Soal Capaian Penurunan Prevalence of Undernourishment, Sulbar Jawaranya

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar PROFESIONA,co,id:

Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menorehkan prestasi gemilang di level nasional. Tak tanggung tanggung provinsi pecahan Sulawesi Selatan yang kini dipimpin Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga itu jawara di level nasional.

Frasa Sulbar ‘Jawara”  membangkitkan rasa bangga dan prestasi gemilang. Provinsi yang diapit Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan ini meraih juara I Provinsi dengan Capaian Penurunan Angka Prevalence of Undernourishment (PoU) terbaik I tahun 2024. Terbaik dua adalah Kalimantan Timur (angka PoU lebih 19 persen),dan terbaik ketiga adalah Jawa Tengah dengan angka PoU 17,28 persen.

Atas prestasi itulah, Kepala Badan Pangan Nasional-RI diwakili Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Dr.Drs.Sarwo Edy Sp.MM,MH, menyerahkan piagam penghargaan kepada Provinsi Sulawesi Barat.

Piagam penghargaan yang diterima Kepala badan Ketahanan Pangan Sulbar, Ir.Abdul Waris Bestari, di Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta, Kamis, 14 Agustus 2025, hari ini, merupakan penghargaan ke 16 selama tiga tahun Abdul Waris menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan di Sulbar.

Ir.Abdul Waris Bestari dikonfirmasi d Jakarta mengakui, penghargaan prestisius ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan kerja keras Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat, termasuk didalamya  tenaga kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan generasi penerus yang bukan saja sehat, melainkan lebih berkualitas.

Baca Juga :  Anggota DPR RI, H. Achmad Daeng Se’re Rasakan Ketenangan dan Kedamaian Hati Atas Doa yang Dipanjatkan Oleh Pimpinan dan Santri Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Faaliqul Irsyaad

“Bagi kami di Sulawesi Barat, penghargaan sebagai provinsi terbaik pertama, tentunya atas pencapaian sangat luar biasa, dalam upaya penurunan angka prevalensi kekurangan gizi (kurang gizi) tahun lalu. Kami juga merasa bangga, karena saat menerima penghargaan bergengsi ini juga dihadiri perwakilan dari berbagai provinsi lainnya di tanah air,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Barat itu menambahkan, penghargaan nomor satu yang diterima, menandai keberhasilan Sulawesi Barat yang signifikan, utamanya  dalam mengatasi masalah gizi, khususnya stunting dan kurang gizi lainnya.

Penurunan angka ini secara signifikan menunjukkan efektivitas program intervensi gizi spesifik dan sensitif yang dijalankan di Sulawesi Barat. Di antaranya menyangkut penguatan layanan kesehatan primer, intervensi gizi terpadu, edukasi dan pemberdayaan masyarakat, hingga kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan data akurat.

“Capaian yang kami peroleh ini juga, merupakan buah dari implementasi program-program kesehatan dan gizi yang terarah, inovatif, dan berkelanjutan yang dilakukan secara bersama sama berbgaia komponen di Sulawesi Barat,” jelasnya.

Baca Juga :  BP3 Kembali Nobatkan Unkhair Ternate Sebagai PTN Terbaik dalam Pengelolaan Keuangan Sosialisasi SNPMB 2025

Di bagian lain, aktivis mahasiswa di zamannya itu melihat, penghargaan yang diterima sekaligus merupakan buah dari komitmen kuat bersama. “Artinya, apa yang diraih Provinsi Sulawesi Barat di level nasional ini, bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang kehidupan anak-anak kita, masa depan generasi penerus di Bumi Manakkara,” urainya.

Meski telah meraih pengakuan nasional, namun ASN yang mengawali karirnya di Dinas Perkebunan Kalimantan Barat itu mengatakan, perjuangan belum berakhir.

“Perlu diingat, meski sudah mendapat pengakuan nasional, namun kami di Sulawesi Barat tidak berhenti berjuang. Target kami adalah nol kasus undernourishment baru dan memastikan setiap jiwa di Sulawesi Barat tumbuh optimal. Untuk itu, Pemprov Sulawesi Barat terus memperkuat kolaborasi, pemerataan layanan hingga ke pelosok pelosok  desa, sekaligus melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam gerakan hidup sehat. Kami tidak main main soal kesehatan,” tutup Waris—pria asal Polman ini. (din pattisahusiwa)

Berita Terkait

Harmita Sari Dorong Dosen Muda UNTIRTA Tembus Jurnal Nasional Terakreditasi dan Internasional Bereputasi
PGSD FKIP Unkhair Ternate Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Lamdik, Rektor Tekankan Penguatan Mutu dan Lulusan
Porprov Sulsel 2026, Gowa Target Lima Besar
Gelar Penyamaan Persepsi Auditor AMI, LPMPP Unkhair Ternate Perkuat Budaya Mutu Perguruan Tinggi
FKIP UNSULBAR Perluas Dampak Pengabdian, 451 Mahasiswa dan Dosen Bergerak Tangani Anak Tidak Sekolah
Menembus Batas Hingga ke Papua, Muh. Afdhal, S.K.M., M.Kes, Dosen Adminkes FIKK UNM di Daulat Sebagai Pemateri Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kompetensi Kader Posyandu Bagi 50 Kader Posyandu
MTQ Nasional XXXI di Semarang, Gubernur Kaltara Minta Kafilah Tampil Maksimal dan Jaga Nama Daerah
FKIP UNSULBAR Resmi Launching Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat 

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:40 WIB

Harmita Sari Dorong Dosen Muda UNTIRTA Tembus Jurnal Nasional Terakreditasi dan Internasional Bereputasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:47 WIB

PGSD FKIP Unkhair Ternate Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Lamdik, Rektor Tekankan Penguatan Mutu dan Lulusan

Selasa, 15 September 2026 - 19:08 WIB

Porprov Sulsel 2026, Gowa Target Lima Besar

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Gelar Penyamaan Persepsi Auditor AMI, LPMPP Unkhair Ternate Perkuat Budaya Mutu Perguruan Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 15:14 WIB

FKIP UNSULBAR Perluas Dampak Pengabdian, 451 Mahasiswa dan Dosen Bergerak Tangani Anak Tidak Sekolah

Berita Terbaru

POLITIK BAHASA

KBBI Berdaulat: Mesin Pengetahuan untuk Akal Tiruan Indonesia

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:12 WIB