MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 05 Juni 2026 ini mengusung tema yang sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan dasar saat ini, yaitu “Menjadi Guru SD yang Responsif Melalui 7 Jurus BK Hebat”.
Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membekali para calon pendidik dan guru sekolah dasar agar memiliki kepekaan serta keterampilan bimbingan konseling (BK) yang mumpuni dalam menghadapi dinamika perkembangan anak usia sekolah dasar.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UNSULBAR, Prof. Dr. H. Ruslan, M.Pd., didampingi oleh Koordinator Prodi PGSD UNSULBAR, Muh. Inayah A.M., S.Pd., M.Pd. Kehadiran jajaran pimpinan fakultas dan prodi ini menunjukkan komitmen besar UNSULBAR dalam terus meningkatkan mutu akademik serta kompetensi para mahasiswanya.
Untuk mengupas tuntas tema tersebut, panitia menghadirkan pakar di bidangnya, yaitu Dr. Nur Mahardika, S.Pd., M.Pd. sebagai Pemateri utama yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP Universitas Muria Kudus. Dalam paparannya, Nur Mahardika membedah “7 Jurus BK Hebat” yang dapat diimplementasikan oleh guru kelas agar lebih responsif terhadap kebutuhan psikologis, emosional, dan akademis siswa di sekolah dasar.
Jalannya diskusi yang interaktif ini dipandu dengan apik oleh Uhwah Hasanah, S.Psi., M.Pd. selaku Moderator.
Kuliah tamu yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Selain mendapatkan wawasan dan ilmu yang sangat bermanfaat, para peserta yang hadir juga memperoleh fasilitas berupa E-certificate serta relasi dan pengalaman berharga.
Melalui kegiatan ini, Prodi PGSD UNSULBAR berharap dapat terus mencetak lulusan guru sekolah dasar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adaptif, responsif, dan mampu menjadi pengayom yang baik bagi anak didik melalui pendekatan bimbingan konseling yang tepat. (Esa/Why/Ans)


























