Dorong Transformasi Pembelajaran Digital, Melalui Kegiatan PKM, Tim Pengabdi Dosen FBS UNM Kenalkan dan Latih Guru di SMP Negeri 5 Maros Gunakan JeopardyLabs

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- Transformasi pembelajaran berbasis digital terus menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan saat ini. Menyadari pentingnya peningkatan kompetensi guru di era teknologi, tim dosen dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk Pengembangan Kompetensi Guru Melalui Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif dalam Pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Mandai, Kabupaten Maros, pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Prof. Dr. Anshari, M.Hum., selaku Ketua Tim PKM ini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. lebih lanjut, Dekan FBS UNM itu menjelaskan bahwa media pembelajaran digital seperti JeopardyLabs menunjang guru dalam menciptakan suasana belajar yang kompetitif dan menyenangkan, mendorong partisipasi aktif siswa, serta membangun interaksi yang lebih dinamis antara guru dan siswa maupun antarsiswa sendiri.

“Pemanfaatan media pembelajaran interaktif seperti JeopardyLabs sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada konten, tetapi juga pada keterlibatan siswa secara aktif. Guru perlu beradaptasi dengan perubahan zaman, dan teknologi seperti ini bisa menjadi jembatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ujian Disertasi FBS UNM Hadirkan Penguji Eksternal dari Chiang Mai University Thailand

Menurut Prof. Dr. Anshari, M.Hum., transformasi digital dalam pendidikan tidak boleh hanya menjadi jargon, melainkan harus diwujudkan dalam praktik nyata di ruang-ruang kelas. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya memberi wawasan, tetapi juga keterampilan teknis yang aplikatif bagi guru.

“pemanfaatan media digiatal seperti ini merupakan solusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, kami mendorong media digital seperti JeopardyLabs karena dapat menjadi alat bantu guru yang kuat jika dimanfaatkan dengan tepat,” terangnya.

Sementara itu, Muh. Bahly Basri, S.Pd., M.Pd., selaku anggota tim pelaksana, menekankan bahwa pemanfaatan media seperti JeopardyLabs mendukung pembelajaran yang bersifat student-centered.

“Platform digital ini tidak hanya membuat siswa lebih aktif, tetapi juga melatih keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi. Ini sangat relevan dengan kebutuhan kurikulum saat ini,” jelasnya.

Bahly juga menekankan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membangun kemandirian guru dalam menggunakan teknologi pendidikan. Ia menambahkan bahwa salah satu tujuan utamanya adalah meletakkan fondasi guru masa kini dan masa depan yang adaptif terhadap dinamika perubahan zaman dan kebutuhan peserta didik.

Baca Juga :  Perkuat Kompetensi, Studio Sastra FBS UNM Gelar Kuliah Praktisi Penulisan Naskah dan Penyutradaraan Teater

“Kami berharap guru-guru yang dilatih dapat menjadi pionir dalam komunitasnya untuk menyebarluaskan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran,” tuturnya.

Atikah Nurul Asdah, S.Pd., M.Pd., yang hadir sebagai narasumber tampak memberikan pelatihan intensif, mulai dari pengenalan konsep gamifikasi hingga praktik langsung membuat kuis menggunakan JeopardyLabs. Dalam sesi pelatihan, guru diajak untuk merancang soal-soal interaktif sesuai mata pelajaran masing-masing dan langsung mempraktikkan penggunaannya dalam simulasi kelas.

“JeopardyLabs adalah media yang sederhana namun sangat efektif. Guru tidak perlu memiliki kemampuan teknis yang tinggi untuk menggunakannya. Yang penting adalah bagaimana kita merancang soal-soal yang menantang dan mendorong siswa untuk berpikir cepat dan bekerja sama. Jika guru bisa memanfaatkan teknologi secara kreatif, maka kualitas pembelajaran akan meningkat secara signifikan. Dan ketika pembelajaran berkualitas, maka hasil belajar pun akan ikut meningkat,” paparnya.

Antusiasme para guru terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Dari raut wajahnya, mereka sangat senang dan bangga menerima wawasan baru dan inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif. (Den/Ans/Why)

Berita Terkait

“Saring Sebelum Sharing”, Pesan UM Palopo untuk Gen Z Enrekang
Cegah Kepunahan Bahasa Daerah, UNG Gandeng FBS UNM Siapkan Konsorsium dan Pembukaan Prodi Bahasa Gorontalo
Berbagi Pengalaman Profesional Internasional, Dua Alumni FBS UNM Dorong Mahasiswa Mengajar Bahasa Indonesia di Luar Negeri
Seminar Nasional Administrasi Kesehatan, Rektor UNM Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Transformasi Pelayanan Kesehatan di Era AI
Dosen FIKK UNM Dorong Latihan Mental Terintegrasi dalam Program Kepelatihan Kempo Nasional
Akademisi FIKK UNM Tampil sebagai Invited Speaker di The 12th SEA-DR International Conference 2026 UNJ
Dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIKK Menjadi Narasumber Pada Penataran Pelatih Daerah dan Nasional
Dosen PJKR FIKK UNM Dr. Fatoni Raih Predikat Peserta Terbaik Publication in Camp Kemdiktisaintek 2026

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WIB

“Saring Sebelum Sharing”, Pesan UM Palopo untuk Gen Z Enrekang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Cegah Kepunahan Bahasa Daerah, UNG Gandeng FBS UNM Siapkan Konsorsium dan Pembukaan Prodi Bahasa Gorontalo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Berbagi Pengalaman Profesional Internasional, Dua Alumni FBS UNM Dorong Mahasiswa Mengajar Bahasa Indonesia di Luar Negeri

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Seminar Nasional Administrasi Kesehatan, Rektor UNM Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Transformasi Pelayanan Kesehatan di Era AI

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Dosen FIKK UNM Dorong Latihan Mental Terintegrasi dalam Program Kepelatihan Kempo Nasional

Berita Terbaru