MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Usai beri tausyiah dalam Kuliah Subuh di Masjid Nurul Ilmi Kampus Gunungsari Universitas Negeri Makassar (UNM), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof.Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. bertandang di Rektorat Gedung Menara Pinisi untuk memberi pengarahan dan penguatan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Mendiktisaintek, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor, dan jajaran pimpinan UNM, Selasa (28/4/2026).
Prof.Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. selaku Plt. Rektor UNM melaporkan singkat capaian program dan kinerjanya. Ia mengatakan selama enam bulan konsolidasi telah dilakukan dengan berbagai pengembangan fasilitas seluruh layanan bagi sivitas akademika. Ia juga mendorong para dosen melaksanakan tugas dan fungsi, khusunya riset dan publikasi ilmiah.
“Dana riset ditingkatkan, dikompetisikan, dan diberikan intensif bagi artikel jurnal toptier dan terindeks scopus Q1 da Q2. Dekan-dekan diberi target, misalnya Dekan FMIPA dan FT diberi target terbanyak,” ungkap Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sumber Informasi Universitas Hasanuddin (Unhas).
Prof. Farida melaporkan pula bahwa peralihan pengelolaan programstudi (prodi) monodisiplin dari Program Pascasarjana ke Fakultas telah terealisasi pada tanggal 22 Februari 2026.
“Kita juga setiap saat mengadakan rapat koordinasi pimpinan universitas dan para dekan/direktur pascasarjana untuk memastikan layanan sivitas akademika terpenuhi. Saya juga mendorong agar rakor diadakan di fakultas dan pascasarjana agar pelaksanaan tridarma perguruan tinggi berjalan dengan baik,” tandasnya.
Prof. Farida telah mengambil kebijakan penurunan dan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebanyak 1.000 mahasiswa. Kebijakan ini diambil agar tidak ada lagi mahasiswa putus kuliah karena tidak punya biaya. Karena itu, harap Prof. Farida, dukungan beasiswa kementerian, mitra, dan alumni selalu dinantikan.
Sementara itu, Mendiktisaintek Prof. Brian dalam arahannya menjelaskan bahwa dosen yang masuk dalam jajaran pimpinan adalah amanah yang mulia. Jika benar-benar diniatkan dan dilakukan penuh keikhlasan dan ketulusan. Jabatan itu merupakan amanah yang tidak ringan. Posisi pejabat bukan mendapatkan layanan, melainkan pemberi layanan atau melayani.
“Kalau melayani denganbaik dan sungguh-sungguh, jalan akan terbuka dan dikenang sebagai orang yang pernah menjadi pemimpin terbaik. Bukan diberi privilege sebagai pimpinan. Pejabat yang baik akan dikenang, bukan karena menjabat sesuatu, melainkan apa yang bisa dikenang atas prestasinya selama menjabat,” tegas Guru Besar Teknik Fisika di Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB).
Bagi Prof. Brian, memimpin adalah suatu pekerjaan besar dan berat. Karena pemimpin harus bisa bekerja sama dan saling mengisi, bukan saling menjatuhkan. Ia berpesan kepada para pimpinan UNM agar selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam membangun UNM lebih maju dan sukses.
“Saya berterima kasih karena UNM telah membantu mahasiswa dalam pembiayaan UKT. Ini sama dengan sedekah. Saya sangat percaya, tidak ada orang jatuh miskin karena banyak sedekah. Malah kalau mau sukses, banyak bersedekah. Jangan khawatir karena kita membantu mahasiswa yang menuntut ilmu,” nasihatnya.
Prof. Brian melansir kondisi bangsa yang sedang membangun kembali industri. Pembangunan industri diharapkan dapat mengatasi masalah pengangguran. Fungsi kamous melahirkan industri baru dan menjadi pusat sumber pertumbuhan ekonomi. Kampus membangun sumber daya manusia (SDM) unggul. Sebaliknya, tidak ada negara sukses karena miliki sumber daya alam (SDA) melimpah.
“Jadikan kampus sebagai mercusuar, tempat contoh bagaimana bekerja keras. Kalau negara mau maju dan makmur, SDM harus kerja keras. Kampus harus membangun optimisme kebiasaan belajar dan atmosfer kerja keras,” tegasnya.
Prof. Brian menawarkan agar dapat mencontoh bagaiman perguruan tinggi di luar negeri membangun perfect dan detail. Kampus di luar negeri banyak menggunakan gedung tua dan kuno, tetapi terawat dengan baik. Infrastruktur jalan bersih, rapih, dan indah. Kalau kampus berantakan, sampah berserakan, kotor dan jorok, maka orang tidak tertarik. UNM tidak harus mewah, tetapi bersih, rapih, dan terawat.
“Kerja sama pemda dan industri penting supaya kampus jadi hebat, tidak menagndalkan pemasukan dari UKT. Kampus harus jual brand, kapasitas intelektuanya. Misalnya, pengolahan sampah harus selesai di kampus. Kalau berhasil, pemda bisa order. Satu bidang harus dikeroyok. Teliti, buat, dan jalankan,” tantang Prof. Brian.
Untuk pengembangan karier dosen dalam jabatan fungsional (jafung), Prof. Brian menggagas program 6-7-8. Kenaikan jafung dari Asisten Ahli ke Lektor paling lama 6 tahun, dari Lektor ke Lektor Kepala 7 tahun, dan Lektor Kepala ke Guru Besar 8 tahun. Target minimal usia 55 tahun, dosen sudah raih guru besar.
Perhatian Mendiktisaintek terhadap pembinaan mahasiswa sangat tinggi. Ia selalu mengajak dosen agar bimbinglsh mahasiwa sebaik-baiknya. Mendidik mahasiswa adalah pekerjaan mulia. Saya mohon adik-adik mahasiswa dibina dan diarahkan dengan baik.
Rakor dihadiri Plt. Rektor UNM, para wakil rektor, para dekan dan direktur, ketua lembaga, ketua senat akademik, ketua majelis profesor, kepala biro, serta ketua dan anggota satuan tugas ketertiban dan keamanan kampus. (Ans/Why)


























