SELAYAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Tren dan arah pengembangan kepariwisataan di Indonesia saat ini semakin menitikberatkan pada kebutuhan wisatawan (*tourist needs*) serta penyajian aktivitas berwisata yang mampu meningkatkan kualitas hidup wisatawan melalui pengalaman wisata yang bermakna, edukatif, berkelanjutan, dan berbasis pengalaman (*meaningful tourism experience*). Kondisi tersebut mendorong dunia pendidikan pariwisata untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih aplikatif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan industri pariwisata modern.
Kabupaten Kepulauan Selayar yang berada di bagian selatan Provinsi Sulawesi Selatan memiliki karakteristik geografis kepulauan dengan bentang alam pesisir, pulau-pulau kecil, serta potensi wisata bahari yang kuat dan beragam. Kondisi geografis tersebut menjadikan Selayar sebagai salah satu wilayah strategis untuk pembelajaran wisata bahari dan perjalanan wisata berbasis pengalaman langsung di lapangan. Dalam kegiatan praktik lapangan ini, mahasiswa merasakan secara langsung dinamika aktivitas perjalanan wisata mulai dari keberangkatan dini hari dari Makassar menuju Pelabuhan Bira di Kabupaten Bulukumba dengan perjalanan darat selama kurang lebih lima hingga enam jam. Selanjutnya mahasiswa menyeberang menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar menggunakan kapal penyeberangan selama kurang lebih dua jam. Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui jalur darat menuju bagian selatan Pulau Selayar sebelum kembali menyeberang menggunakan kapal wisata menuju kawasan Pulau Bahuluang dan beberapa destinasi wisata bahari lainnya.
Pengalaman perjalanan tersebut menjadi bagian penting dalam memahami pola perjalanan wisatawan, aksesibilitas destinasi kepulauan, serta pengelolaan perjalanan wisata secara nyata di lapangan.
Sebagai bentuk implementasi pembelajaran tersebut, Program Studi D3 Perjalanan Wisata (PEW) Jurusan Perjalanan, Politeknik Pariwisata Makassar melaksanakan kegiatan Praktik Lapangan Mahasiswa Semester VI Kelas A dan B di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Bulukumba pada 20–23 Mei 2026 dengan mengusung tema *“Sustainable Marine Tourism”*. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis industri dan lapangan bagi mahasiswa calon insan pariwisata profesional.
Yenny Susanto, selaku Sekretaris Program Studi Perjalanan Wisata, menjelaskan bahwa kegiatan praktik lapangan ini dirancang untuk mendukung capaian profil lulusan mahasiswa PEW agar siap menghadapi kebutuhan industri pariwisata. Menurutnya, Program Studi Perjalanan Wisata Diploma 3 merupakan salah satu program studi di bawah Jurusan Perjalanan Politeknik Pariwisata Makassar yang membekali mahasiswa dengan kompetensi di bidang etika profesi, reservasi tiket domestik dan internasional, penyusunan paket wisata inbound dan outbound, pemasaran penjualan produk wisata, pemanduan wisatawan internasional, hingga penanganan keberangkatan dan kedatangan wisatawan melalui bandara maupun terminal.
“Kegiatan ini dirancang untuk mencapai kebutuhan peserta didik agar memiliki pengalaman langsung di lapangan dan mampu memahami dinamika industri pariwisata secara nyata, khususnya pada pengembangan wisata bahari berkelanjutan dan pelayanan wisatawan,” ujar Yenny Susanto.
Kabupaten Kepulauan Selayar dipilih sebagai lokasi praktik lapangan karena memiliki lanskap kepulauan dengan sumber daya wisata bahari yang sangat kuat, mulai dari pantai, pulau-pulau kecil, terumbu karang, hingga keanekaragaman hayati bawah laut yang menjadi daya tarik utama pariwisata daerah. Selain itu, budaya masyarakat lokal yang masih terjaga menjadi nilai tambah dalam pembelajaran mahasiswa untuk memahami pengembangan destinasi berbasis masyarakat dan keberlanjutan. Kondisi tersebut dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan peserta didik Program Studi Perjalanan Wisata dalam memahami pengelolaan destinasi wisata, perilaku wisatawan, serta pelayanan perjalanan wisata secara langsung di lapangan.
Pada hari pertama, mahasiswa mengunjungi Museum Nekara Selayar sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya. Di lokasi tersebut mahasiswa mempelajari sejarah maritim Kepulauan Selayar, koleksi benda prasejarah, budaya lokal, hingga sejarah perdagangan maritim yang pernah berkembang di wilayah Selayar. Mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai identitas budaya masyarakat Selayar, termasuk sejarah tenun, kopra, hingga peninggalan Gong Nekara yang menjadi ikon museum tersebut.
Tour Leader kegiatan, Nur Audia Indah Minah Lestari, menyampaikan bahwa praktik lapangan ini menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk memahami potensi wisata daerah sekaligus mengasah keterampilan kerja lapangan secara langsung.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga karena mahasiswa tidak hanya belajar tentang destinasi wisata, tetapi juga belajar mengenai kerja sama tim, komunikasi, kepemimpinan, pengelolaan perjalanan wisata, serta bagaimana memahami kebutuhan wisatawan di lapangan,” ujarnya.
Pada hari kedua, mahasiswa melanjutkan kegiatan menuju kawasan wisata bahari Pulau Bahuluang, Liang Lipang, Bone Kiddi, dan Makam Karang. Mahasiswa melakukan observasi potensi wisata bahari, aktivitas snorkeling, interpretasi destinasi, serta identifikasi potensi pengembangan wisata berbasis keberlanjutan.
Selain menikmati keindahan alam bawah laut dan fenomena alam seperti stalaktit di Liang Lipang, mahasiswa juga mengamati berbagai tantangan pengelolaan destinasi wisata bahari, salah satunya persoalan sampah plastik di kawasan pesisir. Sebagai bentuk implementasi tema *Sustainable Marine Tourism*, mahasiswa bersama dosen pendamping melaksanakan kegiatan sisir sampah plastik di kawasan Pulau Bahuluang.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk edukasi langsung kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata bahari dan keberlanjutan lingkungan pesisir. Melalui aksi tersebut, mahasiswa diajak untuk menanamkan kesadaran bahwa keberhasilan pengembangan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Selain kegiatan akademik dan observasi lapangan, praktik lapangan ini juga memperkuat kekompakan, kedisiplinan, dan tanggung jawab mahasiswa sebagai calon pelaku industri pariwisata. Mahasiswa dilatih untuk mengelola perjalanan, membangun koordinasi tim, hingga menghadapi kondisi nyata selama pelaksanaan tour berlangsung.
Seluruh rangkaian kegiatan praktik lapangan ini, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan, sepenuhnya ditangani oleh mahasiswa dengan pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing. Mahasiswa terlibat langsung sebagai tour leader, liaison officer, seksi acara, dokumentasi, konsumsi, hingga pengelola perjalanan selama kegiatan berlangsung. Melalui sistem tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di lapangan, tetapi juga belajar mengenai manajemen perjalanan wisata, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan secara profesional.
Kegiatan praktik lapangan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang perjalanan wisata sekaligus menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dalam pengembangan wisata bahari. Dengan pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa PEW Politeknik Pariwisata Makassar diharapkan semakin siap menjadi sumber daya manusia pariwisata yang profesional, adaptif, serta mampu memenuhi kebutuhan wisatawan melalui pengelolaan destinasi wisata bahari yang berkelanjutan. (Rls/Ans/Why)


























