MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yulianto, S.T., M.Eng., Ph.D. menyambangi Masjid Nurul Ilmu Kampus Gunungsari Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Selasa (28/4/2026) untuk menunaikan salat subuh secara berjamaah sekaligus dirangkaikan kegiatan Kuliah Subuh di depan jajaran pimpinan UNM, sivitas akademika, dan jamaah masjid.
Mengawali tausyiah, Guru Besar Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengapresiasi disain dan interior masjid yang dinilai bagus, indah, dan megah. Ia juga mengingatkan bahwa ciri manusia bertakwa, di antaranya selalu salat subuh dan isya secara berjamaah.
Ia lantas mengutip pernyataan Rasulullah yang pernah berwasiat bahwa panggilan utama dan paling mulia salat Subuh adalah mendatangi masjid. Sekiranya manusia mengetahui besarnya amalan ganjarannya, maka manusia akan mendatangi masjid meskipun dalam keadaan merangkak.
Mantan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB menukilkan kisah Pangeran Saudi dan seorang kakek.
“Ini kisah nyata. Seorang Pangeran, anak Raja Saudi, di tengah malam tiba-tiba pergi di suatu tempat, dataran tinggi di wilayah Mekkah. Sang Pangeran bertemu seprang kakek yang sedang duduk. Kakek kaget karena Pangersn membawa makanan. Pangeran mendadak mau datang saja. Kakek itu sebelumnya berdoa ingin makan. Pangeran pun menyuruh stafnya mengantar makanan. Datanglah nasi dan daging. Kakek berdoa lagi, ingin minum teh dan pir. Pangeran pun memberinya. Dua kali kakek berdoa, dua kali pula diijabah,” cerita Prof. Brian.
Ia melanjutkan kisahnya, kakek itu kembali berdoa bisa tidur dan pulas di kursi empuk. Tidak lama kemudian, utusan Kerajaan Saudi datang bagi-bagi kasur. Para ulama yang mendampingi Pangeran bertanya-tanya, siapakah kakek ini yang selalu dapat pelayanan istimewa?
“Kakek itu mungkin tidak dikenal oleh orang-orang di dunia, tapi dekat dan dikenal di langit. Ini merupakan pelajaran berharga dari contoh kakek yang selalu dan setiap saat berdoa. Karena, siapa saja manusia yang dekat dengan Allah, doanya pasti diijabah. Doa adalah senjata bagi orang beriman,” tegasnya.
Guru Besar di Fakultas Teknologi Industri ITB itu mendorong agar para jamaah berdoa di awal, bukan sebaliknya di akhir. Contoh kisah pangeran dan kakek. Setiap kakek ingin sesuatu, berdoa terlebih dahulu. Contoh lain, ada orang yang diijabah doa-doanya di akhirat. Doa-doanya di dunia berupa amal jariyah. Karena itu, ajak Prof. Brian, ibadah harus diperbanyak.
Kapan Indonesia bisa maju seperti negara Singapura? Tidak ada sampah, hidup teratur, sehat, dan dapat beribadah dengan baik? Pertanyaan retoris itu dijawab Prof. Brian; “Bisa saja dan saya yakin. Kita harus kerja keras dan berdoa. Kekuatan dos membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Banyak orang gagal karena tidak yakin dan tidak sabar.”
Mengenai kekuatan doa, Mendiktisaintek kembali menukilkan kisah Nabi Zakaria a.s. Ketika menikah, Nabi Zakaria berusia 30 tahun dan istrinya 20 tahun. Keduanya ingin sekali punya anak. Istrinya divonis mandul. Atas kesabaran mereka, setelah 100 tahun menanti, baru dikarunia anak. Anaknya bernama Yahya dan nama itu belum pernah ada. Yahya juga diangkat sebagai Nabi. Karena doa dan sabar, Nabi Zakaria meminta satu (anak), tapi Allah kasih lebih (nama dan predikat Nabi).
“Saya juga ingin bercerita tentang kisah Imam Ahmad bin Hambali dan tukang roti. Suatu ketika penjual roti salat Isya di masjid. Seusai salat, ia ingin baring istirahat. Namun, penjaga masjid (marbot) melarang dan mengusirnya. Penjual roti itu beranjak pergi. Imam Ahmad bin Hambali menyuruh mampir karena ingin membeli roti. Sambil membakar rotinya, Imam Ahmad mengamati penjual roti itu mulutnya komat-kamit. Ternyata, ia sedang istigfar. Pengakuannya ke Imam Ahmad, ia melakukan rutin istigfar sejak muda. Ia pun ungkapkan keinginannya bertemu Imam Ahmad bin Hambali. Bukan hanya bertemu, penjual roti itu justru didatangi orang yang telah lama ingin ditemuinya,” jelasnya.
Di akhir tausyiahnya, Prof. Brian mendorong agar para jamaah banyak berdoa dan beristigfar. Doa, istigfar, dan sedekah akan membuka pintu jalan bagi apa yang kita inginkan. Kalau kita berusaha, mendambakan sesuatu, jangan lupa berdoa. Jangan pernah meremehkan doa.
Kuliah Subuh yang dilaksanakan Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) bersama Pengurus Masjid Nurul Ilmi Kampus Gunungsari UNM dipadati ratusan jamaah, di antaranya hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof.Dr. Farida Patittingi,S.H., M.Hum., para wakil rektor, dekan/direktur, wakil dekan/direktur, ketua lembaga, kepala biro, ketua jurusan, koordinator program studi, civitas akademika, dan masyarakat. (Ans/Why)


























