UNM Naik Kelas di PKM 2026: Bertengger di Peringkat 15 Nasional, Tiga Besar di LPTK se-Indonesia

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menunjukkan daya saingnya dalam Program Kreativitas Mahasiswa atau PKM 2026. Tahun ini, UNM menempati peringkat 15 nasional dari 704 perguruan tinggi yang lolos pendanaan PKM se-Indonesia.

Tidak hanya itu, UNM juga berada pada peringkat 3 kampus LPTK se-Indonesia, setelah Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Posisi ini menjadi sinyal penting bahwa UNM masih menjadi salah satu kekuatan utama perguruan tinggi kependidikan dalam kompetisi kreativitas mahasiswa tingkat nasional.

Capaian tersebut terasa semakin bernilai karena persaingan PKM tahun ini berlangsung jauh lebih ketat. Secara nasional, terdapat 25.253 proposal yang masuk seleksi. Dari jumlah itu, hanya 1.121 proposal yang dinyatakan lolos pendanaan dan tersebar di 704 perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM, Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan UNM meloloskan 14 tim pada tahun ini menjadi pencapaian penting, terutama karena kuota pendanaan nasional mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

“Capaian ini tentu patut kita apresiasi. Apalagi tahun ini persaingan semakin ketat dan kuota pendanaan juga lebih sedikit. Tahun lalu kita meloloskan 12 tim saat kuota nasional masih sekitar 1.500-an. Tahun ini kuota hanya 1.121, tetapi alhamdulillah UNM justru mampu meloloskan 14 tim,” ujar Arifin.

Baca Juga :  Danlantamal VI Makassar Pimpin Sertijab Aspers Danlantamal VI

Meski demikian, Arifin menegaskan bahwa capaian peringkat 15 nasional bukanlah titik akhir. UNM, kata dia, pernah memiliki sejarah kuat dalam ajang PKM. Pada tahun 2019, 2020, dan 2021, UNM selalu berada dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi dengan penerima pendanaan PKM terbanyak di Indonesia.

“UNM pernah mencatatkan sejarah sebagai kampus yang konsisten masuk Top 10 nasional pada 2019, 2020, dan 2021. Karena itu, capaian tahun ini harus menjadi momentum rebound. Sudah saatnya UNM kembali ke papan atas PKM nasional,” tegasnya.

Menurut Arifin, peningkatan dari 12 tim pada tahun sebelumnya menjadi 14 tim pada tahun ini menunjukkan bahwa ekosistem pembinaan PKM di UNM mulai bergerak ke arah yang lebih positif. Namun, ia menilai capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui pembinaan lebih awal, pendampingan intensif, klinik proposal, serta kolaborasi lintas fakultas dan dosen pembimbing.

“Target kita ke depan bukan hanya mempertahankan posisi, tetapi memperkuat kembali tradisi prestasi UNM. Kita ingin UNM kembali menjadi kekuatan utama dalam PKM nasional,” tambahnya.

Baca Juga :  Program Pascasarjana UNM Gelar Rapat Koordinasi Perdana di Bawah Kepemimpinan Baru

Dari 14 tim UNM yang lolos pendanaan PKM 2026, lima tim berasal dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS). Kontribusi ini memperlihatkan bahwa bidang bahasa, sastra, pendidikan, dan humaniora memiliki ruang yang semakin strategis dalam kompetisi ilmiah mahasiswa, terutama pada isu-isu seperti disinformasi, komunikasi krisis, linguistik forensik, lingkungan, dan pemberdayaan kelompok rentan.

Dekan FBS UNM, Prof. Anshari, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan lima tim FBS sebagai bukti bahwa mahasiswa FBS memiliki daya saing akademik yang terus berkembang.

“Ini patut kami apresiasi. Kami memang selalu memberikan pembinaan kepada mahasiswa agar terus menunjukkan prestasi dan berani berkompetisi di tingkat nasional, bahkan FBS akan terus membangun ekosistem budaya riset di kalangan mahasiswa,” tutur Prof. Anshari.

Dengan capaian peringkat 15 nasional, peringkat 3 LPTK se-Indonesia, serta peningkatan jumlah tim yang lolos pendanaan, UNM memiliki modal penting untuk kembali menapaki jalur prestasi yang pernah dibangun. (Asr/Why/Ans)

Berita Terkait

Dekan FBS UNM Dorong Pemerintah Pusat Terbitkan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Bahasa Daerah
Dari Data menjadi Kebijakan : FIKK UNM Fasilitasi Penguatan Mekanisme Umpan Balik Kebijakan Kesehatan Daerah di Sulawesi Selatan
Dekan FBS UNM Prof Anshari Titip Pesan kepada Alumni, Ilmu Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
63 Lulusan FBS UNM Raih Predikat Cumlaude, Prof Farida Patittingi Ingatkan Kompetisi Kian Ketat
PPs UNM Gelar Global Academic Forum, Dorong Riset Pascasarjana Berkualitas dan Berdampak Global
Akbar Sudirman, Praktisi dan Akademisi FIKK UNM Tampil Sebagai Pemateri Kolaborasi McDonald’s (McD) Makassar Cabang Karebosi Bahas Tentang Cerdas Bergerak, Sehat Bertumbuh Mengembangkan Literasi Fisik Anak di Era Digital
“Saring Sebelum Sharing”, Pesan UM Palopo untuk Gen Z Enrekang
Cegah Kepunahan Bahasa Daerah, UNG Gandeng FBS UNM Siapkan Konsorsium dan Pembukaan Prodi Bahasa Gorontalo

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Dari Data menjadi Kebijakan : FIKK UNM Fasilitasi Penguatan Mekanisme Umpan Balik Kebijakan Kesehatan Daerah di Sulawesi Selatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Dekan FBS UNM Prof Anshari Titip Pesan kepada Alumni, Ilmu Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:10 WIB

63 Lulusan FBS UNM Raih Predikat Cumlaude, Prof Farida Patittingi Ingatkan Kompetisi Kian Ketat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:37 WIB

PPs UNM Gelar Global Academic Forum, Dorong Riset Pascasarjana Berkualitas dan Berdampak Global

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Akbar Sudirman, Praktisi dan Akademisi FIKK UNM Tampil Sebagai Pemateri Kolaborasi McDonald’s (McD) Makassar Cabang Karebosi Bahas Tentang Cerdas Bergerak, Sehat Bertumbuh Mengembangkan Literasi Fisik Anak di Era Digital

Berita Terbaru