MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Joint collaboration (kolaborasi bersama) antara Monash University Australia dan Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak hanya terbatas riset kolaborasi yang telah dirintis sejak tahun 2020, tetapi juga dikembangkan dan diperkuat dengan bentuk kerja sama lain, seperti academic mobility, publikasi ilmiah, seminar, dan internasional research network.
Pernyataan itu disampaikan Pelaksan Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof.Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. dalam sambutan penerimaan tim riset Monash University Australia dalam kegiatan pemaparan diseminasi riset kolaborasi The Global Encounters & First Nations Peoples: 1000 Yesrs of Australian History, Senin (18/5/2026) di Ruang Rapat Rektorat Lantai 6 Gedung Menara Pinisi.
Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Makassar, Todd Dias yang turut hadir dan memberi sambutan. Dalam sambutannya, ia sangat mengapresiasi topik riset yang dilakukan. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Australia sangat erat. Apalagi dengan adanya riset ini semakin memperkuat hubungan itu, hubungan perdagangan pelaut Makassar dan masyarakat suku asli di pantai utara Australia, khususnya terkait jalur teripang.
Nurabdiansyah, S.Pd., M.Sn. selaku peneliti yang terlibat dalam riset kolaborasi ini menyampaikan perjalanan dan pencapaian rangkaian kegiatan riset. Sebagai mitra peneliti, dosen Fakultas Seni dan Desain (FSD) UNM yang lebih akrab disapa Abi, terlibat dalam penelitian visual mengenai sejarah hubungan maritim pelaut Makassar dan masyarakat adat di Australia Utara.
Abi melaporkan bahwa riset jalur teripang sebagai penelusuran jejak perdagangan Makassar dan Australia yang dimulai sejak tahun 2020. Kegiatan Abi terkait riset, yaitu pembuatan film animasi, merancang media pembelajaran budaya dan bahasa, mengikuti pemeran di FSD Makassar dsn Singapura (2020), dan mengunjungi galeri dan meseum di beberapa negara bagian Australia (2023).
“Dilaksanakan juga kuliah umum tim peneliti GEM di Kampus FSD (September 2023), workshop penulisan buku melibatkan 10 penulis dari Makassar, pameran seni rupa di FSD dsn Australia (September 2024), kegiatan MUMA berupa pameran di Monash University (4 Oktober- 2 Desember 2025) merupakan pameran terbaik masyarakat adat di Australia,” tambahnya.
Sebelum menutup pemaparannya, Abi menyarankan agar memasukkan jalur teripang dalam kurikulum muatan lokal. Ia juga berharap agar UNM menyediakan museum jalur teripang sebagai media pembelajaran sejarah, bahasa, dan budaya Makassar dan Australia.
Tim Riset GEM Monash University, yaitu Prof. Lynette Russell AM selaku Director GEM, Dr. David Haworth (Senior Research Officer), Dr. Leigh Penman (Research Fellow), Dr. Leonie Stevens (Research Fellow), Prof. Ian J. McNiven (Affiliate Researcher), Dr. Chris Urwin (Research Fellow), Jacinta Walsh (Kathleen Fitzpatrick, ECR), Dr. Priyambudi Sulistiyanto (Senior Research Fellow), Harrison Croft (PhD Candidate), dan Kellie Clayton (PhD Candidate).
Riset ini bekerja sama berbagai pihak, yaitu BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Kingdom of the Netherlands, Rumata Art Space Makassar, MUMA (Monash University Museum of Art), PICA (Perth Institute of Contemporary Arts), Museum Kota Makassar, UINAM (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar), dan UNM (Universitas Negeri Makassar).
Hasil riset disampaikan Director GEM, Prof. Lynette Russell AM. Ia menyampaikan bahwa GEM fokus riset lintas dan antardisiplin, yaitu historical archives, oral historis/stories public domain, archaeology, anthropology and ethnography, linguistics, botany, dan disease and medical research. Dalam melakukan riset, digunakan dua pendekatan, yaitu melihat ke dalam (analisis internal) dan ke luar (analisis eksternal).
Prof. Lynette Russell AM mengemukakan luaran riset dalam bentuk blog, seminar, dan buku. Dari empat kali seminar, telah didokumentasikan dalam bentuk buku, yaitu Global Encountering the East Coast of Australia (Michael J. Rowland, March 2025), Global Encounters Series: Looking Out, Looking In: Coastal Encounters between First Nations Peoples and those who came from the sea (Leonie Stevens, 2026), The Palgrave Handbook of Global Oceanic Encounters throughout History (Edited by Lynette Russell, David Haworth, Leonie Stevens, Leigh Penman, Chris Urwin), dan Global Encounters Series The Marege Reader: Coastal Encounters between First Nations Peoples and Traders from Makassar.
Seusai presentasi hasil riset, dilaksanakan tanya-jawab. Di akhir acara, dilakukan penandatanganan keberlanjutan perjanjian kerja sama antara Monash University dan Universitas Negeri Makassar. (Ans/Why)


























