MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) — Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Sulawesi Selatan menegaskan bahwa Milad ke-40 Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin (PPPUM) ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan harus menjadi momentum besar untuk memperkuat arah baru pesantren sebagai pusat kaderisasi perempuan Islam yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing global.
Pesan tersebut disampaikan dalam amanah Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Sulawesi Selatan pada peringatan Milad ke-40 Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin yang mengangkat tema “Melintasi Generasi, Menguatkan Komitmen Pesantren Unggul dan Berkemajuan.”
Dalam amanah tersebut, ditegaskan bahwa usia 40 tahun bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan perjalanan dakwah, kaderisasi, tajdid, dan peradaban. Selama empat dekade, Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin telah menjadi salah satu amal usaha strategis ’Aisyiyah dalam melahirkan kader-kader perempuan yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, birokrasi, profesi, kewirausahaan, aktivisme sosial, hingga kepemimpinan publik.
Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Sulsel menekankan bahwa capaian 40 tahun tersebut tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah. Sebaliknya, keberhasilan itu harus menjadi pijakan untuk membawa pesantren memasuki fase baru yang lebih progresif, yakni memperkuat mutu pendidikan, memperluas jejaring, serta mendorong internasionalisasi pesantren tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaan.
Internasionalisasi yang dimaksud bukanlah menjauh dari akar pesantren, melainkan memperluas daya jangkau dakwah, pendidikan, dan pengabdian melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa asing, riset, kepemimpinan, diplomasi, kewirausahaan, dan jejaring global.
“PPPUM harus tampil sebagai pusat kaderisasi perempuan Islam berkemajuan yang melahirkan generasi berwawasan internasional, tetapi tetap kokoh berpijak pada Al-Qur’an, As-Sunnah, dan nilai-nilai Persyarikatan,” demikian penegasan dalam amanah tersebut, Minggu (28/6/2026).
Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin juga dinilai telah membangun karakter santriwati melalui empat pilar utama, yakni aqidah yang lurus, akhlak mulia, ibadah yang benar, serta muamalah yang menghadirkan manfaat bagi sesama. Keempat pilar itu disebut sebagai fondasi yang tidak boleh berubah, meskipun pesantren harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam bingkai Risalah Perempuan Berkemajuan, ’Aisyiyah memandang perempuan bukan hanya sebagai pendamping pembangunan, melainkan pelaku utama perubahan. Perempuan berkemajuan digambarkan sebagai sosok yang memiliki kekuatan spiritual, keluasan ilmu, keluhuran akhlak, kepedulian sosial, kemampuan memimpin, serta kesiapan berkompetisi secara global.
Jejak kaderisasi Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin juga telah tampak melalui kiprah para alumninya. Di antaranya Dr. Indria Nur, M.Pd.I., alumni Angkatan II, yang pernah dipercaya sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Sorong dan Dekan Fakultas Tarbiyah. Selain itu, Umy Asyiatun Khadijah, S.E., alumnus PPPUM, juga mendapat amanah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba periode 2024–2029.
Kiprah para alumni tersebut menjadi bukti bahwa pesantren puteri tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga kader perempuan yang mampu hadir dalam ruang-ruang strategis pengambilan keputusan, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.
Memasuki usia ke-40, Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Sulawesi Selatan mengajak seluruh keluarga besar PPPUM memperkuat lima komitmen utama. Pertama, meneguhkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai fondasi pendidikan. Kedua, mengokohkan pembinaan aqidah, akhlak, ibadah, dan muamalah. Ketiga, meningkatkan mutu akademik, riset, teknologi, bahasa asing, dan literasi digital. Keempat, memperkuat kaderisasi kepemimpinan perempuan Islam berkemajuan. Kelima, membangun jejaring nasional dan internasional agar PPPUM menjadi rujukan pendidikan pesantren puteri yang unggul.
Milad ke-40 Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin akhirnya diletakkan bukan sekadar sebagai perayaan, tetapi sebagai momentum memperbarui niat, memperkuat komitmen, dan mempercepat ikhtiar menghadirkan pesantren puteri yang melintasi generasi serta mencerahkan peradaban. (Den/Ans/Why)


























