MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) — Universitas Negeri Makassar (UNM) meluncurkan program baru bertajuk UNM Mapaccing dalam rangkaian perayaan Diesnatalis ke-65 pada Minggu, 26 Juli 2026. Program ini menjadi gerakan bersama untuk memperkuat budaya hidup bersih, kepedulian terhadap lingkungan, serta pembenahan diri di lingkungan universitas.
UNM Mapaccing merupakan akronim dari Manajemen Pengelolaan Aksi Cepat Cinta Lingkungan. Program tersebut dirancang sebagai komitmen kolektif seluruh sivitas akademika untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, tertata, dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., mengatakan bahwa konsep mapaccing tidak hanya dimaknai sebagai kebersihan secara fisik, tetapi juga mencakup kebersihan lahir dan batin.
“UNM Mapaccing hadir dalam konteks bersih lahir dan batin, bersih lingkungan, serta bersih diri kita semuanya, insyaallah,” ujar Farida.
Menurutnya, peluncuran program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar UNM untuk menjadikan momentum Diesnatalis ke-65 tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Peringatan hari jadi harus melahirkan program nyata yang dapat membentuk kebiasaan positif dan memberikan dampak berkelanjutan bagi kehidupan kampus.
Program UNM Mapaccing juga menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh unsur universitas diharapkan terlibat aktif dalam menjaga ruang belajar, ruang kerja, fasilitas umum, dan kawasan kampus agar tetap bersih dan nyaman.
Farida menekankan bahwa lingkungan yang bersih akan mendukung terciptanya suasana akademik yang sehat, produktif, dan bermartabat. Namun, kebersihan fisik tersebut harus berjalan seiring dengan pembentukan integritas, kedisiplinan, dan kesadaran pribadi.
Karena itu, makna bersih dalam UNM Mapaccing juga diarahkan pada upaya membangun budaya kerja yang tertib, pelayanan yang transparan, serta hubungan antarsivitas akademika yang dilandasi oleh sikap saling menghormati.
“Nah, ini merupakan satu komitmen bersama untuk kita terus melakukan upaya terbaik bagi Universitas Negeri Makassar,” katanya.
Melalui program ini, UNM ingin menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti menjaga kebersihan, mengelola sampah secara bertanggung jawab, merawat fasilitas kampus, dan membangun kedisiplinan dari diri sendiri.
UNM Mapaccing diharapkan tidak hanya menjadi slogan dalam perayaan Diesnatalis ke-65, tetapi berkembang menjadi gerakan dan budaya institusi. Pelaksanaannya membutuhkan konsistensi, keteladanan pimpinan, serta keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh mitra universitas.
Peluncuran program tersebut sekaligus memperkuat arah UNM sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kualitas lingkungan dan pembentukan karakter sivitas akademika.
Dengan semangat UNM Mapaccing, Diesnatalis ke-65 menjadi momentum untuk membersihkan lingkungan, memperbaiki diri, serta memperkuat komitmen bersama dalam membawa Universitas Negeri Makassar menjadi institusi yang semakin maju, sehat, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat. (Den/Ans/Why)


























