Dalam Seminar Nasional Hardiknas 2026, Guru Besar Linguistik Andi Sukri Syamsuri Angkat Nilai Sipakatau hingga Sipakalebbi

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Guru Besar Linguistik , Prof Andi Sukri Syamsuri, tampil sebagai salah satu pembicara dalam Seminar Nasional Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.  Acara digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta secara daring Sabtu (2/5/2026).

Seminar mengangkat tema besar “Pendidikan Bermutu untuk Semua: Transformasi Profesionalitas Guru di Era Digital”. Para akademisi menyoroti peran krusial guru dalam menentukan kualitas pendidikan di tengah derasnya arus digitalisasi.

Dalam paparannya, Prof Andis menegaskan kemajuan teknologi tidak serta-merta menjamin peningkatan kualitas pendidikan. Faktor penentu utama tetap berada pada kualitas dan profesionalitas guru.

“Teknologi memang memperluas akses, tetapi kualitas pendidikan tetap ditentukan oleh guru yang mampu memanusiakan, merefleksikan, dan memuliakan peserta didik,” kata Prof Andis

Nilai Kearifan Lokal Jadi Kunci

Ia memperkenalkan konsep kearifan lokal Bugis-Makassar dikenal dengan prinsip 3S—Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi—sebagai fondasi etika profesi guru di era digital.

Baca Juga :  Melalui PKMm Mandiri, Dosen PGSD FKIP Unsulbar Dorong Inovasi Administrasi Sekolah melalui Implementasi Deep Learning di SDN No. 23 Seppong Kabupaten Majene

Menurutnya sipakatau menekankan pentingnya memanusiakan peserta didik dan menghargai martabat setiap individu.

Sipakainge mendorong budaya saling mengingatkan melalui refleksi dan umpan balik.

Sipakalebbi membangun lingkungan belajar yang aman, apresiatif, dan berkeadaban.

Ketiga nilai ini dinilai relevan sebagai “kompas moral” bagi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.

Tantangan Global dan Kualitas Pendidikan

Prof Andis juga menyoroti tantangan global pendidikan, termasuk proyeksi kekurangan jutaan guru di dunia hingga 2030, serta capaian literasi dan numerasi Indonesia yang masih tertinggal dibanding rata-rata negara maju.

Ia menekankan bahwa digitalisasi harus diarahkan untuk memperkuat proses pembelajaran, bukan sekadar penggunaan teknologi semata.

“Risikonya, teknologi bisa menjadi distraksi atau bahkan menghilangkan relasi manusiawi dalam pendidikan. Karena itu, teknologi harus menjadi penguat nilai, bukan pengganti peran guru,” tegasnya.

Guru Digital-Humanistik

Dalam konsep yang ditawarkannya, Andis memperkenalkan model guru digital-humanistik, yakni guru yang mampu mengintegrasikan kompetensi teknologi dengan kekuatan relasi dan nilai kemanusiaan.

Baca Juga :  Plt Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, Hadirkan Terobosan Kebijakan Baru : Percepatan Riset, dan Publikasi Internasional Diperkuat, Keuangan Didigitalisasi melalui sistem Aplikasi Keuangan UNM (SAKU)

Ia menyebut, profesionalitas guru tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari kualitas interaksi, keputusan pedagogik, serta tanggung jawab moral terhadap peserta didik.

Selain itu, ia mendorong guru dan calon guru untuk membangun budaya refleksi, praktik berkelanjutan, serta memanfaatkan teknologi untuk diferensiasi pembelajaran dan penguatan karakter.

Pendidikan Bermutu Berbasis Nilai

Dalam penutupnya, Andi Sukri Syamsuri menegaskan pendidikan bermutu tidak bisa dilepaskan dari nilai dan budaya.

“Guru sejati di era digital bukan yang paling cepat menggunakan teknologi, tetapi yang paling bijak memanfaatkannya untuk memanusiakan, mengingatkan, dan memuliakan,” pungkasnya.

Seminar ini menjadi bagian dari peringatan Hardiknas 2026 yang diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), akademisi, serta praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. (Ass/Why/Ans)

Berita Terkait

Seleksi Mandiri UNM Diikuti 5.351 Peserta, Prof Farida Tegaskan Tidak Ada Ruang Intervensi
Buka Sosialisasi Tata Laksana Pengawasan PMB Seleksi Mandiri Jalur Tes TPA 2026, Plt. Rektor UNM Harap Pengawas Beri Layanan dan Rasa Nyaman bagi Peserta
Dosen FBS UNM Lolos Beasiswa LPDP untuk Studi Doktor di Auckland University of Technology, New Zealand
Milad ke-40, ’Aisyiyah Sulsel Dorong Ummul Mukminin Jadi Pusat Kaderisasi Perempuan Islam Berkemajuan
Buka Diesnatalis ke-65 UNM, Plt. Rektor Prof Farida Patittingi Harap Pergantian Kepemimpinan Berjalan Sejuk dan Lebih Soft
Panitia Seleksi Mandiri UNM Tahun 2026 Gelar FGD, WR 1 Tekankan Integritas dan Objektivitas Tes TPA dan Wawancara 
Program Studi Gizi FIKK UNM Laksanakan Benchmarking ke Departemen Gizi FK-KMK UGM
Doktor Hasnul Faizal Bin Hushin Amri Ceramahi Sivitas Akademika FIKK UNM Dalam Program Kuliah Tamu 

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:13 WIB

Seleksi Mandiri UNM Diikuti 5.351 Peserta, Prof Farida Tegaskan Tidak Ada Ruang Intervensi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:00 WIB

Buka Sosialisasi Tata Laksana Pengawasan PMB Seleksi Mandiri Jalur Tes TPA 2026, Plt. Rektor UNM Harap Pengawas Beri Layanan dan Rasa Nyaman bagi Peserta

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:23 WIB

Dosen FBS UNM Lolos Beasiswa LPDP untuk Studi Doktor di Auckland University of Technology, New Zealand

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:26 WIB

Buka Diesnatalis ke-65 UNM, Plt. Rektor Prof Farida Patittingi Harap Pergantian Kepemimpinan Berjalan Sejuk dan Lebih Soft

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:02 WIB

Panitia Seleksi Mandiri UNM Tahun 2026 Gelar FGD, WR 1 Tekankan Integritas dan Objektivitas Tes TPA dan Wawancara 

Berita Terbaru

Makassar

Sukses Raker, DMI Manggala Rumuskan Program Unggulan

Minggu, 28 Jun 2026 - 20:29 WIB