan Batara Hati Mulia

Berita Terbaru