Wonosari, (KabarPROFESIANA.co.id)– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Palopo Posko XVII Desa Wonosari melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar limbah kulit jeruk. Kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah desa dan masyarakat Desa Wonosari sebagai bentuk upaya meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan kulit jeruk yang selama ini sering dianggap sebagai limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna. Melalui inovasi tersebut, kulit jeruk yang dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan lilin aromaterapi.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menunjukkan antusiasme dan ketertarikan terhadap proses pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar limbah kulit jeruk. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan dan pengalaman baru mengenai pemanfaatan limbah yang selama ini sering dianggap tidak berguna.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengolah kulit jeruk menjadi sesuatu yang lebih berguna. Biasanya kulit jeruk hanya dibuang begitu saja, tetapi ternyata bisa dimanfaatkan menjadi lilin aromaterapi yang menarik dan memiliki nilai jual,” ungkap salah seorang warga.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T Posko XVII memberikan penyuluhan mengenai potensi pemanfaatan kulit jeruk, dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan lilin aromaterapi. Masyarakat diperkenalkan dengan tahapan pembuatan produk, mulai dari persiapan bahan dan alat hingga proses pembentukan lilin aromaterapi.
Kehadiran pemerintah desa dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN-T yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Muhammadiyah Palopo Posko XVII Desa Wonosari berharap pemanfaatan kulit jeruk dapat menjadi salah satu alternatif pengolahan limbah organik menjadi produk kreatif yang bermanfaat. Selain menambah wawasan dan keterampilan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih optimal.
Program penyuluhan dan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Desa Wonosari melalui edukasi, inovasi, dan pemanfaatan potensi lokal. (Rls/Ans/Why)


























