Jelang Pelantikan Raja, Warga Siri Sori Islam Istighozah Kubra

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siri Sori Islam, Kabar PROFESIANA,co,id:
Sehari menjelang pelantikan Syarifuddin Pattisahusiwa sebagai Raja Negeri Siri Sori Islam, denyut nadi negeri di wilayah hukum Kecamatan Saparua Timur ini semakin kencang. Salah satunya, Istighozah Kubra yang dilakukan seribuan warga di masjid megah, Baiturrahman, usai shalat subuh, Jumat pagi ini.
Di masjid yang menjadi icon di negeri berpenduduk lebih 4 ribuan jiwa ini, gelaran Istigazah Qubra bukan semata soal hamba bersama Sang Khalik, melainkan sekaligus momen perjanjian sakral antara masyarakat dengan tanah leluhurnya.
Sebagian besar warga, mulai remaja, hingga orang tua duduk bersila di syaff terdepan, hingga barisan paling belakang, membuat pemandangan ini khusuk.
Menariknya Istigazah Qubra ini, lantaran jamaahnya juga datang dari jauh. Perantau. Ada pula tokoh nasional yang juga Wakil Ketua Komisioner Komisi Pemberansan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto.
Bagi perantau, dzikir ini adalah mengikat. Meski mereka telah lama melebur dengan dunia asing, pagi ini mereka diingatkan kembali akan jati diri, bahwa mereka adalah anak cucu Negeri Siri Sori Islam yang berpegang teguh “syara bersendikan kitabullah, dan adat bersendikan syara”.
Bagi mereka yang telah bertahun-tahun mengadu nasib di kota besar, telah kembali. Ada kerinduan yang terobati ketika kaki mereka menyentuh tanah kelahiran, apalagi di masjid Baiturrahman membawa pulang doa-doa yang selama ini dipendam.
Suara lantunan doa mulai membumbung.
Istighosah Qubra pun mulai berkumandan, takkala—tokoh agama, sekaligus sesepuh masyarakat, H.Rustam Holle memulainya.
Iramanya ritmis. Menghanyutkan, sekaligus menyatu dengan deru ombak yang samar-samar terdengar dari kemesraan akibat menghantam batu yang menjulang ke laut, Hatu “Mamei’do”.
Ratusan bibir pun bergerak serempak. Tidak ada sekat sosial. Tidak ada perbedaan status. Di hadapan Sang Khalik, mereka hanyalah satu tubuh yang sedang memohon keberkahan, tentunya melalui doa Qubra. Mereka berdoa, agar pemimpin yang akan dilantik Sabtu besok, dianugerahi kebijaksanaan seluas samudera dan keteguhan hati.

Baca Juga :  Tim FKIK Unkhair Ternate Raih Pendanaan Program PKM Tanggap Darurat Bencana 2025 dari Kemdiktisaintek

Di tengah keramaian, tampak sang calon Raja Adat tertunduk khusyuk. Dia menyadari sepenuhnya bahwa, akan memikul beban berat kepemimpinan. Dimana mahkota raja adat yang akan dikenakan nanti, bukan semata simbol kekuasaan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan hingga ke liang lahat.
Karena itu, saat Istighosah di masjid megah ini ibarat “esai religi tentang Islam, manusia, dan zaman” yang dirangkum dalam tema sentral yang dikemas dalam tema sentral “Mengetuk Pintu Langit, Menjemput Rahmat-Nya” itu berkumandan, wajah sang calon raja terlihat memerah, hingga sesekali mengedip mata.
Satu pesan sederhana dalam Mengetuk Pintu Langit, Menjemput Rahmat-Nya sebagai penanda langit yang begitu luas, langit yang tak berujung, dan langit selalu terbuka sekaligus simbol kebebasan, harapan. Dan, bahkan, tanggungjawab memberi memberi ruang kemudahan bagi ummatnya untuk meminta.
“Sejatinya ada satu jaringan yang tidak pernah putus. Jaringan ke langit. Jaringan ini mengingatkan kita bahwa ada koneksi yang tak memerlukan sinyal, hanya kehadiran melalui doa. Dan, melalui istighosah ini bagai meneguk air, bukan sekadar memuaskan dahaga, melainkan menyerap iman yang mengalir dari langit,” tutur perantau Siri Sori Islam yang tergabung dalam IKASSI Kota Makassar, Salama Kaplale.
Besok, matahari akan terbit membawa hari yang baru. Raja baru akan melangkah menuju kursi kepemimpinan, tidak lagi sebagai individu, melainkan sebagai manifestasi dari doa dan harapan seluruh masyarakatnya. Dan di Siri Sori Islam, sejarah bukan hanya ditulis di dalam hati, melainkan dipahat dalam setiap helaan napas seperti tersimpul dalam zikir yang tulus. (din pattisahusiwa)

Berita Terkait

Olah Limbah Organik Jadi Maggot, PPLH Puntondo Didorong Kembangkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Perkuat Ruang Pertukaran Gagasan dan Pendidikan Arsitektur dalam Perspektif Global, Prodi Arsitektur Unkhair Ternate Gelar International Architecture Academic Forum 2026
Tim Pengabdi Unsulbar Gelar Pelatihan Strategi Play Based Learning Berbasis Artificial Intelligence bagi Guru SD IT Tahfizul Qur’an Majene
Bukan Sekadar Seremonial, Kirab 2.026 Meter Jadi Simbol Kuat Persatuan Masyarakat Kaltara
Perkuat Kompetensi Akademik, PGSD FKIP Unsulbar Gelar Workshop Nasional Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi
Seminar Nasional Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif Sukses Digelar Unkhair, Pemkot Ternate, dan JKPI
JKPI Ternate Gelar Rakernas XII dan Seminar Nasional, Hadirkan Narasumber Deputi Tata Kelola Kearsipan ANRI
Raker Unismuh 2026: Pertajam Teaching University, Perkuat Mutu 75 Prodi, dan Pengembangan Empat Pilar Infrastruktur

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:29 WIB

Olah Limbah Organik Jadi Maggot, PPLH Puntondo Didorong Kembangkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Perkuat Ruang Pertukaran Gagasan dan Pendidikan Arsitektur dalam Perspektif Global, Prodi Arsitektur Unkhair Ternate Gelar International Architecture Academic Forum 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Tim Pengabdi Unsulbar Gelar Pelatihan Strategi Play Based Learning Berbasis Artificial Intelligence bagi Guru SD IT Tahfizul Qur’an Majene

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Kirab 2.026 Meter Jadi Simbol Kuat Persatuan Masyarakat Kaltara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Perkuat Kompetensi Akademik, PGSD FKIP Unsulbar Gelar Workshop Nasional Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi

Berita Terbaru

Makassar

Walikota Makassar Dorong Optimalisasi ZIS di Semua Lini

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:02 WIB