MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)– Universitas Negeri Makassar (UNM), melalui arahan resmi dari Pelaksana tugas (Plt) Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum, menghadirkan sebuah kebijakan baru dalam percepatan riset melalui peningkatan alokasi dana riset, pengabdian masyarakat dan insentif publikasi sekaligus meluncurkan aplikasi keuangan bernama SAKU (Sistem Aplikasi Keuangan UNM).
Kegiatan tersebut terlaksana di Ruang Rapat Pimpinan Lt.6 Menara Pinisi UNM, Jumat, 20 Februari 2026 yang dihadiri oleh semua unsur pimpinan UNM, Ketua Senat, Wakil Rektor, Ketua Majelis Profesor, Dekan dan Direktur Pascasarjana, Kepala Biro, serta Ketua SPI UNM.
Prof. Farida Patittingi mengeluarkan kebijakan terkait penelitian dan pengabdian masyarakat serta percepatan publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Di Tahun 2026 ini, anggaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta insentif publikasi pada jurnal internasional bereputasi mencapai 43 Miliar meningkat 3 kali lipat dari sebelumnya.
“Kita bersyukur karena sistem riset ini difokuskan pada skema kompetisi yang mencakup riset kolaborasi internasional, percepatan guru besar, penelitian dasar, serta penelitian terapan, bahkan skema ini dirancang untuk mendorong kualitas luaran riset, memperluas jejaring global, sekaligus mempercepat capaian jabatan akademik dosen,”ungkap Prof. Farida Patittingi.
Plt Rektor UNM ini menambahkan bahwa alokasi insentif publikasi pada jurnal internasional bereputasi juga mengalami kenaikan cukup besar hingga 22 kali lipat. Insentif diberikan kepada dosen yang berhasil mempublikasikan artikel pada jurnal internasional bereputasi, kategori Top Tier dan terindeks Scopus Q1-Q2.
” Oleh karena itu, pengajuan insentif dilakukan melalui aplikasi, kemudian direview oleh reviewer yang memiliki pemahaman kuat di bidang publikasi ilmiah serta integritas akademik yang teruji dan para reviewer tersebut ditetapkan melalui Keputusan Rektor untuk menjamin objektivitas dan kualitas penilaian,”tegasnya.
Di sisi tata kelola, Plt Rektor UNM resmi meluncurkan penerapan sistem pengelolaan keuangan berbasis digital melalui aplikasi SAKU yang dapat diakses melalui sakucore.web.id. Sistem ini memungkinkan proses pengajuan, pencairan, hingga pemantauan anggaran dilakukan secara online dan lebih transparan.
Sementara itu, Bendahara Pengeluaran, Dr. Asmar,M.Pd menjelaskan bahwa SAKU dilengkapi fitur notifikasi otomatis sehingga setiap pengguna dapat mengetahui posisi berkas secara real time. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi miskomunikasi dan persepsi keterlambatan pencairan dana di tingkat fakultas maupun unit kerja.
“Meski telah berbasis digital, dokumen fisik tetap menjadi bagian penting dalam proses administrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban resmi. Digitalisasi ini bukan menggantikan prosedur, tetapi mempercepat dan menertibkan alur layanan keuangan,”kata Dr. Asmar.
Melalui kebijakan peningkatan alokasi dana Riset, pengabdian masyarakat dan publikasi internasional dan penerapan sistem keuangan digital, UNM menunjukkan komitmen nyata untuk menjadi perguruan tinggi yang modern, transparan, dan berdaya saing.
Kebijakan revolusioner ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya akademik yang produktif serta memperkuat reputasi UNM di tingkat nasional dan internasional. Selain itu tentunya akan mendukung pencapaian Target Kinerja UNM. (Why/Ans)













