MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI), Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM), menyelenggarakan Workshop Metodologi Pengajaran BIPA pada Rabu (29/04). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar JBSI ini menghadirkan Refa Lina Tiawati, Ph.D., sebagai narasumber utama yang mengulas strategi efektif pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing.
Workshop dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan JBSI, Prof. Dr. Hj. Kembong Daeng, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membekali dosen dengan keterampilan praktis dalam pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), terutama setelah bahasa Indonesia ditetapkan sebagai salah satu bahasa dalam Sidang Umum UNESCO.
Dalam pemaparannya, Refa Lina Tiawati, Ph.D., yang memiliki pengalaman mengajar di Thailand, menjelaskan bahwa minat masyarakat internasional untuk mempelajari bahasa Indonesia terus meningkat. Hal ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari kebutuhan profesional, kepentingan pariwisata, hingga ketertarikan terhadap kekayaan sumber daya alam dan budaya Indonesia.
“Individu dari berbagai negara, seperti Jepang, Jerman, hingga Nigeria, bersedia menginvestasikan waktu dan biaya untuk mempelajari bahasa Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perspektif luas bagi pengajar BIPA. Menurutnya, pengajar tidak hanya berperan sebagai instruktur bahasa, tetapi juga sebagai agen diplomasi lunak (soft diplomacy) yang memperkenalkan Indonesia melalui pemahaman budaya dan wawasan kebangsaan.
Pada sesi teknis, Refa mendorong para dosen untuk mengembangkan bahan ajar mandiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pembelajar. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan situasi praktis yang memungkinkan penerapan empat keterampilan berbahasa secara kontekstual.
Selain itu, peserta workshop diperkenalkan pada berbagai variasi media pembelajaran yang dapat mendukung proses belajar. Media tersebut mencakup media grafis seperti foto dan denah, media audio seperti rekaman suara dan lagu, hingga permainan simulatif berbasis daring, seperti ular tangga. Keberagaman media ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi pembelajar dalam situasi nyata.
Melalui workshop ini, dosen JBSI UNM diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pengajaran BIPA secara profesional serta mampu menjawab tantangan global dalam upaya internasionalisasi bahasa Indonesia sebagai kekuatan baru di kancah dunia. (Den/Ans/Why)


























