JAKARTA,(KabarPROFESIANA.co.id) – Prestasi membanggakan ditorehkan kontingen Petanque Sulawesi Selatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Petanque 2026 yang berlangsung di DKI Jakarta pada 12–18 Oktober 2026. Bersaing dengan 23 provinsi dari seluruh Indonesia, Petanque Sulawesi Selatan berhasil menempati peringkat kelima nasional dengan raihan 1 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa atlet Petanque Sulawesi Selatan mampu bersaing di tingkat nasional. Lebih dari sekadar perolehan medali, hasil tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi agenda kompetisi berikutnya, termasuk Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PRA PON) 2027 di Gorontalo serta peluang bagi atlet berprestasi untuk memperkuat Indonesia pada ASEAN Championship 2026 di Surabaya.
Keberhasilan kontingen ini juga memperlihatkan kontribusi dunia pendidikan tinggi dalam pembinaan olahraga prestasi. Tiga dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), yakni Juhanis, Benny Badaru, dan Ahmad Zakaria, turut berperan dalam pembinaan dan pendampingan atlet Petanque Sulawesi Selatan.
18 Atlet Perkuat Kontingen, 16 di Antaranya Mahasiswa FIKK UNM
Kontingen Petanque Sulawesi Selatan diperkuat 18 atlet, terdiri atas 9 atlet putra dan 9 atlet putri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 atlet merupakan mahasiswa FIKK UNM Makassar, yang berasal dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO).
Komposisi tersebut menunjukkan besarnya kontribusi mahasiswa FIKK UNM dalam mendukung prestasi olahraga daerah. Mereka tidak hanya menjalani aktivitas akademik di kampus, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi dalam persaingan olahraga tingkat nasional.
Keikutsertaan para mahasiswa dalam Kejurnas menjadi pengalaman penting untuk mengembangkan keterampilan teknik, strategi permainan, konsentrasi, kesiapan mental, serta kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan pertandingan.
Keterlibatan dosen dalam pembinaan dan pendampingan atlet juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara ilmu keolahragaan dan praktik di lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu fondasi dalam membangun pembinaan olahraga yang terencana dan berkelanjutan.
Emas Triple Mix A Jadi Pencapaian Tertinggi Sulsel
Salah satu prestasi terbaik Petanque Sulawesi Selatan datang dari nomor Triple Mix A, yang berhasil menyumbangkan medali emas melalui tiga atlet, yaitu :
Amrin — Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO).
Airin Deasa Fitri — Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).
Sasmita — Program Studi PJKR.
Keberhasilan ketiga atlet tersebut menjadi kontribusi penting bagi posisi Sulawesi Selatan dalam klasemen akhir. Nomor triple mix menuntut kekompakan tim, ketepatan teknik pointing dan shooting, strategi permainan, serta kemampuan menjaga konsistensi di tengah tekanan kompetisi.
Raihan emas ini juga menjadi kebanggaan bagi FIKK UNM karena para atlet yang memperkuat tim merupakan bagian dari mahasiswa yang berkembang melalui lingkungan pendidikan dan olahraga.
Dua Medali Perak dari Nomor Putri
Kontribusi atlet putri turut mengangkat prestasi Petanque Sulawesi Selatan melalui dua medali perak dari nomor pertandingan berbeda.
Medali perak pertama diraih Miftahul Jannah, mahasiswa Program Studi PJKR, pada nomor Shooting Woman. Nomor ini membutuhkan ketepatan sasaran, koordinasi gerak, konsentrasi tinggi, serta kontrol teknik yang konsisten.
Medali perak kedua diraih oleh Ainun Khaerani Fitra dan Nur Amelia, keduanya mahasiswa Program Studi PJKR, pada nomor Double Woman.
Keberhasilan kedua atlet tersebut memperlihatkan bahwa atlet putri Sulawesi Selatan memiliki kemampuan bersaing dalam nomor berpasangan. Koordinasi, komunikasi, dan kemampuan membaca situasi permainan menjadi unsur penting dalam mencapai hasil tersebut.
Dua medali perak ini melengkapi raihan emas Triple Mix A dan memperkuat kontribusi atlet mahasiswa dalam pencapaian kontingen Sulawesi Selatan.
Dua Medali Perunggu Lengkapi Raihan Lima Medali Selain emas dan perak, Petanque Sulawesi Selatan juga mengamankan dua medali perunggu.
Pada nomor Beregu Mix, medali perunggu diraih oleh empat atlet mahasiswa Program Studi PJKR, yakni :
Firman
Aditya Muheda
Andi Sri Astrini Harris
Nurfauzyah
Sementara itu, medali perunggu pada nomor Shooting Man diraih oleh Amrin, mahasiswa Program Studi PKO yang juga menjadi bagian dari tim peraih emas Triple Mix A.
Dua medali perunggu tersebut melengkapi total perolehan lima medali Sulawesi Selatan pada Kejurnas Petanque 2026. Hasil ini menjadi gambaran kontribusi atlet dalam nomor beregu maupun individual, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan di antara 23 provinsi peserta.
Secara keseluruhan, perolehan medali kontingen Petanque Sulawesi Selatan terdiri atas :
1 medali emas — Triple Mix A.
2 medali perak — Shooting Woman dan Double Woman.
2 medali perunggu — Beregu Mix dan Shooting Man.
Tiga Dosen FIKK UNM Berkontribusi dalam Pembinaan Atlet
Keberhasilan menempati peringkat kelima nasional tidak terlepas dari persiapan, pembinaan, dan pendampingan yang dilakukan terhadap para atlet. Dalam proses tersebut, tiga dosen FIKK UNM, yakni Juhanis, Benny Badaru, dan Ahmad Zakaria, turut berkontribusi dalam mendukung kontingen Petanque Sulawesi Selatan.
Dalam olahraga prestasi, pembinaan atlet tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknik, tetapi juga mencakup kondisi fisik, pemahaman taktik, kesiapan psikologis, evaluasi performa, serta pengambilan keputusan saat bertanding.
Sinergi antara dosen, atlet, pelatih, dan organisasi olahraga menjadi unsur penting untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terarah. Kolaborasi ini juga membuka ruang penerapan ilmu keolahragaan dalam meningkatkan kualitas latihan dan performa atlet.
Bagi FIKK UNM, capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia olahraga sekaligus mendorong mahasiswa berprestasi di bidang akademik dan olahraga.
Modal Dasar Menuju PRA PON 2027 di Gorontalo
Hasil Kejurnas Petanque 2026 menjadi modal dasar bagi Petanque Sulawesi Selatan untuk mempersiapkan diri menghadapi Babak Kualifikasi PON (PRA PON) 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027 di Gorontalo.
Peringkat kelima nasional dengan lima medali memberikan bahan evaluasi untuk mengidentifikasi keunggulan dan aspek yang masih perlu ditingkatkan. Evaluasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun program latihan yang lebih terukur, memperkuat kemampuan pointing dan shooting, meningkatkan kesiapan fisik dan mental, serta mengembangkan strategi menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
Persiapan menuju PRA PON membutuhkan konsistensi latihan, pemantauan perkembangan atlet, evaluasi berkala, dan simulasi pertandingan dalam situasi kompetitif. Dengan persiapan yang matang, Petanque Sulawesi Selatan diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperjuangkan tiket menuju PON 2028.
Kejurnas 2026 dengan demikian bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan salah satu pijakan penting dalam membangun target prestasi berikutnya.
Peluang Atlet Peraih Emas Menuju ASEAN Championship 2026
Selain menjadi modal menuju PRA PON 2027, hasil Kejurnas Petanque 2026 juga memiliki arti strategis bagi atlet peraih medali emas. Prestasi tersebut menjadi salah satu bahan penilaian untuk menentukan atlet yang berpeluang mewakili Indonesia pada ASEAN Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di Surabaya.
Perolehan medali emas Triple Mix A oleh Amrin, Airin Deasa Fitri, dan Sasmita menjadi pencapaian yang patut diperhitungkan dalam proses evaluasi prestasi atlet. Namun, peluang mewakili Indonesia tetap bergantung pada mekanisme seleksi, penilaian performa, dan keputusan pihak berwenang di tingkat nasional.
Kesempatan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi atlet untuk terus menjaga konsistensi performa, meningkatkan kualitas latihan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan kompetisi yang lebih tinggi.
Bagi atlet mahasiswa FIKK UNM, peluang ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di lingkungan perguruan tinggi dapat menghasilkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional dan berpotensi tampil pada ajang internasional.
Petanque Sulsel Menatap Tantangan Berikutnya, Keberhasilan meraih peringkat kelima nasional dengan satu emas, dua perak, dan dua perunggu merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Prestasi ini menunjukkan potensi Petanque Sulawesi Selatan untuk terus berkembang melalui pembinaan yang konsisten, evaluasi berbasis performa, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga.
Dominasi mahasiswa FIKK UNM dalam komposisi kontingen juga memperlihatkan peran penting kampus dalam mendukung pengembangan olahraga prestasi di Sulawesi Selatan. Dukungan terhadap atlet perlu terus diperkuat agar mereka mampu menyeimbangkan pendidikan, latihan, dan tuntutan kompetisi.
Dengan semangat “Sulsel Ewako!”, prestasi di Kejurnas Petanque 2026 diharapkan menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas pembinaan, mempersiapkan atlet menuju PRA PON 2027 di Gorontalo, dan membuka peluang bagi atlet terbaik untuk memperkuat Indonesia pada ASEAN Championship 2026 di Surabaya.
Lima medali, peringkat kelima nasional, dan 16 mahasiswa FIKK UNM dalam kontingen menjadi bukti kontribusi nyata atlet dan dunia pendidikan dalam mengharumkan nama Sulawesi Selatan. Perjalanan prestasi masih berlanjut—dari Kejurnas menuju target yang lebih tinggi. (Rls/why/ans)















