Implementasi Kerja Sama Pemkab Mamasa dan Poltekpar Makassar, Serah Terima RIPOW sebagai Kompas Pembangunan Pariwisata Lokal

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMASA, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) — Komitmen membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berakar pada kearifan lokal kian menemukan bentuknya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa bersama Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar resmi mengimplementasikan kerja sama strategis melalui Perjanjian Kerja Sama Nomor 100/PKS-37/Setda/IX/2025 dan PKS/40/PS.02.01/PTP.3/2025. Kolaborasi ini menitikberatkan pada Pengabdian Kepada Masyarakat serta Penelitian Terapan Pariwisata yang berpijak pada kebutuhan riil masyarakat, khususnya desa wisata.

Salah satu implementasi konkret di bidang penelitian terapan adalah penyusunan Rencana Induk Pembangunan Objek Wisata (RIPOW) untuk tiga wisata unggulan Mamasa, yakni Desa Wisata Tondok Bakaru, Wisata Buntu Kepa di Desa Taupe, serta Air Terjun Liawan di Desa Tadisi. Dokumen ini diharapkan menjadi kompas pembangunan pariwisata Mamasa ke depan—terarah, terukur, dan berpihak pada masyarakat.

Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan Expose Laporan Akhir yang digelar pada 15 Desember 2025 di Villa Edelweiss, Mamasa. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai unsur strategis: pemerintah desa, Dinas PUPR, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pendidikan, serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Turut hadir pula perwakilan asosiasi seperti penggiat desa wisata, PHRI, dan insan media.

Baca Juga :  Dr. Rusman Rasyid Jadi Narsum Kuliah Umum di STTAR Ternate, Tekankan Pentingnya Karakter Kewirausahaan Digital

Mewakili Bupati Mamasa, Resin Pualillin, S.Pak., Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa yang membidangi Ekonomi dan Pembangunan, menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini. Dalam kapasitasnya yang selama ini aktif mengawal pembangunan daerah dan pengembangan pariwisata lokal, ia menegaskan pentingnya dokumen RIPOW sebagai landasan strategis.

“Semoga hasil kerja sama ini dapat menjadi dokumen strategis pariwisata yang benar-benar membumi dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dari pihak Poltekpar Makassar, Muhammad Arfin Muh. Salim, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CHE, Wakil Direktur Bidang Akademik, hadir mewakili Direktur. Sementara itu, Pemerintah Daerah Mamasa juga diwakili oleh Eva Yuslianti Yusif, SP., MM, selaku Plt. Kepala Dinas terkait. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi penanda bahwa pariwisata bukan kerja satu pihak, melainkan orkestrasi bersama.

Rangkaian penyusunan dokumen RIPOW sendiri telah dimulai sejak Oktober 2025, melalui tahapan yang sistematis: survei lapangan, observasi, pengumpulan data sekunder, seminar pendahuluan, seminar antara, verifikasi, hingga seminar akhir. Proses panjang ini memastikan setiap rekomendasi lahir dari data dan realitas di lapangan.

Baca Juga :  Unkhair Sahkan Tiga Calon Rektor, Prof. Abdullah W. Jabid Unggul Raih Suara Terbanyak

Sebagai luaran utama, kerja sama ini menghasilkan dokumen Rencana Induk untuk tiga objek wisata, lengkap dengan rencana estimasi biaya, site plan, dan arah pengembangan kawasan.

Tim Teknis, Rois Dinan, S.P.W.K., M.P.W.K., dalam pemaparannya menegaskan bahwa seluruh rancangan disusun sesuai aturan dan kaidah perencanaan yang berlaku.

“Kami menyusun berdasarkan hasil survei, dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama. Pendekatannya adalah community-based tourism—dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” tuturnya.

Kerja sama Pemkab Mamasa dan Poltekpar Makassar ini bukan sekadar dokumen di atas meja. Ia adalah ikhtiar menata masa depan pariwisata yang berkeadilan, lestari, dan memberi ruang bagi desa untuk tumbuh dengan jati dirinya sendiri. Di Mamasa, pariwisata tak hanya dijual—ia dirawat, direncanakan, dan dihidupi bersama.

Dengan pengalaman panjang di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Poltekpar Makassar tidak hanya hadir sebagai penyusun dokumen, tetapi sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Pendekatan akademik yang dikawinkan dengan praktik lapangan menjadi kekuatan utama dalam memastikan setiap rencana pariwisata dapat diimplementasikan secara realistis, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat lokal. (Rls/Ans/Why)

Berita Terkait

Andi Asni Siap Kibarkan Bendera ELIT di Parepare
Poltekpar Makassar Dorong Pengembangan Geopark Maros-Pangkep Melalui Program PKM Berbasis Masyarakat
LPMPP Unkhair Ternate Terima Kunjungan LPMPP Unpatti Ambon, Keduanya Sepakat Perkuat Implementasi Penjaminan Mutu dan Inovasi Pembelajaran
Perkuat Mutu Akademik, Prodi Psikologi FKIK Unkhair Ternate Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT
Prodi Agroteknologi Unkhair Ternate Jalani Asesmen Lapangan Reakreditasi BAN-PT
BAZNAS Makassar dapat Perhatian BAZNAS Sinjai
Jurnal Humano Unkhair Raih Akreditasi dari Kemdiktisaintek
Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:04 WIB

Andi Asni Siap Kibarkan Bendera ELIT di Parepare

Minggu, 19 April 2026 - 16:48 WIB

Poltekpar Makassar Dorong Pengembangan Geopark Maros-Pangkep Melalui Program PKM Berbasis Masyarakat

Rabu, 15 April 2026 - 19:30 WIB

LPMPP Unkhair Ternate Terima Kunjungan LPMPP Unpatti Ambon, Keduanya Sepakat Perkuat Implementasi Penjaminan Mutu dan Inovasi Pembelajaran

Selasa, 14 April 2026 - 15:36 WIB

Perkuat Mutu Akademik, Prodi Psikologi FKIK Unkhair Ternate Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

Jumat, 10 April 2026 - 06:13 WIB

Prodi Agroteknologi Unkhair Ternate Jalani Asesmen Lapangan Reakreditasi BAN-PT

Berita Terbaru

Daerah

Andi Asni Siap Kibarkan Bendera ELIT di Parepare

Minggu, 19 Apr 2026 - 19:04 WIB