MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) menggelar ramah tamah wisudawan periode Juni 2026 di Hotel Four Point Makassar, Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi para lulusan sekaligus momentum refleksi atas perjalanan akademik mereka selama menempuh pendidikan di FBS UNM.
Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam kepada para lulusan. Ia menegaskan bahwa gelar sarjana, magister, dan doktor bukan hanya capaian administratif akademik, tetapi juga buah dari doa, ikhtiar, dan proses panjang pembentukan diri.
“Gelar sarjana, magister, dan doktor sudah tercatat di langit ketujuh. Untuk meraihnya, takdir selalu membuka peluang untuk diubah melalui doa, ikhtiar, dan kekuatan diri. Pendidikan adalah pintu bagi seseorang untuk mengubah nasib,” ujar Prof. Anshari.
Ia juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat memperoleh pengetahuan, melainkan ruang untuk menempa keterampilan, mengasah kecerdasan, menata adab, dan membentuk perilaku mulia. Menurutnya, kepintaran dan kecerdasan harus selalu berjalan bersama etika, tanggung jawab, dan kepekaan sosial.
Dalam kesempatan itu, Prof. Anshari menyampaikan rasa syukur atas capaian FBS UNM selama tiga tahun kepemimpinannya. Ia menyebut berbagai program Tri Dharma Perguruan Tinggi telah berjalan, baik yang tampak secara langsung maupun yang tidak selalu terlihat oleh publik.
“Saya bersyukur, selama tiga tahun kepemimpinan, berbagai komitmen dan program telah berjalan. Namun, saya juga sadar, di tengah keberhasilan masih terdapat kekurangan. Semua capaian ini terjadi karena kekompakan seluruh unsur di FBS,” ungkapnya.
Prof. Anshari juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan amanah sebagai dekan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan fakultas tidak lahir dari kerja individu, tetapi dari kebersamaan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh unsur sivitas akademika.
Kepada para lulusan, ia berpesan agar tidak membatasi diri pada satu profesi saja. Lulusan FBS, kata dia, memiliki bekal keilmuan, pengalaman organisasi, keterampilan komunikasi, dan kemampuan adaptasi yang dapat digunakan untuk mengambil peran di berbagai sektor.
“Silakan anak-anak kita terus membranding diri agar dapat mengambil bagian di berbagai perusahaan. Jadi, tidak hanya menjadi guru. Selama kuliah di FBS, kita sudah membekali anak-anakku agar bisa menyesuaikan diri di dunia kerja,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan diri. Menurutnya, sebelum memimpin orang lain, setiap lulusan harus mampu memimpin dirinya sendiri, menjaga integritas, dan terus membangun kapasitas.
“Kita harus memimpin diri sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain,” tegasnya.
Pada periode Juni 2026 ini, FBS UNM meluluskan 95 orang dari berbagai jenjang dan program studi. Sebanyak 83 lulusan meraih predikat cumlaude dengan IPK rata-rata fakultas 3,87. Lulusan terbaik jenjang sarjana diraih Putri Dewiyah Wahid, S.Pd., dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah dengan IPK 4,00 dan lama studi 3 tahun 7 bulan. Jenjang magister diraih Khalifatun Saudah, M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Bahasa dengan IPK 4,00 dan lama studi 1 tahun 7 bulan. Sementara itu, jenjang doktoral diraih Dr. Sri Juniati dari Program Studi Pendidikan Bahasa dengan IPK 4,00 dan lama studi 2 tahun 8 bulan. (Ikb/Den/Why)


























