TERNATE, MALUKU UTARA (Kabar PROFESIANA.co.id) — Program Studi (Prodi) Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menyelenggarakan International Architecture Academic Forum 2026 dengan mengusung tema “Heritage, Sustainable Tourism, and the Future of Architectural Education”. Forum akademik internasional ini menjadi ruang pertukaran gagasan dan perspektif antara akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan di bidang arsitektur dari berbagai negara.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia, Malaysia, dan China, yakni Rosli Nor dari ICOMOS Malaysia, Prof. Ping-Hsiang Hsu, Ph.D. dari Hubei University of Economics, China, serta Assoc. Prof. Dr. Ar. Yulianto P. Prihatmaji, IPM., IAI., Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI).
Forum secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Khairun, Ar. Ir. Endah Harisun, S.T., M.T., IPM., IAI., ASEAN Eng. Kehadiran para narasumber internasional menjadi bagian penting dalam memperluas cakrawala akademik mahasiswa dan sivitas akademika, khususnya dalam melihat perkembangan arsitektur dari perspektif global.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari rekonstruksi kawasan bersejarah, heritage cities, pengembangan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), hingga penguatan dan pengembangan kurikulum pendidikan arsitektur agar semakin relevan dengan tantangan masa depan.
Dekan Fakultas Teknik Unkhair, Ar. Ir. Endah Harisun, S.T., M.T., IPM., IAI., ASEAN Eng. mengatakan bahwa perkembangan pendidikan arsitektur saat ini tidak dapat dilepaskan dari perubahan lingkungan global, termasuk isu pelestarian warisan budaya, keberlanjutan, perkembangan teknologi, serta kebutuhan masyarakat terhadap ruang dan lingkungan binaan yang berkualitas.
“Forum ini menjadi momentum penting bagi kita untuk membuka ruang dialog dan pertukaran pengetahuan dengan para akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Arsitektur tidak hanya berbicara mengenai desain bangunan, tetapi juga bagaimana kita menjaga warisan, membangun keberlanjutan, serta merespons kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ar. Ir. Endah Harisun, S.T., M.T., IPM., IAI., ASEAN Eng. menegaskan bahwa penguatan pendidikan arsitektur membutuhkan keterbukaan terhadap berbagai perspektif dan pengalaman internasional. Menurutnya, interaksi akademik lintas negara dapat memberikan wawasan baru bagi dosen dan mahasiswa dalam memahami persoalan arsitektur secara lebih komprehensif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa dan dosen tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memahami bagaimana isu heritage, pariwisata berkelanjutan, dan pendidikan arsitektur dikembangkan di berbagai negara. Pertukaran perspektif seperti ini sangat penting untuk memperkaya proses pembelajaran,” katanya.
Ar. Ir. Endah Harisun, S.T., M.T., IPM., IAI., ASEAN Eng. juga berharap International Architecture Academic Forum 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan akademik semata, tetapi dapat menjadi awal dari terbentuknya jejaring dan kolaborasi yang lebih luas antara Program Studi Arsitektur Unkhair dengan institusi pendidikan, organisasi profesi, serta mitra internasional.
“Kami berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen. Dengan jejaring internasional yang semakin kuat, Prodi Arsitektur Unkhair dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan berkontribusi dalam pengembangan arsitektur yang berkelanjutan,” harapnya.
Sementara itu, penyelenggaraan forum internasional ini sekaligus mempertegas komitmen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Unkhair untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan global. Isu warisan budaya, kota pusaka, pariwisata berkelanjutan, dan masa depan pendidikan arsitektur dinilai semakin penting, terutama bagi daerah yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan karakter kawasan yang kuat seperti Maluku Utara.
Melalui International Architecture Academic Forum 2026, Program Studi Arsitektur Unkhair diharapkan semakin mampu memperkuat budaya akademik, memperluas jejaring internasional, serta menyiapkan lulusan arsitektur yang memiliki wawasan global sekaligus sensitif terhadap konteks lokal.
Forum ini juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Teknik Unkhair untuk terus mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kegiatan akademik yang menghadirkan pengalaman dan perspektif global di lingkungan kampus. (Rus/Why/Ans)


























