Demi Ilmu, Mereka Taklukkan Tebing dan Jalanan Berbatu, Guru Honorer tak Pernah Menyerah

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinjai, Sulawesi Selatan, Kabar PROFESIANA, co,id:

Di balik lebatnya perbukitan Kabupaten Sinjai, tersembunyi sebuah sekolah yang menjadi bukti nyata bahwa semangat mencerdaskan anak bangsa tidak pernah padam oleh sulitnya medan.
Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Khaerat Brambang — begitu nama sekolah itu. Letaknya terpencil, jauh dari pemukiman warga. Untuk menjangkaunya, tidak ada jalan mulus, tidak ada kendaraan umum, tidak ada kemudahan. Yang ada hanyalah tekad.


Melewati Tebing, Berbatu, dan Licin Setiap Hari
Setiap pagi, sebelum matahari sepenuhnya tinggi, para guru dan siswa MIS Al Khaerat Brambang sudah bersiap memulai perjalanan yang bukan main beratnya.
Jalanan menuju sekolah adalah jalur terjal yang membelah tebing kadang menurun juram, kadang mendaki tajam. Bebatuan besar berserakan di sepanjang jalan. Saat musim hujan, jalanan berubah menjadi lintasan licin yang berbahaya. Tidak ada angkutan umum. Tidak ada ojek. Tidak ada pilihan selain berjalan kaki.
Namun setiap hari, para guru itu tetap datang. Setiap hari, anak-anak itu tetap hadir di kelas. Tanpa keluhan. Tanpa alasan. Hanya semangat yang tidak pernah padam.
Hanya Satu PNS, Sisanya Honorer Tapi Semangatnya Luar Biasa
Yang lebih mengharukan adalah kondisi para pendidik di sekolah ini. Dari seluruh guru yang mengajar di MIS Al Khaerat Brambang, hanya kepala sekolah yang berstatus PNS. Selebihnya adalah guru honorer — yang rela datang setiap hari melewati medan berat itu, dengan penghasilan yang tidak sebanding dengan perjuangan mereka.

Baca Juga :  HMJ-KG Poltekkes Makassar Beri Senyum Masyarakat Desa Malaka


Namun tidak ada keluhan yang terdengar. Tidak ada kata menyerah. Mereka terus mengajar, mendidik, dan membimbing anak-anak di pelosok Sinjai dengan sepenuh hati.
“Bukan soal gajinya, tapi soal anak-anak ini punya hak untuk belajar.”
Asesor Pun Ikut Terharu
Kisah ini akhirnya disaksikan langsung oleh Dr. Salma Samputri, S.Pd,M.Pd akrab disapa Bu Tri dosen FMIPA UNM sekaligus Asesor BAN-S/M, bersama rekannya Rosmini, S.Pd., M.Pd saat melakukan visitasi akreditasi ke sekolah ini.
Dalam perjalanan menuju sekolah, Bu Tri harus melepas sepatunya, berganti sandal jepit hingga sandal jepitnya pun dilepas karena jalanan terlalu licin. Ia melanjutkan perjalanan dengan kaki telanjang demi sampai ke sekolah.
Setibanya di sana, Bu Tri tidak kuasa menahan haru.
“Saya kagum dan bangga luar biasa. Guru-guru dan anak-anak di sini penuh semangat, tidak terlihat lelah sama sekali padahal perjalanan yang mereka tempuh setiap hari sungguh luar biasa beratnya. Mungkin fisik mereka lelah, tapi semangat mereka jauh melampaui segalanya. Merekalah pahlawan sejati pendidikan Indonesia.”
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Sesungguhnya
Di era modern ini, ketika banyak orang mengeluh soal sinyal internet dan jalanan macet, para guru MIS Al Khaerat Brambang justru sedang mendaki tebing demi satu tujuan mulia memastikan anak-anak di pelosok Sinjai tidak tertinggal pendidikan.
Mereka adalah wajah nyata dari pahlawan tanpa tanda jasa guru-guru yang tidak hanya mengajar di dalam kelas, tapi juga berjuang bahkan sebelum mereka tiba di sekolah.
Kami Butuh Perhatian Pemerintah
Kisah MIS Al Khaerat Brambang seharusnya menjadi perhatian serius bagi semua pihak :
✅ Akses jalan yang layak menuju sekolah
✅ Pengangkatan guru honorer yang sudah berdedikasi tinggi
✅ Fasilitas sekolah yang memadai
✅ Perhatian nyata dari Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah Sinjai. (rsl)

Berita Terkait

Dalam Seminar Nasional Hardiknas 2026, Guru Besar Linguistik Andi Sukri Syamsuri Angkat Nilai Sipakatau hingga Sipakalebbi
Kembangkan Model Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah Berbasis SDL, Dosen STKIP Paris Barantai Kotabaru Kalsel Raih Doktor di FBS UNM
“Social Champion”  Menjadi Tema Olimpiade 2026 yang di Selenggarakan Prodi Pendidikan IPS FISH UNM
Mahasiswa Magister Pedagogi UMPalopo Ikuti Konferensi Internasional SPHIRC 2026
Mahasiswa PBSD UNM Eksplorasi Budaya Toraja Utara: Menyelami Sakralitas Rambu Solo’ di Pangala
Creative Workshop JNE Hadir di UNM, Mahasiswa Diajak Berkarya Lewat Cerita
Bahasa Indonesia Mendunia: JBSI FBS UNM Tangkap Peluang dengan Asah Metodologi Pengajaran BIPA
Terus Dorong Peningkatan Kapasitas Akademik, Dekan FBS UNM Tekankan Integritas dan Publikasi Ilmiah dalam Workshop Penulisan Jurnal Sinta

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:20 WIB

Demi Ilmu, Mereka Taklukkan Tebing dan Jalanan Berbatu, Guru Honorer tak Pernah Menyerah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:22 WIB

Dalam Seminar Nasional Hardiknas 2026, Guru Besar Linguistik Andi Sukri Syamsuri Angkat Nilai Sipakatau hingga Sipakalebbi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:50 WIB

Kembangkan Model Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah Berbasis SDL, Dosen STKIP Paris Barantai Kotabaru Kalsel Raih Doktor di FBS UNM

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:34 WIB

“Social Champion”  Menjadi Tema Olimpiade 2026 yang di Selenggarakan Prodi Pendidikan IPS FISH UNM

Kamis, 30 April 2026 - 19:03 WIB

Mahasiswa Magister Pedagogi UMPalopo Ikuti Konferensi Internasional SPHIRC 2026

Berita Terbaru