MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sukses menyelenggarakan PGSD Fest 2025, sebuah ajang apresiasi seni, sastra, dan kreativitas pembelajaran yang dibuka untuk umum, pada Jumat–Sabtu, 19–20 Desember 2025, bertempat di Aula Mini Unsulbar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan sekolah sebagai mitra pendidikan, dosen, serta sivitas akademika Unsulbar.
Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian budaya dan penguatan kompetensi mahasiswa ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pertunjukan seni tari kreasi, pameran seni rupa (dua dimensi, tiga dimensi, dan instalasi), hingga pertunjukan sastra yang meliputi sastra mitos, legenda, dongeng, musikalisasi puisi, dan mini drama. Selain itu, turut ditampilkan pameran media pembelajaran sebagai wujud inovasi dan kreativitas mahasiswa PGSD dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah dasar.
PGSD Fest 2025 menjadi ruang ekspresi dan aktualisasi mahasiswa sekaligus sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan seni, budaya, dan pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan akademik, tetapi juga kemampuan estetik, literasi budaya, serta kepercayaan diri dalam berkarya dan tampil di ruang publik, sekaligus memperkuat jejaring antara kampus dan sekolah.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III FKIP Unsulbar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PGSD Fest 2025 sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa serta penguatan karakter calon guru. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan pimpinan fakultas, termasuk Wakil Dekan I FKIP Unsulbar, yang menegaskan pentingnya integrasi seni dan inovasi media pembelajaran dalam pendidikan dasar.
Ketua Program Studi PGSD Unsulbar, Muh. Inayah A.M., S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa PGSD Fest merupakan agenda akademikkultural yang dirancang untuk menumbuhkan karakter kreatif, kolaboratif, dan apresiatif pada mahasiswa calon guru sekolah dasar, sekaligus sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman nyata (experiential learning).
Kegiatan ini turut didukung oleh dosen-dosen PGSD Unsulbar, di antaranya Muhammad Gazali, M.Pd. (Seni Rupa), St. Harpiani, S.Pd., M.Pd. (Konsep Bahasa Indonesia), Dita Mulyana R., S.Pd., M.Pd. (Sastra Anak), Evi Syarah, M.Pd dan Dr. S. Abu Alama, M.Pd. (Seni Tari), serta dosen media pembelajaran Dr. Evy Segarawati Ampry, S.Pd., M.Pd. dan Asmirinda Resa, M.Pd., yang berperan aktif dalam pendampingan dan penguatan kualitas karya mahasiswa.
Dengan terselenggaranya PGSD Fest 2025, Prodi PGSD Unsulbar menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru yang tidak hanya kompeten secara pedagogik, tetapi juga memiliki kepekaan seni, budaya, serta kemampuan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. (Esa/Ans/Why)


























