MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Kurikulum sangat penting bagi perguruan tinggi. Kurikulum menetapkan standar pembelajaran, memberikan arah terstruktur bagi dosen, memastikan konsistensi kualitas, dan memastikan mahasiswa memperoleh keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr. Farida Patittingi,S.H.,M.Hum. mengatakan hal tersebut dalam pembukaan Lokakarya Pengimputan Mata Kuliah Kurikulum dan CPL Terstandar pada Sistem New SIA UNM pada Sabtu (4/7/2026) di Ballroom D Lantai 1 Gedung Menara Pinisi yang diikuti Koordinator Program Studi Jenjang Diploma Tiga, Sarjana Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor di lingkungan UNM.
Prof. Farida menekankan agar kurikulum yang dirancang untuk diterapkan harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan lapangan kerja.
“Untuk apa dilakukan akreditasi program studi, karena pemerintah ingin memastikan agar semua isi kurikulum yang dirancang harus sesuai dengan kebutuhan di lapangan, baik di dunia kerja maupun dunia industri,” tegas Prof. Farida.
Selain itu, katanya, kurikulum akan mengukur secara cermat aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi mahasiswa selama proses perkuliahan sehingga dapat dipastikan mahasiswa mendapat bekal sebagai modal besar setelah meraih gelar.
“Setahu saya, dalam KKNI yang sulit diukur adalah dimensi sikap. Dimensi sikap adalah sesuatu yang akan tergambar dalam dirinya. Aspek sikap akan terbentuk dalam proses perkuliahan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selama delapan bulan di UNM, telah terjadi perkembangan yang siginifikan karena UNM memiliki dosen dan mahasiswa yang luar biasa.
“Di prodi diharapkan input dan output seimbang sehingga angka efesiensi edukasi dapat meningkat. Karena itu, diperlukan pembenahan sistem akademik dan kemahasiswaan. Lakukan transformasi dengan berlari kencang,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof.Dr. Aslinda, M.Si. melaporkan bahwa kegiatan lokakarya ini sangat penting karena sebelum kurikulum diimplementasikan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 untuk perkuliahan mahasiswa baru.
“Kegiatan ini merupakan tahap terakhir dari rangkaian program penyusunan kurikulum terstandar di UNM, mulai tahap penyusunan, revisi, finalisasi, hingga pengimplementasian,” kata Prof. Aslinda.
Prof. Aslinda menegaskan bahwa tahap penginputan kurikulum, CPL, dan RPS ke New SIA UNM sangat penting karena sudah akan diimplementasikan pada Tahun Akademik 2026/2027 untuk mahasiswa baru.
Ia juga melaporkan bahwa kurikulum terstandar telah memasukkan tiga mata kuliah penciri, yaitu kewirausahaan, literasi sains dan seni, dan pendidikan inklusi khusus prodi kependidikan. (Ans/Why)


























