MAJENE, SULAWESI BARAT (KabarPROFESIANA.co.id) — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menggelar Talk Series V dengan mengangkat tema “Before You Become a Teacher: Melek Media, Kritis Berpikir, dan Cerdas Bermasyarakat di Era Digital.”
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, di Taman Budaya dan Museum ini dimulai pukul 13.30 WITA hingga selesai. Talk Series V menghadirkan St. Harpiani, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber pertama dan Muh. Chaerul Anwar, S.H., M.H. sebagai narasumber kedua. Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Asmirinda Resa, S.Pd., M.Pd.
Talk Series merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh PGSD FKIP Unsulbar setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan dan pengetahuan tambahan melalui diskusi bersama narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan pengalaman.
Pelaksanaan Talk Series secara berkala juga menjadi bagian dari upaya PGSD Unsulbar dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan sebagai calon guru.
Pada Talk Series V kali ini, tema yang diangkat menitikberatkan pada pentingnya literasi media, kemampuan berpikir kritis, dan kecerdasan bermasyarakat di era digital. Mahasiswa sebagai calon pendidik diharapkan mampu memahami perkembangan teknologi dan media digital serta menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Selain menghadirkan para narasumber, kegiatan tersebut turut melibatkan Dr. Evy Segarawati Ampry, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah yang menjadi bagian dari luaran kegiatan, Muh. Inayah A.M., S.Pd., M.Pd. selaku Koordinator Program Studi PGSD, serta seluruh dosen Program Studi PGSD.
Melalui kegiatan rutin ini, PGSD FKIP Unsulbar terus mendorong terciptanya ruang pembelajaran di luar kelas yang dapat memperkaya pengalaman mahasiswa. Talk Series diharapkan tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan calon guru yang melek media, kritis dalam berpikir, dan mampu berperan positif di tengah masyarakat. (Esa/Why/Ans)


























