MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) — Tim pengabdi dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan Pelatihan Strategi Play Based Learning Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Meningkatkan Kompetensi Menuju Guru Profesional bagi guru-guru SD IT Tahfidzul Qur’an Majene.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Sabtu–Senin, 29–31 Agustus 2026, ini dilaksanakan di Aula SD IT Tahfidzul Qur’an Majene. Kegiatan diikuti oleh 24 orang guru dan kepala sekolah sebagai peserta.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa peserta didik di sekolah sangat menyukai proses pembelajaran yang mengandung unsur permainan. Namun, masih terdapat guru yang belum banyak mengenal strategi pembelajaran yang mengintegrasikan permainan secara sistematis dalam proses belajar mengajar.
Melihat kondisi tersebut, tim pengabdi Unsulbar berinisiatif memberikan pelatihan Play Based Learning berbasis AI. Strategi ini dinilai relevan dengan karakteristik peserta didik usia 6–12 tahun yang berada pada tahap operasional konkret, sehingga proses pembelajaran akan lebih mudah dipahami apabila melibatkan pengalaman nyata, aktivitas langsung, dan hal-hal yang dapat mereka amati.
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan menyenangkan dengan memanfaatkan strategi Play Based Learning berbasis Artificial Intelligence, sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka sebagai pendidik.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan oleh tim pengabdi Universitas Sulawesi Barat yang diketuai oleh Dr. Sainab, M.Pd., bersama anggota Supardi Muh. Said, S.Pd., M.Pd.I., serta lima orang mahasiswa.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dan karakteristik Play Based Learning, pengenalan Artificial Intelligence (AI), peran AI dalam pembelajaran, strategi penerapan Play Based Learning, serta simulasi penerapan Play Based Learning berbasis AI.
Setelah penyampaian materi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok guru berdasarkan fase pembelajaran pada jenjang sekolah dasar. Masing-masing kelompok didampingi oleh fasilitator untuk melakukan latihan dan praktik menyusun rancangan pembelajaran Play Based Learning berbasis AI.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil praktik kelompok. Meskipun rancangan yang dihasilkan masih memerlukan penyempurnaan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses latihan dan penguatan pemahaman peserta terhadap penerapan Play Based Learning berbasis AI.
Untuk memastikan keberlanjutan kegiatan, pendampingan dilakukan melalui grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi, monitoring, dan evaluasi perkembangan tugas penyusunan rancangan pembelajaran. Pada hari ketiga, peserta mengirimkan hasil tugas yang telah dikerjakan secara berkelompok melalui grup tersebut.
Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari para peserta. Diharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan bekal bagi guru SD IT Tahfidzul Qur’an Majene dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. (Rls/Ans/Why)


























