MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)– Riset disertasi ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran menulis karya ilmiah berbasis Self-Directed Learning (SDL) yang dapat digunakan oleh dosen dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Pengembangan model ini didasarkan pada kebutuhan akan pendekatan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemandirian, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menulis mahasiswa.
Demikian tujuan dan alasan yang dikemukakan Sri Juniarti dalam Ujian Disertasi dan Promosi Doktor pada Kamis, 30 April 2026, di Ruang Senat Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Kampus Parangtambung.
Dosen Sekolah Tinggi Paris Barantai Kotabaru Kalimantan Selatan (Kalsel) itu mempertahankan riset disertasinya di hadapan tim penguji: Prof.Dr. Anshari, M.Hum. (Ketua), Prof.Dr. Mantasiah, M.Hum. (Sekretaris/Promotor), Prof.Dr. Jufri, M.Pd. (Kopromotor I), Dr. Sakaria, S.S., S.Pd., M.Pd. (Kopromotor II), Prof.Dr. Ramly, M.Hum. (Penguji Internal), Prof.Dr. Azis, S.Pd., M.Pd. (Penguji Internal), Dr. Misnah Mannahali, M.Pd. (Penguji Internal), dan Prof.Dr. Anas Ahmadi, S.Pd., M.Pd. (Penguji Eksternal/Dosen Universitas Negeri Surabaya).
Hasil riset menunjukkan bahwa 70,86% dosen dan 78,04% mahasiswa membutuhkan model pembelajaran menulis karya ilmiah yang relevan dan terarah. Model SDL dinyatakan vakid dengan skor rata-rata 91,4% dan praktis dengan rata-rata 4,6 dari dosen dan 4,25 dari mahasiswa.
“Berdasarkan uji keefektifan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran menulis karya ilmiah berbasis SDL memberikan dampak yang siginifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis mahasiswa,” ungkapnya.
Lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan ini tampak dari perbedaan skor rata-rata antara pretes (52,43) dan postes (84,11), serta konsistensi peningkatan seluruh aspek penilaian, yaitu isi, organisasi, kosakata, penggunaan bahasa, dan gramatikal.
“Secara statistik, hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan awal dan akhir mahasiswa,” tegasnya.
Prof.Dr. Anas Ahmadi, S.Pd., M.Pd. salah seorang dosen di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sangat mengapresiasi produk pengembangan model yang digagas Sri Juniati.
“Sebagai akademisi dan dosen, riset ini tidak berhenti di karya disertasi. Sri Juniati harus mengembangkan lagi riset ini dan mendesiminasikan sehingga berdampak bagi dosen-dosen lain,” sarannya.
Dari paparan dan tanya jawab, tim penguji menyatakan Sri Juniati dinyatakan lulus dengan predikat kelulusan pujian (cumlaude).
Sri Juniati menjalani ujian disertasi sekaligus sebagai promosi karena publikasi jurnal artikel disertasinya dimuat di jurnal terindeks scopus. (Ans/Why).


























