HMTI FT Unhas Gelar I-CARE 2026, Hadirkan Dosen Poltekpar Makassar: Dorong Optimalisasi Daya Tarik Wisata Air Terjun Boko Bili

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Semangat pengabdian kepada masyarakat diwujudkan mahasiswa Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Industrial Care (I-CARE) 2026 di Desa Bilalang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (16/8).

Mengangkat tema “Boko Bili Insight: Mengoptimalkan Potensi Wisata Alam melalui Kolaborasi Masyarakat Desa Bilalang”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi sekaligus berkontribusi langsung terhadap pengembangan potensi desa.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unhas, dilanjutkan laporan panitia, sambutan pemerintah desa dan sivitas akademika, serta peluncuran Desa Wisata Bilalang. Salah satu agenda utama adalah sosialisasi mengenai pengembangan potensi Air Terjun Boko Bili sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata desa.

### Berangkat dari Identifikasi Potensi Desa

Ketua Panitia I-CARE 2026, Abdul Mahfud Huseng, menjelaskan bahwa program tersebut tidak disusun secara tiba-tiba. Mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei dan identifikasi terhadap potensi yang dimiliki Desa Bilalang sebelum merumuskan program pengabdian.

“Sebelumnya kami melakukan survei dan identifikasi potensi, kemudian dirumuskan menjadi tema optimalisasi Air Terjun Boko Bili. Ini merupakan bagian dari program kerja kami. Tradisi kami adalah menerapkan ilmu dan pengetahuan yang kami miliki di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan I-CARE 2026 merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat dengan dukungan dari kampus. Ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan, namun berharap program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Bilalang.

Komitmen tersebut juga ditegaskan Ketua Umum Badan Eksekutif HMTI Fakultas Teknik Unhas Periode 2026, Muh Rifki Umar, Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat desa sekaligus menegaskan bahwa I-CARE telah memasuki tahun kedua pelaksanaan pengabdian di kawasan Boko Bili.

Baca Juga :  Sejumlah 3.206 Mahasiswa Baru Unkhair Ternate Ikut PKKMB 2025, Siap Berkontribusi Menuju Indonesia Emas 2045

### Desa Wisata Bilalang Sambut Kolaborasi Mahasiswa

Kepala Desa Bilalang, Abdul Hafied Parallu, S.E., menyambut positif kehadiran mahasiswa HMTI Unhas. Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan dukungan konkret bagi desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata di Kabupaten Gowa melalui keputusan bupati.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri. Mulai dari venue, tiket masuk ke air terjun, branding, promosi, dan sebagainya, semuanya sangat membantu kami,” ungkapnya.

Ia berharap kerja sama antara mahasiswa dan pemerintah desa dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi pengembangan Desa Wisata Bilalang.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Dr. Eng. Ir. Irwan Setiawan, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng, Sekretaris Departemen sekaligus Kepala Subdirektorat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Hasanuddin.

Ia menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.

“Ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi. Terima kasih kepada Desa Bilalang yang telah menerima mahasiswa kami. Kegiatan ini menjadi wujud penerapan inovasi dan teknologi di desa,” katanya.

### Tidak Hanya Air Terjun, Desa Memiliki Banyak Potensi

Dalam kegiatan tersebut, Masri Ridwan, M.Pd., Dosen Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Politeknik Pariwisata Makassar, menekankan bahwa pengembangan Desa Wisata Bilalang tidak seharusnya hanya bertumpu pada Air Terjun Boko Bili.

Menurutnya, kekuatan utama desa justru terletak pada komitmen masyarakat dan keberagaman sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata.

Baca Juga :  Gelar The Most KUA, MAN 3 Bone Ukir Lembaran Penting

“Selain air terjun, potensi lain perlu dimaksimalkan, seperti budaya, aktivitas masyarakat, UMKM, dan berbagai kehidupan keseharian masyarakat desa,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa arah pembangunan pariwisata saat ini tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga memperhatikan kualitas hidup masyarakat, kebutuhan wisatawan, kebersihan lingkungan, serta keberlanjutan.

“Esensi desa wisata adalah ketika pengunjung datang untuk merasakan pengalaman hidup di desa: makan dengan cara masyarakat desa, menyapa masyarakat, melihat aktivitas petani, dan menikmati kehidupan lokal,” ujarnya.

Posisi Desa Bilalang yang berada di sekitar kawasan Bendungan Bili-Bili juga dinilai menjadi modal penting untuk membangun jejaring destinasi dan memperkuat posisi desa dalam ekosistem pariwisata Kabupaten Gowa.

Mahasiswa dan Desa: Kolaborasi untuk Keberlanjutan

I-CARE 2026 menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Survei, identifikasi potensi, branding, promosi, penguatan pengelolaan kunjungan, hingga edukasi masyarakat menjadi bagian dari proses membangun kapasitas desa.

Kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi penting agar potensi Boko Bili dapat berkembang secara lebih terarah.

Bagi Desa Bilalang, kehadiran mahasiswa memberikan tambahan energi dan perspektif baru. Sementara bagi mahasiswa, pengabdian menjadi ruang pembelajaran nyata untuk menguji ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Melalui I-CARE 2026, **Boko Bili tidak hanya dipandang sebagai air terjun, tetapi sebagai bagian dari ekosistem Desa Wisata Bilalang yang memiliki potensi alam, budaya, ekonomi lokal, dan kehidupan masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. (Rls/Ans/Why)

Berita Terkait

Tim Kaji Ketahanan Pangan melalui Tradisi Lisan Meong Palo Karellae di Sidrap dan Barru
Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal
DIPA Unsulbar 2026 Dorong Penguatan Kemitraan Sekolah melalui Pembelajaran Kontekstual di SDN 18 Deteng-Deteng
PGRI Cabang Khusus UNIMEN Resmi Terbentuk, Rektor Dorong Kolaborasi Dosen dan Guru Melalui Seminar dan Program Magister
PKKMB Prodi PGSD Jurusan Pendidikan dan Keguruan FKIP Unsulbar 2026: Pendidik Malqbiq Menuju Keberagaman dan Generasi Humanis
PGSD FKIP Unsulbar Gelar Pengabdian Kemitraan, Dorong Smart School Berbasis AI di SDN 18 Deteng-Deteng
PPK Ormawa BEM FMIPA UNM Gelar Pelatihan Pembuatan Pelet dari Limbah Rajungan
Pengurus IKA SMAN 3 Gowa Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Rapat Kerja Tegaskan Arah Organisasi dari Silaturahmi Menuju Kontribusi

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:44 WIB

HMTI FT Unhas Gelar I-CARE 2026, Hadirkan Dosen Poltekpar Makassar: Dorong Optimalisasi Daya Tarik Wisata Air Terjun Boko Bili

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Tim Kaji Ketahanan Pangan melalui Tradisi Lisan Meong Palo Karellae di Sidrap dan Barru

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:50 WIB

DIPA Unsulbar 2026 Dorong Penguatan Kemitraan Sekolah melalui Pembelajaran Kontekstual di SDN 18 Deteng-Deteng

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:15 WIB

PGRI Cabang Khusus UNIMEN Resmi Terbentuk, Rektor Dorong Kolaborasi Dosen dan Guru Melalui Seminar dan Program Magister

Berita Terbaru