MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) – Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM). Salah satu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Yusri, S.Pd., M.A., berhasil meraih Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi doktor (PhD) di Auckland University of Technology, Selandia Baru, pada bidang Linguistics in Communication Studies.
Pada jenjang doktoralnya, Yusri akan mengembangkan kajian interdisipliner yang menghubungkan linguistik dengan studi komunikasi melalui topik disertasi berjudul “Media Communication and the Construction of Sexual Harassment Narratives in Indonesia: A Language Framing and Journalistic Perspective.” Penelitian tersebut berfokus pada bagaimana bahasa yang digunakan media membentuk narasi mengenai kekerasan seksual di Indonesia, khususnya melalui perspektif framing media dan praktik jurnalistik.
Selama tiga tahun terakhir, Yusri secara konsisten mengembangkan kepakaran pada bidang language and media, dengan fokus pada kajian language framing, analisis wacana media, representasi bahasa dalam pemberitaan, serta bagaimana bahasa membangun persepsi publik terhadap berbagai isu sosial. Berbagai hasil penelitiannya telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi dan menjadi dasar pengembangan riset doktoral yang akan ditempuh di Selandia Baru. Menurut Yusri, keberhasilan memperoleh Beasiswa LPDP bukanlah sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab besar.
“Mendapatkan Beasiswa LPDP merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. Kesempatan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kualitas riset, menghasilkan publikasi yang lebih berdampak” ungkapnya kepada KabarPROFESIANA.co.id melalui sambungan telepon, Minggu (28/06/2026).
Yusri juga berharap pengalaman akademik dan jejaring internasional yang diperoleh selama menempuh studi doktor dapat memperkuat kolaborasi riset antara UNM dengan berbagai perguruan tinggi dunia, khususnya dalam bidang linguistik, komunikasi, media, dan isu-isu sosial kontemporer.
Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap semakin banyak dosen muda FBS UNM yang mengikuti jejak serupa.
“Kami sangat mendukung dosen-dosen muda untuk melanjutkan pendidikan doktor, terutama di perguruan tinggi bereputasi di luar negeri. Pengalaman akademik internasional tidak hanya akan meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi, memperkaya perspektif keilmuan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar, dan Indonesia,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi salah satu wujud komitmen Fakultas Bahasa dan Sastra UNM dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, riset internasional, dan kolaborasi global.
Prof. Anshari berharap, semakin banyak dosen muda yang mampu berkiprah di tingkat internasional dan membawa kembali pengetahuan serta inovasi untuk mendukung kemajuan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Indonesia. Beasiswa LPDP sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah Indonesia untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan pada perguruan tinggi terbaik di dunia. (Den/Ans/Why)


























