MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) — Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Jalan Santai Berdampak sebagai bagian dari rangkaian peringatan Diesnatalis ke-65 pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan yang dibuka di halaman Pascasarjana UNM ini tidak hanya menjadi ruang kebersamaan dan silaturahmi, tetapi juga menegaskan komitmen UNM untuk terus bergerak, berinovasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa Jalan Santai Berdampak mencerminkan semangat kolektif seluruh sivitas akademika, alumni, mitra, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan universitas.
Menurutnya, perjalanan UNM menuju perguruan tinggi yang maju dan bereputasi membutuhkan kekuatan internal serta dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak.
“Saya ingin menyampaikan sekali lagi terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dukungan luar biasa dari seluruh mitra dan pemerintah, khususnya Bapak Ketua Umum DPP IKA UNM yang terus memberikan dukungan kepada Universitas Negeri Makassar untuk terus bergerak dan melakukan inovasi-inovasi yang dapat memberikan dampak luas kepada masyarakat,” ujar Farida.
Ia mengatakan, pemilihan nama Jalan Santai Berdampak memiliki makna bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan UNM harus melampaui aspek seremonial. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas, membangun optimisme, serta mendorong kontribusi universitas bagi pembangunan masyarakat.
Farida menegaskan bahwa momentum Dies Natalis ke-65 harus menjadi titik konsolidasi bagi seluruh unsur di lingkungan UNM. Kebersamaan yang terbangun melalui Jalan Santai Berdampak diharapkan semakin memperkuat langkah universitas menghadapi tantangan pendidikan tinggi, baik pada tingkat nasional maupun global.
“Insyaallah, pada ulang tahun atau Diesnatalis ke-65 ini, UNM ke depan akan semakin maju, semakin bereputasi, dan masuk dalam percaturan global,” katanya.
Menurut Farida, reputasi global tidak dapat dibangun hanya melalui pencapaian akademik, tetapi juga melalui kemampuan universitas menghadirkan inovasi dan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan Dies Natalis ke-65 sebagai momentum menyatukan komitmen dan memperkuat rasa memiliki terhadap UNM.
“Pada ulang tahun ke-65 ini, kita bersama-sama menyatukan komitmen untuk semakin memperkuat kebersamaan seluruh sivitas akademika,” tuturnya.
Farida menekankan bahwa soliditas internal menjadi fondasi penting bagi UNM untuk memperluas kontribusi eksternal. Dengan kekuatan dan kebersamaan di dalam institusi, UNM dinilai akan semakin mampu menjalin kolaborasi dengan pemerintah, alumni, dunia usaha, mitra strategis, dan masyarakat.
“Di dalam kita harus kuat, sehingga ke luar kita dapat terus bersama-sama dengan seluruh masyarakat memberikan kebermanfaatan yang luas,” tegasnya.
Kegiatan Jalan Santai Berdampak menjadi simbol perjalanan bersama keluarga besar UNM dalam memasuki usia ke-65. Melalui kegiatan tersebut, UNM ingin menegaskan bahwa kebersamaan, kesehatan, inovasi, dan kepedulian sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun universitas yang maju dan bereputasi.
Jalan Santai Berdampak juga menjadi ruang perjumpaan antara pimpinan universitas, sivitas akademika, alumni, mitra, pemerintah, dan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap transformasi UNM menuju perguruan tinggi yang semakin inklusif, kolaboratif, dan berdampak.
Melalui semangat Diesnatalis ke-65, UNM berkomitmen menjadikan setiap langkah institusi tidak hanya berorientasi pada kemajuan kampus, tetapi juga pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat secara lebih luas. (Den/Ans/Why)


























